Seberapa Hebat Kesabaran Nabi Muhammad?


Suatu waktu ada seorang ibu sedang menunaikan sholat, sementara anaknya yang masih balita ikut juga di sampingnya. Pertama balita ini mengikuti gerakan ibunya, tapi tak lama kemudian dia sudah bermain-main sendiri. Ketika rukuk, si anak tiba-tiba bergelantungan di leher ibunya. Agar melepaskan pegangan karena hendak berdiri, si ibu mencolek tangan si anak dengan agak kasar. Pun ketika sujud, si anak naik ke punggung ibunya dengan menghadap belakang. Si ibu bergerak sedikit saja, si anak bisa terjerembab. Si ibu sudah tak konsen, si anak ditariknya agar turun. Eh malahan turun sambil narik mukena ibunya. Si ibu akhirnya bisa duduk dengan mukena amburadul, dan rona muka yang cukup kesal. Siapa sih si ibu itu?? Ya jelas aku dong hahahaha..... Aku suka kesel kalau digituin anakku pas sholat. Ken mencoba naik punggung atau menarik mukenaku, sementara aku berusaha menepis/menghindar. So exaushted!

Kisahku itu tentu berbeda sekali dengan kisah Nabi Muhammad yang berikut ini.
 " Suatu waktu cucu Nabi, Hasan, masuk ke masjid sedang Nabi dalam keadaan sujud. Cucunya itu lantas naik ke punggungnya. Maka Nabi memanjangkan sujud, sampai Hasan turun dari punggungnya. Ketika sholat selesai, beberapa sahabat bertanya, "Anda memanjangkan sujud?" Nabi menjawab, "Cucuku datang dan menunggangiku. Aku tak ingin ia kecewa dengan memaksanya cepat turun".


Lihat kan perbedaannya? Adem sekali baca kisah Nabi Muhammad tersebut bukan? Tidak ada drama, tidak ada kemarahan, tidak ada kekesalan nabi terhadap cucunya. Ya, aku seringkali tak sabar, karena ingin cepat melakukan sesuatu tanpa gangguan, tanpa memikirkan apa yang sebenarnya ada di pikiran anak. 


Sumber: pixabay.com

Kisah berikut ini juga menggambarkan kesabaran Nabi yang luar biasa dalam hal lainnya.
"Waktu itu Nabi memulai dakwah di Makkah. Ketika hendak menuju masjid, beliau selalu diludahi oleh seorang kafir Quraisy. Meskipun begitu, Nabi tidak terpancing emosinya. Jadi begitulah, tiap Nabi lewat menuju masjid, orang kafir itu meludahi beliau.
Suatu hari Nabi hendak ke masjid, ketika sampai dimana beliau biasanya diludahi, tak ada lagi orang yang meludah. Bagaimana reaksi beliau, senangkah? Justru Beliau mencari tahu, di mana gerangan orang yang selama ini selalu meludahinya, kok hari ini tidak meludah lagi kepadanya. Kemudian ketika beliau tahu bahwa sang peludah itu dalam keadaan sakit, beliau pun segera menjenguknya. Melihat kedatangan Nabi, spontan sang peludah terharu, menyesal dan sangat terkesima dengan sikap beliau. Peludah itu pun bersyahadat.

Berikut ini video klip dari salah satu lagu Maher Zain, yang berjudul "The Chosen One", yang merupakan gambaran dari akhlak mulia Nabi.



Coba saja jaman sekarang ada orang yang diludahi, pasti panjang ceritanya. Bisa jadi berantem atau malah tawuran berkepanjangan. Dari kisah Nabi Muhammad di atas, kita bisa melihat kan bahwa akhlak Nabi Muhammad sungguh hebat. Kesabaran dan kasih sayangnya terhadap orang-orang di sekitar menggambarkan keagungan akhlak beliau. Sudah selayaknya kita umat Islam meneladani sifat beliau agar kemajuan negeri ini tercipta. Contoh kecilnya saja, saat di jalan raya kita harus sabar dalam mentaati peraturan yang ada. Tak usah menyerobot jalur kendaraan lain, tak usah menerobos lampu merah, tak usah berkendara dengan kecepatan tinggi dsb. 

Untuk itulah, sejak dini anak-anak perlu kita ajarkan tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Bukan cuma anak saja, ibunya, seperti aku ini juga masih harus banyak belajar. Membacakan cerita tentang Nabi Muhammad untuk anak sebelum tidur menjadi hal yang sangat tepat. Terlebih lagi sekarang ada buku "Kisah Hebat Nabi Muhammad", sehingga kita dan anak dapat belajar bersama dengan menyenangkan. Enaknya lagi “Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad bisa dibeli di MatahariMall.com”.



Sumber:

http://m.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2015/02/09/38315/tebarkan-kasih-sayang-rasulullah-1.html#.V2jEjcb-LGU

http://m.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2011/10/26/4037/ingin-dapat-rahmat-jadilah-pribadi-santun.html#.V2ovNMb-LGU

https://m.youtube.com/watch?v=QbICjWI7Vrw

Comments

  1. Sama kayak saya mba kalau lagi solat anak saya menanti pas saya sujud biar ditaekin yang ada saya jadinya suka cepet2 sujud biar ga ada kesempatan ditaekin anak.

    Masih teramat jauh untuk meniru Rasullah hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha sama mbak, sujudnya jadi cepet2,

      Delete
  2. Semoga kesabaran nabi ini bisa menginspirasi kita semua untuk lebih sabar dalam segala hal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin. Bukunya kayaknya bagus tuh mbak buat anak2

      Delete
  3. wow, infonya keren kak.. kalau ingin tahu tentang web gratis yukk disini saja.. terimakasih..

    ReplyDelete
  4. Semoga kita bisa meneladani sifat-sifat terpuji nabi Muhammad SAW ya mba, supaya hati juga tenang dan tentram :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Bener mbak, kalau ngga sabar itu memang bawaannya emosiii

      Delete
  5. Iya yam betawa rasul sangat terpuji lagi mulia, beda dengan umatnya yang kalo disengol sedikit langsung perang hihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kata sticker di motor2 itu "senggol bacok" hehe

      Delete
  6. Buku yang bagus, mbak. Saya belajar keteladanan nabi-nabi dari buku ini sambil bercerita ke anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udah punya bukunya ya mbak Helen, sip deh

      Delete
  7. Iya ya, aku bisa nggak ya sesabar baginda Nabi,.. belum bisa kayaknya sesabar itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi sama mbak Manda, ya pokoknya terus belajar lah

      Delete
  8. buku yang bagus banget untuk anak juga kita sebagai orang dewasa..
    goodluck buat lombanya yah Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya sayapun juga butuh buku ini mbak Ira. Amin, Makssih ya

      Delete
  9. Rasulullah memang orang tua yang hebat!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang