Ken dan Telur | Manfaat Telur dan Ayam



Pic: pixabay
"Ini sepertinya alergi, Bu. Karena dua-duanya (telapak kaki -pen.) juga gatal. Sebaiknya jangan terlalu banyak makan telur, seminggu cukup 2-3 butir saja."
Itulah perkataan dokter dekat rumah ketika aku memeriksakan Ken yang kakinya mengalami gatal dan berbintik-bintik merah, sekitar setahun yang lalu. Mendengar perkataan dokter tersebut hatiku langsung mencelos dan ingin berteriak kencang "Oh, noooooooooo" #lebay. Terang saja hatiku jadi gundah gulana dan merasa tidak terima dengan pernyataan dokter tadi. Pasalnya sebelumnya, Ken sering makan telur ndak apa-apa. Selain itu, karena Ken agak picky eater. Dia nggak mau daging sapi ataupun daging kambing, katanya susah ngunyahnya, meskipun daging sudah diolah empuk. Lha paling suka dan paling sering ya makan telur. Jadi kalau makan telur dibatasi, Ken harus pakai lauk apa buat kecukupan proteinnya? batinku mengeluh.

Beberapa hari kemudian, saya bernafas lega, karena Ken terdeteksi terkena flu Singapura, bukan alergi..yeeeayy. Alhamdulillah, bisa bebas makan telur lagi sampai sekarang, tidak gatal-gatal juga kakinya. Sepertinya anak kecil memang suka telur kan? Apalagi kalau di rumah mbah, Ken bisa mengambili telur bebek kalau pagi hari. Jadi semangat banget makan telurnya. Hanya modal nasi putih, telur mata sapi, dan kecap saja, anak bisa lahap makannya. Pokoknya menu andalan banget tuh. Selain rasanya yang enak, telur memang praktis dan luwes, bisa diolah berbagai macam bentuk. Dari telur dadar biasa, telur ceplok, telur rebus, omellet dengan berbagai isi dll. Kalau lagi kepepet, tetapi tetep pengin memberikan asupan sayuran pada anak, gampang banget tuh. Kita bisa bikin bola-bola telur isi sayur. Ini Ken suka banget. Mau tahu caranya?

Bola-bola telur

Bahan
1 butir telur
Segenggam irisan kol
Daun bawang + sledri secukupnya
Sejumput garam

Cara membuat
- campur semua bahan hingga rata, lalu goreng dalam wajan cetakan bulat-bulat. Balik ketika satu sisi sudah kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Nah gampang kan?

 Konsumsi telur dan ayam di Indonesia masih rendah

Mungkin sebagian dari kita belum menyadari bahwa telur adalah sumber protein yang murah. Berdasarkan data pemerintah, konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 100 butir per orang per tahun. Rendahnya konsumsi ini bukan semata-mata karena daya beli masyarakat yang masih terlalu rendah tetapi juga karena pola belanja masyarakat yang belum memprioritaskan pada kesehatan dan kecerdasan, dan kesadaran gizi masyarakat masih belum optimal.

Selain telur, ayam juga jadi sumber protein yang perlu kita masukkan dalam list menu sehari-hari. Namun, seringkali sebagian dari kita mempunyai pandangan negatif mengenai ayam pedaging. Misalnya ada anggapan bahwa ayam pedaging (broiler) bisa cepat besar karena disuntik hormon. Bagaimana bisa jika harga satu dosis hormon satu kali suntik bisa mencapai 5 USD (Rp. 65.000), padahal harga ayam di tingkat peternak kurang dari Rp 20 ribu/ekor. Proses pertumbuhan ayam pedaging (broiler) yang cepat adalah hasil persilangan bibit unggul, sehingga dihasilkan ayam dengan mutu genetik yang bagus.

Ayam panggang nan sedap

Selain itu, telur juga seringkali dituduh sebagai biang bisul dan gatal-gatal. Padahal kasus ini hanya terjadi pada orang-orang  tertentu yang  menderita alergi telur. Orang yang tidak punya riwayat alergi pada telur tentu saja  tidak usah khawatir, karena justru telur mengandung protein hewani dengan asam animo yang sangat lengkap dan bermanfaat untuk pertahanan tubuh, perbaikan sel-sel tubuh dan sel-sel otak sehingga manfaatnya untuk kesehatan dan juga kecerdasan.

Hari Ayam dan Telur Nasional dan World Egg Day 2017

Acara HATN pertama kali dicanangkan tahun 2011 pada saat acara festival ayam dan telur oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MA di Senayan Jakarta, tanggal 15 Oktober 2011. Sejak saat itu setiap tanggal 15 oktober diperingati sebagai Hari Ayam dan Telur Nasional

Sementara itu World Egg Day (WED) dicanangkan di Wina Austria pada sebuah konferensi International Egg Commission (IEC) tahun 1996. IEC menetapkan bahwa Hari Telur Sedunia jatuh pada setiap minggu kedua bulan Oktober di Hari Jumat. Jadi setiap tahun tanggal peringatan WED berbeda-beda. Tahun ini jatuh pada hari Jumat 13 Oktober 2017.

Makan Ayam dan Telur untuk Kesehatan dan Kecerdasan Kita.

Sudah jelas kan kalau ayam dan telur itu mempunyai kandungan yang sangat dibutuhkan tubuh. Yuk, mulai sekarang nggak usah takut lagi untuk mengkonsumsinya. Karena ayam dan telur merupakan sumber protein yang murah jika dibandingkan dengan bahan makanan lain. Perhatikan tabel berikut. Berdasarkan kandungan proteinnya, maka ayam dan telur menjadi sumber protein yang termurah. So, jangan ragu lagi makan ayam dan telur ya teman-teman!

Pic: pinsarindonesia.com



Sumber: http://pinsarindonesia.com


Comments

  1. Baru tau kalau ada hari ayam dan telur nasional, xixixi.. Ken sama dengan Amay Aga, sukanya telur. Dimasakin ayam atau daging gitu malah ngga terlalu suka. Dan iya, diceplok terus dikasih kecap, itu jadi andalan kalau sarapan. Xixixi.. praktis.

    ReplyDelete
  2. anakku gak suka telur, dilepEh melulu kalo disuapin telor.. pye jal?

    ReplyDelete
  3. sha pagi ini sarapan ayam serundeng sama kangkung. Udah jadi menu pokok kayaknya ayam dan telur :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang