Dokter THT di Karanganyar

Masalah Hidung dan Mataku

Aku memang sudah lama mengalami hidung tersumbat yang terus-terusan, tapi tidak kupedulikan karena menurutku nggak terlalu mengganggu. Tapi ketika akhir-akhir ini mataku terasa gatal, aku terusik juga, karena gatalnya sangat sangat terasa. Penginnya digaruk sekeras-kerasnya. Tapi karena mata ya nggaruknya harus hati-hati, nggak bisa sesuka hati kan. Bisa-bisa malah iritasi karena dikucek terus-terusan. Walhasil nggak puas nggaruk, jadi tersiksa banget deh.

Kubawa ke dokter umum, kata beliau bukan mataku yang bermasalah, tapi kelopaknya. Aku sendiri nggak bisa membedakan yang gatal matanya apa kelopaknya. Karena kalau gatal ya otomatis semata aku kucek. Oh ya, ini yang gatal mata dua-duanya. Karena itulah dokter bilang aku kena alergi. Mungkin juga ini ada hubungannya sama hidungku yang sering meler dan bersin-bersin, gitu katanya. Mana dokter bilang nggak bisa sembuh pula....haduu du dudu... Meski begitu, sambung beliau, alergi bisa dikendalikan dan dikurangi, caranya dengan OLAHRAGA. Tahu banget lah itu dokter aku nggak pernah olahraga wkwkwk. Tapi gimana mau olahraga, kerjaan rumah saja sudah terasa lebih berat dari olahraga :(

Aku merasa tak puas dengan pernyataan dokter tadi, atau sebenarnya aku menolak dikatakan kena alergi (soalnya alergi nggak bisa sembuh gitu kan). Jadi aku menimbang-nimbang, mau periksa ke dokter mata untuk memastikan mataku nggak bermasalah dan juga ke dokter THT untuk memastikan hidungku kena infeksi apa nggak, meler kok nggak berhenti-henti, sehingga ngefek mataku ikut gatal.

Periksa ke Dokter THT di Karanganyar

Akhirnya kemarin pagi berhasil juga periksa ke THT (setelah sekian purnama nggak jadi-jadi). Aku periksa di Dokter THT Karanganyar, atas rekomendasi Apak yang beberapa waktu lalu juga periksa karena kupingnya berdenging. Kata Apak dokternya masih muda dan enak diajak ngobrol. OK SIP! Dokternya yaitu dr. Dimas Adi Nugroho Sp.THT-KL. Buka praktik di Apotek Tika Farma (Depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar). Praktik Senin-Sabtu pagi jam 7-8, sore jam 5-8.

Setelah menceritakan segala keluh kesahku, dokter memeriksa hidungku pakai alat kecil semacam pencungkil #apayaistilahnya untuk membuka lubang hidung. Diperhatikannya sesaat, lalu berganti pakai alat semacam besi kecil panjang yang ada kameranya. Aku diminta untuk bernafas dari mulut, dan perlahan dimasukkannya alat itu. Agak ngeri juga sih, duh berasa kayak mau ditusuk besi. Aku malah ketawa-ketawa terus ketika mau dimasukkan ke hidung (nutupin nervous aslinya) tapi ternyata nggak sakit kok. Nah aku bisa ikut melihat perjalanan alat itu di lorong-lorong hidung melalui monitor yang dipasang di dinding. 

Dijelaskanlah oleh beliau tentang kondisi hidungku, ada lendirnya wkwkwk, tapi katanya aku nggak mengalami sinusitis, karena nggak ada lendir di suatu area hidungku (aku nggak paham di saluran mana, pokoknya dokter nunjuk di suatu bagian hidung gitu). Kemudian tentang konka hidung, yaitu semacam tonjolan yang memang bagian dari anatomi hidung. Nah, konka hidungku katanya berwarna keputihan, itu jadi satu tanda kalau seseorang mengalami alergi. Hmmm, harus berdamai dengan alergi nih........ Karena dokter ini juga bilang kalau alergi itu nggak bisa sembuh, sembuhnya ya kalau menghindari alergennya. #tariknafasdalamdalam

Begitulah pengalamanku pertama kali periksa ke doter THT di Karanganyar. Dokternya recommended-lah, baik, mau menjelaskan panjang lebar dan mendengarkan keluhan.







Comments

  1. Bayangin ada yang dimasukin ke hidung gitu, ngeri juga ya mbak. Jadi agak merinding gitu rasanya.

    ReplyDelete
  2. Iya mas, mau dimasukin itu ngeri banget rasanya. Soalnya lumayan panjang , ukurannya ada kali 25/30 cm

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alat Dapur Tradisional Jawa

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas