Ken Beraksi di Tebing Breksi



Suatu sore di penghujung bulan Agustus, sepasang suami istri termangu-mangu di sebuah pertigaan jalan. Di atasnya terpampang papan petunjuk  "Tebing Breksi 2,5 km"

Suami: Ayo, piye?
Istri.   : Lha piye kok?
Suami: Lha pengin nggak ke sana?
Istri.  : Ehmm...tempat apa sih?
Suami: Ya nggak tahu, makane ayo lihat!
Istri. : Tapi wis sore gini.
Suami: Yo wis, nggak usah kalau gitu (nadane rada mangkel)
Istri. : Tapi.........


Bingungan nih si istri....karena sebenarnya dia sudah capek, jadi nggak terlalu mood buat mampir-mampir, tapi penasaran juga itu tempat wisata apa. Hingga akhirnya seminggu kemudian, membaca artikel di blognya mbak Olen tentang Tebing Breksi. Lhoh, itu kan yang kemarin mau ke sana nggak jadi, ternyata lagi nge-hitssss. Langsung nodong ke suami "Nanti kalau ke Prambanan lagi mampir ke Breksi yaaa!"

Hari Minggu kemarin, kebetulan ke Prambanan lagi, jadi sekalian aja mampir. (Padahal Candi Prambanan yang meger-meger di pinggir jalan itu, aku juga belum pernah mampir blas haha). Karena hari libur, feelingku mengatakan di sana bakal ramai, ternyata benar. Tebing Breksi tepatnya berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman. Dari pertigaan Candi Prambanan ke kiri, arah Gunung Kidul. Sekitar 2 atau 3 km kemudian, lihat papan nama (niru iklan tabib di radio).  Kawasan ini merupakan bekas tambang batu, jadi itu satu bukit digempuri, diambilin batu-batunya, hingga bentuknya di satu sisi jadi kayak dinding tegak lurus.  Sampai sekarang masih terlihat orang mecah batu, tapi aku rasa itu untuk perbaikan kawasan wisata.


Uniknya di sini nih, begitu masuk area, ditarik ongkos parkir dan tiket masuk. Parkir motor sebesar 2 ribu, dan tiket masuk "seikhlasnya". Ada-ada saja ya idenya pengelola ini. Mau tahu berapa ikhlasnya kami? 3 ribu untuk bertiga hehehe. Jadi total kami bayar 5 ribu. Menurut perkiraanku mas-mas yang ngelola dan menjaga tempat ini adalah pemuda-pemuda warga sekitar. Mereka sudah sadar wisata banget sepertinya, bisa dilihat dari keramahan mereka.



Kebayang nggak, berwisata outdoor pada jam 1 siang? Ya tentu panas sekali lah..hihi. Karena awang-awangen mau langsung naik bukit, jadi makan dulu aja lah sambil istirahat. Fasilitasnya di sini sudah lumayan, ada tempat makan lesehan, kamar mandi dan mushola. Makanannya ada pecel, nasi goreng, bakmi goreng, bakso. Di tempat makan inilah kalau mengarah lurus ke barat maka akan terlihat runaway bandara Adi Sucipto. Siapa yang senang lihat begituan? Tentu saja Ken, meski pesawatnya kelihatan kecil-kecil.

Sekarang ini bisa dibilang jaman foto ya kayaknya, di mana-mana cekrak-cekrek, pose sana pose sini. Begitu juga kami hahaha. Mau foto dengan background tebing yang diukir saja sampai rela antri-antri . Karena pembangunannya masih on progress, jadi di area ini berdebu banget, hasil serpihan batu. Begitu ada angin wuusss, aaaa merem-merem deh. Jadi kalau ke sini jangan lupa kaca mata hitam, soalnya selain panas juga biar nggak kelilipan.

Di sisi sebelah timur, tebingnya dibentuk jadi tangga untuk naik ke atas bukit. Di dekat tangga ini ada anak-anak yang menyewakan burung hantu buat foto bersama. Sebenarnya saya agak kasihan melihat burung hantunya, ditali tak bisa bebas lagi. Tapi yaaa... Udah lanjut lagi naik tangganya aja deh...akhirnya sampai di atas juga Ken, jalan sendiri. Bukitnya biasa saja layaknya sebuah bukit, kelihatannya baru saja ada program penghijauan, tanamannya masih kecil-kecil. Namun kita bisa menyaksikan pemandangan bukit-bukit di sekitar, Gunung Merapi, kota Yogya. Kelihatan juga ada candi, tapi entah candi Prambanan atau yang lainnya. Soalnya di sekitar area ini banyak candi-candi juga. Meskipun matahari bersinar terik, tetapi karena di atas anginnya lumayan besar, jadi nggak terasa panas. 

Di atas bukit

Nah kalau kita menengok bawahnya kelihatan bekas-bekas galian. Kebetulan waktu itu ada 2 mobil offroad yang lagi mencoba arena bekas galian. Siapa yang senang lihat begituan? Lagi-lagi, tentu saja Ken. Oh iya, di situ ada juga tempat kaya amphiteater gitu. Kalau dari atas bagus, kelihatan berbentuk lingkaran. Sudah ada yang melakukan pertunjukan di situ apa belum ya.... Entahlah,, kami harus segera cabut, karena sudah jam setengah 3..


Area bekas tambang



Comments

  1. Oalah deket Prambanan to. Dulu waktu main ke Prambanan belum tahu soal tebing breksi jadi nggak mampir

    ReplyDelete
  2. Yes.. Uti jadi ingin ke TKP nih..keren ya mba tempatnya? Wah..semoga bisa segera kesana.. naik motor aja sama akung. Trus punya saudara juga di Manis renggo prambanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya memang naik kendaraan sendiri uti, jalan masuknya blm ada transportasi umum.

      Delete
  3. jalan-jalan murah meriah tapi bikin hati senang yah Mba :)

    ReplyDelete
  4. Mb nana aku jadi pengen foto ama burung hantunya deh

    ReplyDelete
  5. Tebing Breksi, baru dengar tempat wisata ini :)

    ReplyDelete
  6. weh, belum pernah ke Prambanan Mba? wkwkwkwk... kaaasiiihaaan.. (pake nada upin ipin)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya beluuum, pdhl lwt depan e dah gak keitung

      Delete
  7. mbak anaknya hebar bgt, ga takut sm ketinggian

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri