Rumah Juara: Revolusi Belajar Menggunakan Gadget

Beberapa waktu lalu aku lumayan gemaasshh sama si thole Ken. Bagaimana tidak, dia begitu lengket dengan gadget. Mata melek pagi hari, langsung yang dicari HP. Dia yang sampai ke level nangis kalau disuruh stop. Padahal sebelum-sebelumnya, dia biasa saja main game atau lihat youtube-nya, kira-kira setengah jam, atau kalaupun diminta berhenti, palingan cemberut bentar kalau emang belum maunya berhenti. Nah ini kalau disuruh stop jadi cranky. Nangis-nangis nggak jelas. Aku pun jadi takut, jangan-jangan ini yang namanya kecanduan gadget. Akupun berusaha keras menjelaskan padanya boleh main gadget asalkan kalau waktunya berhenti, ya harus berhenti. Untunglah, akhirnya dia kembali "sadar". Masih tetap main game, namun tidak sampai terjadi drama antara aku dan dia hehe.

Sekarang ini, penggunaan gadget tak ada batasan dan mengenal waktu. Tidak dapat dipungkiri, kemudahan dan kecanggihan yang ditawarkan gadget sangat menarik perhatian anak. Mulai dari kemudahan mengakses informasi, berbagi di media sosial, hingga bermain game online. Bagi sebagian besar orang tua, seperti aku juga, kedekatan anak terhadap gadget menjadi sebuah ketakutan. Gimana nggak takut coba, kalau anak sudah ngedep gadget jadi malas melakukan hal lain. Dalam kasus seperti yang pernah dialami Ken yang masih balita, itu artinya jadi banyak drama. Waktunya mandi harus drama, mau belajar iqra' drama, mau bobok drama dulu. Lha kalau untuk anak yang lebih besar tentu berpengaruhnya pada menurunnya prestasi maupun semangat anak dalam belajar. Tak hanya itu, dampak negatif kecanduan gadget pada fisik anak dapat berupa obesitas, mata cepat rusak, mudah lelah akibat gangguan tidur, serta radiasi.


Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengurangi dampak negatif penggunaan gadget seperti yang dikhawatirkan para orang tua. Jika digunakan dengan benar, gadget tidak hanya dapat digunakan sebagai alat komunikasi saja, namun lebih dari itu, gadget dapat menjadi perangkat belajar yang menyenangkan bagi anak. Komitmen kita sebagai orang tua untuk memberi pengertian kepada anak dalam penggunaan gadget yang benar sangatlah penting. Begitu banyak kasus pembiaran dari orang tua terhadap anaknya dalam menggunakan gadget tanpa pengawasan yang baik. 

Banyak pula dari kita yang terlalu terburu-buru untuk memberikan gadget kepada anak tanpa mempertimbangkan usianya. Seperti pada Ken dulu, umur 2 tahun sudah aku kenalkan dengan gadget, karena aku merasa cukup terbantu, dia bisa ditinggal aktivitas lain sesaat. Kalau sudah terlanjur begitu, ya kita harus bisa mengarahkan anak dalam memanfaatkan gadget agar dapat digunakan dalam menunjang kegiatan belajar. Bagaimana caranya? 

Ada beberapa cara yang dapat diarahkan orang tua untuk memaksimalkan penggunaan gadget dalam kegiatan yang positif. Pertama, menggunakan gadget sebagai media belajar berbasis multimedia. Di sini, orang tua dapat memilih beragam aplikasi yang dapat membantu anak dalam proses belajar. Aplikasi yang tepat sesuai dengan kurikulum pendidikan nasional yang berlaku sekarang adalah Rumah Juara.

Kedua, adalah game berbasis edukasi. Jika diamati, tak sedikit aplikasi permainan yang terpasang di gadget anak. Hal inilah yang menyebabkan waktu anak bermain game lebih banyak durasinya dibanding waktu belajarnya. Dalam hal ini, orang tua dapat membatasi pilihan game  yang terpasang di gadget anak. Arahkan anak untuk bermain game yang bermuatan edukasi seperti yang telah disediakan Rumah Juara. Jenis game pada Rumah Juara telah dirancang untuk mengasah pemahaman anak dalam memperdalam materi di sekolah dengan menerapkannya melalui permainan. Sebagai contoh, di Rumah Juara anak akan diajak menyelesaikan permainan dengan tantangan perkalian, penjumlahan, pengurangan dalam bentuk gambar maupun video yang tentunya akan membuat anak tertarik dan semangat dalam belajar.



Mengapa Harus Rumah Juara?

Media Pembelajaran Multiplatform

Rumah Juara dapat diakses dengan mudah melalui PC, notebook, maupun smartphone. Tak hanya itu, aplikasi Rumah Juara juga telah tersedia gratis di playstore. Hal ini tentunya sangat memudahkan kita untuk mengajak anak belajar di mana pun dan kapan pun. Aplikasi yang sudah digunakan lebih dari 5.000 pengguna di 33 provinsi ini memiliki tiga fitur utama yang wajib dicoba di antaranya adalah media interaktif, bank soal, dan ebook.


Sesuai Kurikulum Nasional

Untuk memilih sebuah media pembelajaran, kita sebagai orang tua tentunya akan banyak pertimbangan. Salah satu yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih media belajar adalah kesesuaian materi yang tersedia. Jangan khawatir! Materi yang tersedia di Rumah Juara telah sesuai dengan kurikulum nasional pendidikan yang berlaku sekarang, yaitu Kurikulum 2013 (K13). Di mana pada kurikulum ini memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. 

Harga Terjangkau

Untuk bisa mendapatkan materi yang disediakan Rumah Juara, orang tua dapat membelinya dengan harga yang cukup murah. Untuk materi satuan, kita hanya perlu membayar Rp 5.000. Materi tersebut dapat digunakan selama satu tahun. Sedangkan jika ingin membeli materi paketan, kita hanya dikenakan biaya Rp 60.000 – Rp 80.000/ paket yang dapat digunakan selama satu tahun. Cukup terjangkau, bukan?

Namun untuk saat ini, Rumah Juara menyediakan PROMO bagi orang tua yang ingin segera mendaftar. Promo ini berlaku sampai Juni 2018.


Oh ya, sedangkan bagi orang tua yang berprofesi sebagai guru. Rumah Juara memiliki program yang menarik, yaitu program kontribusi. Di sini, kamu bisa mengirimkan karyamu dalam bentuk soal, tulisan, video maupun audio pembelajaran, serta get follower (mengajak orang lain untuk mendaftar). Tersedia gadget gratis setiap harinya bagi kamu yang beruntung! 
 
Zaman sudah mengandalkan teknologi, tapi kegiatan belajar di rumah belum ikut memanfaatkannya? Yuk, pakai gadget kita untuk belajar!

Comments

  1. baru tahu aplikasi ini mba gadget jadi ga sekedar buat games atau nonton ya tapi bisa dibuktikan buat belajar juga :)

    ReplyDelete
  2. Terimakasih infonya,ya.
    Akan kukasi tau info aplikasi bermanfaat ini ke adikku buat belajar anak-anaknya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Mengganti SIM card yang Hilang dengan Nomer Sama

Alat Dapur Tradisional Jawa