Pengalaman Tes EEG di Solo

Berkaitan dengan kejang yang dialaminya 2 tahun lalu, maka tahun ini dokter merekomendasikan agar Ken melakukan tes EEG lagi. 2 tahun lalu sudah melakukan EEG dan kali ini untuk evaluasi. Sama juga seperti dulu, tempat tes EEG di RS Muwardi, Solo. Apa sih tes EEG? EEG merupakan kependekan dari ElectroEncephaloGram yaitu tes untuk merekam aktivitas listrik di kepala. Jadi dalam tes ini, kepala akan dipasangi kabel-kabel berjumlah mungkin sekitar 20an. Karena cuma merekam, jadi nggak terasa sakit di kepala. Kabelnya cuma ditempelin saja, nggak distrum lho yaaa wkwkwk. Meskipun nggak sakit, tapi ya namanya anak kecil pasti risih kalau kepalanya dipasang-pasangin sesuatu. Jadi dulu yang tes umur 3 tahun Ken lumayan rewel dan ribet, tapi Alhamdulillah yang kemarin ini Ken kooperatif banget.

Persiapan Tes EEG

Pertama-tama yang kita lakukan adalah memberikan surat rekomendasi dokter, dalam kasus Ken ini adalah dokter anak, ke bagian EEG rumah sakit dr. Muwardi. Letaknya di lantai 2, deretan bangunan paling selatan (kawasan lab). Aku nggak mudheng pintu utamanya mana untuk menuju bagian ini, karena aku masuk dari poliklinik Cendhana, jadi lewat lorong-lorong dan beberapa kali belok. Waktu itu dianter petugas dari poliklinik yang baik, mengkhawatirkan aku kalau nyasar-nyasar wkwkwk. 

Ketika sudah di bagian EEG ini, kita tunjukkan surat rekomendasi dokter, nanti akan diberikan jadwal pelaksanaan tes, yang kira-kira seminggu kemudian. Orang yang mau tes EEG nggak ikut juga nggak papa, soalnya ini cuma daftar. Selain dikasih jadwal, petugas juga memberikan panduan sebelum pelaksanaan tes, di antaranya yaitu,

- cuci rambut yang bersih, pasien datang dalam keadaan kulit kepala bersih, jangan diolesi minyak rambut
- diharapkan anak dalam keadaan tidur waktu tes

Nah untuk perkara rambut bersih ini, Ken punya masalah dengan kerak di kulit kepala. Tiap dibersihin, muncul lagi...muncul lagi. Jadi kemarin rambutnya dipotong pendek, lalu kulit kepala direndam baby oil semalaman, eh.. kok direndam, apa sih istilahnya. Diolesin lalu dibiarin gitu lho maksud aku. Besok paginya dibersihin kerak-keraknya, baru keramas. Lumayan juga itu waktu gosok-gosok kulit kepala pakai cotton bud. Penuh perjuangan. Anaknya mah anteng wae lihat youtube..huft.

Malam sebelum pelaksanaan tes, kami mengusahakan Ken tidur semalem-semalemnya, ternyata mentog di jam 10 sudah tidur. Kemudian paginya subuh-subuh, jam 4 sudah dibangunkan. Semua itu dilakukan agar nanti waktu pelaksanaan tes, anaknya ngantuk dan bisa tidur lelap sepanjang tes berlangsung.

Jam 7.30 kami berangkat ke RS. Dr. Muwardi, karena dapat jadwal jam 8. Eh, di perjalanan Ken sudah mulai ngantuk. Dia memang tidak terbiasa bangun jam 4. Kuajak becanda dan cerita agar tidak sampai ketiduran.

Sampai di RS, hal yang musti dilakukan adalah mendaftar dulu di Poliklinik, bilang ke petugas bahwa hendak tes EEG. Setelah antri bayar biaya pemeriksaan, (bukan bayar tes EEG-nya) kami menuju ruang tes.

Karena memang jadwalnya Ken, begitu datang   langsung ditangani. Ken agak gimana gitu di ruang periksa. Tapi dia tidak rewel. Dengan dipangku Apak, pertama-tama kepalanya diukur dan ditandai pakai spidol. Jadi ada banyak titik merah tercipta di kepalanya.  Teringatlah serial India kalau begini..hehe

Selanjutnya Ken diminta berbaring di bed pemeriksaan dan harus bobok beneran. Kali ini aku yang turun tangan, ikut tiduran disampingnya, menepuk-nepuk pinggulnya dan menyanyi lagu kebangsaan. Pokoknya kalau udah jadi emak-emak itu urat malunya pasti ada yang putus, meski hanya satu urat hehe. Jadi di tengah para petugas yang sibuk memasang kabel, aku nyanyi "Di pucuk pohon cempaka..." dan meski sudah lanjut medley lagu anak-anak satu kaset, tambah surat-surat pendek, tapi karena kepalanya dipegang-pegang petugas yang masang kabel, jadi nggak tidur-tidur. Baru setelah selesai pasang kabel, dan siap direkam, Ken tertidur.

Selama berlangsungnya perekaman, aku nggak berani gerak-gerak dan pindah tempat, takut kalau Ken kebangun, jadi ikut memejamkan mata saja. Sekitar 45 menit - 1 jam prosesnya dan diakhiri dengan petugas mengarahkan lampu yang ada di atas kepala ke arah mata Ken. Mungkin untuk melihat listrik otaknya kalau ada sinar mendadak, reaksinya gimana #sotoy. Ya gitu aja tesnya. Begitu selesai, dicopot-copot kabelnya, Ken kebangun.

Kalau yang dulu, baru direkam sebentar, Ken bangun. Mana rewel pula. Akhirnya dipangku Apak, tapi ya itu, beberapa kali gelombang listrik di tubuh Apak ikut kerekam. Jadi lumayan ribet.

Keluar dari ruang tes, bekas-bekas lem dan spidol masih melekat kuat di kulit, susah hilang kalau cuma diusap tisu. Sehingga jadi menarik perhatian orang, aku baru sadar kalau jadi perhatian ketika ada dua orang (beda tempat) yang memberanikan diri bertanya padaku "Niku putrane  kenging punapa, mbak?". Hoho...kujelaskan dengan singkat saja bahwa Ken habis menjalani pemeriksaan.

Hasil tes baru bisa diambil seminggu kemudian. Selanjutnya kita bayar biaya tes EEG di kasir poliklinik.

Begitulah gambaran singkat pemeriksaan EEG di Rumah Sakit Dr. Muwardi Solo.

Comments

  1. Kak, boleh tanya pelaksanaan pemeriksaan EEG untuk Ken itu untuk apa, ya ?. Memang untuk suatu pemeriksaan kesehatan tertentu atau pemeriksaan biasa ?.
    Maaf aku tanya ya karena aku baru tau info EEG ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alat Dapur Tradisional Jawa

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Dokter THT di Karanganyar