Mengisi Liburan Anak

         Liburan sekolah kali ini keponakanku, mas GF, yang tinggal di Tangerang dikirim ke dusun. Selain untuk mengobati kangen mbah, juga untuk melatih kemandiriannya. Karena rencananya selepas SD ini, dia bakal dimasukin ke pondok pesantren. Ken mah seneng banget ada temen buat main, tetapi kadang mas GF enggak telaten juga momong dik Ken haha. Selain Mas GF, keponakan lain yang rumahnya cuma beda kecamatan juga ikut gabung. Lengkaplah sudah chaos nya. Ada anak-anak kecil di rumah, dan menginginkan mereka tidak main gadget? Emaknya ini dituntut kreatif dan rela ber-apa saja...menemani bermain, rumah berantakan, dapur acak-acakan #tarik-nafas-dalam2-dan-hembuskan. Keponakanku ini semuanya seusia SD, jadi sudah lumayan mandiri dan bisa diminta melakukan berbagai hal. Maka untuk mengisi liburan anak kali ini, kami melakukan berbagai kegiatan yang murah meriah, seperti:

  • Bersepeda

Kegiatan ini menjadi favorit anak-anak, karena mereka bisa bergerak bebas di luar ruangan. Ya maklum, di rumah mereka sendiri, tidak bisa untuk main sepedaan dengan bebas. Kalau di rumah mbah ini halamannya luas, jalanan masih sepi dan deket sawah yang kebetulan ini memasuki musim tanam, jadi pemandangannya ijo royo-royo. Sebentar-bentar mereka akan "nyengklak" sepeda masing-masing, kadang hanya berputar di halaman, atau berputar satu blok rumah, atau ke sawah.
   
  •  Piknik
Rumah mbah ada di sekitar kaki Gunung Lawu, jadi agak dekat ke area perbukitan, sekitar 10 km. Kami pun ada ide untuk mengajak anak-anak pergi piknik ke daerah perbukitan. Pertama kami ajak untuk mendaki sebuah bukit, Ken ikutan seneng banget, minta jalan sendiri. Eh tak lama kemudian minta gendong sama bapaknya, katanya capek hehe. Anak-anak juga begitu antusias sekali, cepet-cepetan naiknya, dan akhirnya terseok-seok turunnya haha.

Cuci tangan di sungai yang jernih
Maem nyam nyam
Setelah sampai bawah, kami menggelar tikar di bawah pohon pinus, di sebelah sungai kecil yang jernih airnya. Dikeluarkanlah bekal makanan dari rumah. Dan kamipun makan dengan lahap. Bener-bener piknik yang murah meriah....cuma modal bayar parkir tiga ribu rupiah, hihi.
Selain itu, piknik juga kami lakukan di sawah. Makan ditemani semilir angin, dan pemandangan alam yang luas....oh sedap sekali.

  • Berenang
Anak dan air rasanya tak terpisahkan. Ya, anak-anak biasanya selalu senang bermain air. So, kami membawa anak dan keponakan kami untuk bermain air. Ya, cuma main air, tidak beneran renang, karena belum ada yang bisa renang di antara kami haha. Selain ke kolam renang, kami juga membawa mereka ke sungai di dekat rumah mbah. Di sana mereka bisa melihat dan belajar tentang benda-benda yang ada di sungai, seperti, batu, air, hewan air, dan juga bermain kapal-kapalan dari daun bambu.    

Di kolam renang
Di sungai

  • Crafting
Kalau lagi males keluar rumah untuk sepedaan, atau karena lagi hujan anak-anak ini biasanya bakalan langsung ngendon di depan TV pegang tab atau hp. Sampai-sampai yang punya hp bakal susahhh itu mau cek message. So, untuk menghentikannya anak-anak harus diberi kegiatan. Sebagai contoh, membuat dan bermain dengan homemade playdough, membuat karya dari kertas kokoru, dan juga membuat ragam hias dari kertas warna-warni.


  • Membantu berbagai pekerjaan
Aku kurang tahu, di rumah masing-masing para keponakanku ini biasa melakukan pekerjaan rumah apa engga. Tapi kakakku berpesan, agar mereka melakukan sendiri kegiatan pribadinya. Jadi ya mereka aku minta mencuci baju-baju mereka sendiri, menggoreng sendiri telor ketika hendak makan telor goreng, dan meminta tolong mereka untuk membantu berbagai kegiatan rumah.

Membantu mbah di sawah

  • Memasak

Anak-anak sangat menyukai kegiatan masak bareng-bareng ini. Mereka sudah cukup terampil memakai peralatan dapur, jadi aku cuma mengawasi dan membantu sedikit saja. Kucarikan resep-resep yang mudah, lalu mereka sendiri yang mengeksekusi, termasuk berbelanja barang-barang yang dibutuhkan di warung tetangga. Beberapa resep yang mereka buat selama ini yaitu jus buah, es lilin, jelly, es krim jelly, brownies kukus, cilok, tahu bulat, dan kurma coklat.


  • Cerdas cermat
Demi menghindarkan anak-anak dari gadget dan mengatasi kebosanan aku harus putar otak. Cerdas cermat jadi temuanku yang paling fantastic buat mengatasi kebosanan mereka. Anak-anak antusias sekali, dan selalu minta diadakan lagi dan lagi....yaiyaaa, soalnya hadiahnya uang..hehehe. Kan di rumah banyak banget uang receh, nah aku dapat ide buat cerdas cermat ini. Setiap satu pertanyaan yang benar dapat 500 rupiah. Lhah, malah besoknya ternyata mereka berburu recehan di seantero rumah, nyapu-nyapu bawah kursi, terus hasilnya dibawa ke hadapanku, dan minta dikasih pertanyaan haha. Sore tadi mereka minta lagi, tapi keburu lupa ketika terselip kegiatan lain.

Menghitung hasil


Sekarang liburan sudah hampir usai, beberapa keponakan sudah kembali ke rumah masing-masing. Tinggal 2 orang saja, tapi lumayanlah masih bisa dimintai tolong melakukan ini itu #tantepenuhmodus. Semoga liburan kali ini kalian mendapat berbagai hikmah ya wahai keponakan.

@Ngawi, dini hari yang dingin di awal tahun 2016.

Comments

  1. Liburan yang menyenangkan ya Mbak untuk anak-anak, keponakan. Liburan sambil belajar ^^

    ReplyDelete
  2. Iya mbak, seneng banget mereka...berkumpul sesama sepupu dan melakukan kegiatan bersama2

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri