Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

Jauuuuuhhhh sebelum ada program pemerintah tentang diet kantong plastik, ada seorang kisanak tak dikenal khalayak yang sok gaya-gaya gitu pengin ngurangin kantong plastik. Dia ini sering menolak kantong plastik yang hendak diberikan kasir, pak sayur, atau mbok bakul di pasar. "Sering" lho ya, bukan berarti "selalu", karena kadang ada situasi kepepet, seperti barangnya banyak, sementara tasnya sudah ngga muat. Atau mungkin juga karena barangnya nggak mungkin ditekem pakai tangan gitu. Lalu apa sih sebenernya motivasi si kisanak melakukan hal itu. Apa mau sok gaya ngikut2 aktivis go green? Mari kita tanyakan.

  • Hai kisanak, apa yang memotivasi anda untuk mengurangi sampah kantong plastik?
         Aku sangat berusaha untuk mengurangi sampah plastik, karena sampah plastik ini sangat merepotkan sekali. Luuuuaaama banget terurainya, kena angin melayang kemana-mana, produksinya pakai energi pula. Aku bilang begitu karena ada kejadian yang mendorongku untuk melakukan diet kantong plastik. Pertama, aku hidupnya di desa, di mana sampah itu harus dikelola sendiri. Mungkin bagi orang kota enggak terlalu kepikiran buat diet kantong plastik, karena sampah sudah ada yang ngangkutin. Jadi ga kepikiran, wong tinggal cemplungin tempat sampah, ntar udah ada yang ngurus lagi. Beda dengan yang di desa, tempat pembuangan akhir biasanya berupa lubang di belakang tiap-tiap rumah. Nah kalau kebanyakan plastiknya, lubang bakal cepat penuh. Mana itu plastik nggak busuk-busuk kan, kalau diceker-cekerin ayam plus diterpa angin wah itu pekarangan belakang jadi ngga karu-karuan. Terus ntar ketimbun-timbun, giliran nyangkul mau nanem lengkuas dalemnya tanah isinya plastik mulu..haha pengalaman. Maka aku pun bertekad untuk mengurangi penggunaan plastik.
       Lalu yang kedua, ketika itu aku berkunjung ke rumah kerabat di Semarang. Begitu ada waktu senggang, aku mengajak suami buat berkeliling kota Semarang dan akhirnya, tertarik untuk mengunjungi Gua Kreo. Nah ketika menuju ke sana, ternyata kami salah belok dan tersasar ke suatu wilayah yang ternyata itu adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di daerah Mijen. Huuuooo saya takjub itu dengan pemandangan di sana, plastik-plastik terbawa angin menyebar ke berbagai arah, termasuk ke seberang jalan raya di dekatnya, terus temangsang di pohon-pohon, padahal TPA nya agak masuk gitu tempatnya, dan gunung sampahnya terlihat warna-warni berbagai sampah plastik. Sementara, baunya jangan ditanya. Hmmm..,sampahnya cuma ditumpuk gitu aja, selesai. Jadi kalau kita tidak mengurangi sampah, bakal jadi berapa gunung lagi nanti. Dan sampah plastik adalah sampah yang seharusnya bisa kita kurangi.

Kantong plastik yang kukumpulkan

  •    Lalu bagaimana caranya kisanak mengurangi kantong plastik?

Lha ya gampang saja, kurangi kantong plastik #mringis. Berikut beberapa cara mengurangi kantong plastik ala-ala aku:
- biasakan bawa kantong plastik dari rumah atau tas belanja ketika hendak ke pasar. Untuk sayuran yang besar langsung taruh saja di wadah kita, ngga usah dibungkus (terong, sawi, labu siam, dll)
- selalu sediakan kantong belanja/plastik di dalam tas, sehingga sewaktu-waktu mampir belanja di toko atau minimarket kita sudah punya kantong sendiri kalau belanjaan kita banyak. Kalau belanjaan dikit, langsung saja masukin tas yang kita bawa.
- kalau membeli makanan yang lewat depan rumah, seperti bakso, bubur, dll kita sodorin langsung mangkok kita, jangan dibungkus.
- kadang dari toko A kita mampir ke toko B, dari toko A udah dikasih kantong, nah di toko B jangan mau dikasih kantong lagi jika barangnya masih bisa ditaruh dalam kantong dari toko A.
- nyegat pak sayur di depan rumah bawa wadah sendiri, atau ditenteng saja kalau ngga banyak sekali.
- sebaiknya hindari perilaku konsumtif, karena kantong plastik biasanya  didapat dari belanja-belanji barang.

  • Jadi kisanak setuju dengan pemerintah yang mengujicobakan peraturan membayar kantong plastik?
 Lha aku setuju banget...nget...nget....NGET, jadinya aku merasa ada temennya, sehingga tambah semangat lagi untuk lebih mengurangi penggunaan kantong plastik. Karena selama ini aku merasa sendirian dalam usaha ini. Suami yang sering aku curhatin ngalor ngidul tentang pentingnya mengurangi plastik aja masih mental. Belum kepikiran, dan nggak tlaten sepertinya. Maka dari itu, sekecil apapun langkah pemerintah, aku mengapresiasi. Karena semua hal berawal dari kecil dulu kan. Kalaupun ada yang kontra, itu biasa saja, karena komen kan memang gampang. Semoga pemerintah tetap istiqomah, dan selalu berusaha untuk menyempurnakan usahanya untuk menjaga bumi kita ini.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang