Guest House di Bogor | D'Palma Guest House


Dua kali aku menginjakkan kaki di Kota Hujan, dengan alasan yang sama, yaitu kondangan...wkwkwk.. Bedanya kalau yang pertama bareng keluarga Ngawi, kalau ini barengan dengan mertua, karena yang punya hajat adalah kakaknya ibu mertua. Konon katanya sudah disiapkan penginapan di Bogor, jadi kami tinggal lenggang kangkung sajalah. Acara pengantin dilangsungkan pada hari minggu, so sabtu sore kami sudah sampai di Bogor.


Langsung kami menuju penginapan yang sudah dipesankan sebelumnya yaitu di D'Palma Guest House. Begitu keluar pintu tol dari arah Jakarta, jalanan cukup padat. Katanya Bogor itu Kota Angkot, nah kayaknya bener juga, angkot banyak banget, jarak antar angkot deket-deket. Belum pernah kulihat di kota lain yang pernah kusinggahi. Dalam perjalanan ke penginapan, kami menyusuri Kebun Raya Bogor yang mana bikin aku bingung, apakah Bogor itu kotanya isinya Kebun wkwkwk...karena jalan cukup jauh tapi tetep itu sebelah kanannya Kebun Raya Bogor.


Begitupun ketika ahirnya tiba di penginapan, teteplah itu di jalan Kebun Raya Bogor. Jadi, D'Palma Guest House itu keberadaannya dekat banget sama Kebun Raya, cuma berjarak jalan raya saja. Tapi kalau mau ke pintu masuk utama Kebun Raya cukup jauh juga sih. Eh tunggu, kayaknya ada pintu alternatif di sekitar situ, mungkin pintu dua #lupa (eh ternyata iya setelah kulihat fotonya)



Sampai di D'Palma baru disiap-siapin kamarnya, karena perlu nambah extra bed di tiap kamar. Maklum keluarga besar. Aku dapat kamar di lantai dua, lumayan, cukup lega buat  berlima (aku, Apak, Ken, Kakak Ipar sama anaknya yang masih balita). Di lantai dua ini kamar-kamarnya menghadap udara terbuka, depan belakang udara terbuka, jadi nggak di dalam ruangan. Dari jendela kita bisa melihat rimbunnya pepohonan Kebun Raya Bogor di seberang jalan.




Selesai urusan kamar dan naruh barang, aku langsung pesen Go-Car. Mumpung di Bogor, sekalian lah mampir ke rumah adik di Cilebut. Rencananya kami bertiga mau nginep sana, toh acara pengantin baru besoknya jam 11. Lumayan kan nginep semalem buat silaturahim. Tapi habis isya di WA sama kakak ipar, katanya besok berangkat ke acara mantennya jam setengah 7. Yah...jadi galau kan akhirnya, mau nginep di Cilebut apa nggak. Karena takut ketinggalan, akhirnya kami kembali ke guest house jam 11 malam di antar adikku. Wah ternyata Bogor ramai banget suasana malamnya. Solo kalah jauuuhh. Sampai kamar , udah capek banget itu, langsung tidur.

Pagi-pagi kami bangun subuh, lalu menikmati suasana sekitar kebun raya. Banyak orang yang berlalu lalang pada jogging. Apak sama Ken malah nyoba naik angkot segala, entah ke mana. Aku pilih sarapan nasi goreng yang sudah disediain aja.




Comments

Popular posts from this blog

Alat Dapur Tradisional Jawa

Dokter THT di Karanganyar

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas