Refreshing Murah Meriah ala Ken

Sebagai ibu rumah tangga tulen, nggak nyambi bekerja yang sehari-hari ngurusin anak dan pekerjaan rumah, jenuuh itu pasti. Alhasil kalau hari Minggu jadi kayak ayam di pagi hari, berkokok-kokok minta keluar kandang wkwkwk. Nah aku menerapkan prinsipnya mbak Donna Imelda nih, travelling itu nggak harus mahal, yang penting bisa ganti suasana dan melihat dunia luar. Tuuhh, remeh aja kan sebenarnya buat bikin Emak Ken itu senang..hoho.

Hari Minggu kemarin, refreshingnya ke rumah Embah Ngawi saja, karena sudah beberapa waktu nggak nengokin. Ehhmm kalau langsung ngujus ke Ngawi lewat jalan raya Solo - Ngawi kan dah biasa banget, polusi pula karena jalannya ramai. Ken sebenarnya malah seneng sih, karena bisa ketemu bermacam-macam kendaraan, dari yang bunyinya iuiu sampe tolelet, haha. Tapi emaknya pengin nyegerin mata, maka mintalah lewat jalur Tawangmangu - Sarangan. Memang sih lebih jauh dikit, tapi rapopo, wis niate ngono. Agar Ken juga senang, dijanjiin deh naik kuda....tuk itak ituk itak ituk,...
Ini yang dicari, ijo-ijoan

Berangkat dari SKH sudah habis duhur, jam 1-an. Karena memang bertepatan jam tidur siangnya, begitu motor jalan, tak berapa lama Ken udah angler aja. Iya, kami memang naik motor. Wiihh pegel jadinya nih tangan nahan tubuhnya.  Kami enggak lewat kota Karanganyar, tapi langsung menyisir daerah pinggiran, ke arah timur, tembusnya Matesih. Senangnya bisa menikmati jalanan yang tak ramai, kiri kanan pemandangan alam nan menyejukkan. 
Situs Matesih

Di daerah Matesih ini, kami melewati suatu situs yang dinamakan Situs Matesih. Sebenernya sudah kebablasan dikit, tetapi karena aku penasaran, Apak rela memutar balik. Ken masih bobok angler, jadinya ya cukup puas mengamati dari pinggir jalan saja. Kata Apak, orang-orang menyebut situs ini "watu kandang". Memang sih bentuknya kayak kandang kecil, berupa batu-batu besar yang disusun berkeliling membentuk satu ruang. Di satu area itu ada beberapa kandang. Entah bekas apa itu dulunya, apakah pekuburan atau tempat bersaji, atau apa...tak ada keterangannya di situ.

Semakin mendekati area Tawangmangu, jalan mulai naik-naik cantik hingga motor terasa keberatan buat menanjak. Motor bersuara agak ganjil, tapi aku tak mempedulikannya, kupikir karena jalan naik dan beban kami lumayan berat. Kalau dipikir-pikir kasihan juga nih motornya, penumpangnya tiga plus bawaannya lumayan berat, jalannya nanjak pula...olala..lanjutt teruss.

Setelah satu jam perjalanan akhirnya sampai di Tawangmangu. Kami belok menuju area Wisata Grojogan Sewu. Enggak, kami tidak berniat ke air terjunnya, karena cuma mampir mau lihat kera sama naik kuda di area pintu masuk Grojogan Sewu. Begitu motor diparkir, barulah Ken bangun. Bangun tidur drama deh, membik-membik. Dikasih minuman nggak mau, ditawari beli makan nggak mau, diajak deketin kera ngga mau, lhah kepriye?.. Ditawari naik kuda...Langsung sumringah hahaha. 

Kudanya nunggu penumpang

Karena hari Minggu suasananya ramai banget. Kalau mau masuk Grojogan Sewu untuk wisatawan dalam negeri tiketnya sebesar 15 rb dan turis bule dipatok 160 rb, sementara anak balita tidak dikenakan biaya. Di area parkir cukup banyak kuda yang disewakan, yang lagi nunggu penumpang saja ada belasan. Tarif naik kuda di Tawangmangu ini 50 ribu, ngga tahu bisa ditawar apa engga, kemarin Apak langsung bayar aja gitu. Rute kudanya memutar satu blok, mengitari tempat orang jualan oleh-oleh dan penginapan-penginapan.


Selesai naik kuda, tanpa ba bi bu kita langsung cabut saja. Apak sebenarnya pengin makan bubur tumpang dulu, tapi kan dari rumah sudah habis makan siang, ingatlah itu perutmu Apaaakk, sudah maju bersenti-senti...hehe. Di sepanjang jalan Tawangmangu - Cemoro Sewu ini banyak orang-orang yang kebanyakan adalah anak muda nongkrong di pinggir jalan menikmati suasana pegunungan yang memang aduhai. Akupun ikut hanyut menikmati suasana di sekitar, toleh kanan toleh kiri isinya bukit-bukit hijau dihiasi kabut-kabut putih. Sepertinya ini pertama kali aku lewat jalur ini pakai motor, dan beda banget rasanya dibanding naik mobil. Aroma gunungnya lebih terasa.. Cieehh.


Namun rupanya ada masalah yang menanti, motor terasa mbrebet mbrebet...tak bisa lari. Padahal jalurnya masih naik-naik ke puncak gunung. Aku mulai khawatir, motor pun terasa makin memburuk. Akhirnya berhentilah di suatu kelokan. Aku sama Ken turun, Apak lalu mencoba naik motor sendirian, kalau-kalau saja memang kelebihan muatan. Akan tetapi ternyata sama saja, motor tak bisa lari. Setelah berpikir sebentar, akhirnya Apak mencari tempat servis di bukit sebrang sana yang katanya ada rumah temannya di Gondosuli. Sementara aku sama Ken istirahat dulu di sebuah warung di deket tempat berhenti tadi.

Berhenti di sini

Ternyata dari warung ini, view-nya baguuuss, subhanallah. Menghadap puncak Lawu yang dikelilingi bukit-bukit, serta dihiasi arak-arakan kabut putih. Di sini sekolahnya Ken dimulai, hehe sambil makan nasi goreng, menerangkan tentang mendung dan kabut, dan tentang emaknya yang pernah naik hingga ke puncak itu. Nasgor sudah habis, hari semakin sore, Ken mulai bete, batrei hp juga sudah tandas dipakai Ken nonton youtube. Apak belum muncul juga. Kepalaku sudah penuh dengan rencana-rencana, jikalau motor masih belum membaik. Untunglah, sebentar kemudian Apak muncul dengan motor sudah kembali fit. Mari berangkaaaattt!!


Karena belum sholat ashar, kami merencanakan untuk berhenti di Cemoro Sewu. Sekalian sholat sekalian menikmati pemandangan Cemoro Sewu. Suasana ramai sekali ternyata. Meski nggak naik ke puncak gunung, bisa banget lhoh wisata ke mari. Pemandangannya bagus, ada playground buat anak-anak juga. Hawanya dingiiin, airnya apalagi. Ketika wudhu terasa mak cees ….. seperti air dari kulkas. Kalau mau naik ke Puncak Lawu di sinilah salah satu gerbangnya, selain Cemoro Kandang. Meskipun berdekatan Cemoro Kandang masuk wilayah Karanganyar, sementara Cemoro Sewu termasuk wilayah Magetan. Tak lama kami di sana, karena sudah jam 5. Selesai sholat, kami langsung melanjutkan perjalanan. 

Dari Cemoro Sewu ke arah Sarangan ini jalurnya cukup lengang, di kanan kiri berupa hutan, tak ada rumah-rumah penduduk. Kabut turun, hingga tak bisa melihat jalan. Agak menyesal dikit, kenapa anakku tak bawa sampai ke tempat beginian, kalau merasa ngga nyaman dan kedinginan bagaimana, adoh lor adoh kidul. Untung saja dia kelihatan ceria. Sarangan pun sampai, agak lega rasanya. Akan tetapi kami bablas saja, sudah hampir Magrib. 

Dari Sarangan melewati telaga lagi, namun lebih kecil, namanya Telaga Wahyu. Di situ terlihat jejeran bebek-bebekan yang parkir di pinggir telaga. Eh, Ken langsung berujar “Apak, sesuk lewat kene numpak bebek kuwi yaa!”…. Kami cuma tertawa geli, gak bisa jawab.



Melewati Pasar Plaosan pengin mampir beli sayur-sayuran yang biasanya murah-murah dan masih segar, karena baru saja dipetik sama petani sayur di daerah situ. Tetapi sudah petang, jadi malas. Lanjut terus deh, Panekan lewat….Alhamdulillah sampai juga di wilayah Ngawi. Jam 6 lebih akhirnya kami berhasil memberi surprise embah, yang langsung gembira alang kepalang melihat si putu lanang.

Comments

  1. Waw wisatawan asinh mahal ya bayarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung aku ora wong asing tp yo ratau mtono 😂😂😂😂

      Delete
  2. Waduh asiek temen perjalan nanya mas ken emang sih daripada banyak lihatin kendaraan yg semrawut kaya benang kusut di jakarta lebih indah ngelihatin bukit2 itu mungkin jg selama perjalanan lelah pun gak di rasa karna kelelahan nya di bayar sama pemandangan yg indah huhh kepingin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kan om kepek sering jalan-jalan ke mana mana juga

      Delete
  3. seru ya, Travelingnya. jadi pengen seperti apa kata bu donna, yang penting bisa ganti suasana. Itu motor mogok kenapa bunda ? kok ngak pakai kendaraan roda empat aja kan lebih aman dan nyaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Motornya mogok karena kotor karburasinya. Belum punya roda empat mas, doain aja hehe

      Delete
  4. Wah seru nya.. Jadi pingin nyobain naik kuda disana juga. Hihi

    ReplyDelete
  5. Emang asik ya mak jalan-jalan keliling gini, gak perlu biaya mahal. Jadi kangen pengin ke Tawangmangu

    ReplyDelete
  6. aku lewat sana baru sekali Mba..tapi sayang ngga berhenti, padahal pengen banget poto-poto...huhuhu...

    ReplyDelete
  7. Mb nana mengingatkanku pada lawang sewu hihi
    Dulu aku di sana beli stroberi dan makan stroberi pertama kali malah
    Klo baca bocah bayik pke bahasa jawa lucu mb na, gemes

    ReplyDelete
  8. Aku juga mau naik bebek ahhh kalau ke telaga wahyu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang