Bagaimana Cara Makan Mundu?

   Beberapa waktu yang lalu, aku ke pasar diantar ay. Ketika melewati kios-kios kelontong, tiba-tiba aku dicolek ay "itu buah apa ya?" tanyanya sambil nunjuk ke dagangan simbah tua. Kulihat ada buah berwarna kuning, pasti itu yang dimaksud. "Kayaknya itu mundu deh, kamu mau nyobain?" kataku. Akhirnya belilah buah kuning itu tiga ribu rupiah, dapat banyak, 10 butir lebih. Kiranya si ay tak sabar mencicipi buah yang baru kali ini diliatnya, ketika kutinggal belanja, eh dia njedodot di depan sebuah toko yang tutup, dan mencicipi itu buah. Begitu aku menyusulnya dan melihat dia makan aku langsung nimbrung,, minta bagianku. Tanpa pikir panjang kugigit langsung..dan aww aww aww...aku meringis..asem bener saudara-saudara. Jadi inget tadi memang simbah bakulnya pesan makannya kalau udah empuk buahnya.
Mundhu

    Aku dulu udah pernah nyicipin kayaknya, tapi sudah lupa rasanya. Pas aku kecil ada satu pohon di samping rumah, tapi jarang berbuah. Sekilas seperti jeruk ya pada gambar di atas? Bisa mirip banget karena mundhu nya sudah agak layu, jadi kulitnya agak keriput kayak kulit jeruk. Gedenya memang sebesar jeruk sih. Pas masih seger kemarin, kulitnya halus banget, mengkilat gitu. Aromanya enak banget, harum seperti mangga matang. Tapi rasanya cukup asam. Bijinya gede-gede sebanyak 3-4 buah, saling menempel. Nah daging yang nempel di biji ini lumayan manis, tapi sayangnya cuma tipis. Sementara yang nempel di kulit, dagingnya lumayan tebal, tapi asem nya ampun- ampun. Nah yang kumakan waktu di pasar itu rupanya keliru, aku makan kulitnya hahaha..


      Makan buah mundhu ini harus serba hati-hati pokoknya, daging kulitnya asam banget. Sementara kalau makan daging biji, jangan sampai ngegigit lapisan kulit bijinya. Beeuuhh pahit nyetek rasanya... Meski begitu, seneng juga nyobain buah yang cukup langka ini.
   

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri