Ken's moments

Kadang-kadang dengan polosnya si bocil bisa bikin aku gemes dan ketawa ngakak. Sekarang sudah bisa ngeyel atau ngerjain biyung e ini. Contohnya, habis sahur aku tidur-tiduran nemenin dia yang kebangun dan minta minum susu. Tidur-tiduran ternyata bikin aku liyer-liyer lagi. Tapi aku langsung terbangun kaget ketika merasa ada yang mengusik bibirku, ternyata eh ternyata... Si Ken lagi berusaha memasukkan dot nya yang sudah habis isinya ke mulutku. Hiihi ni anak emang suka ga rela kalau liat aku tidur. Seringnya juga kalau aku ketiduran dia bakal nyayang-nyayang pipiku biar aku bangun....

  • Kalau hendak bobok, Ken suka sekali dipijit. Tak jarang dia minta juga diinjak-injak,.....lhaaahhh? Iya apalagi kalau bukan niru bapaknya yang sering minta injak-injak. Yang konyol adalah ketika aku menginjaknya pelan dengan satu kaki, lha kok dia ngeyel minta pakai dua kaki. Oalah le rumangsamu ki apa kuattt? Lalu tak kalah konyolnya adalah dipijit minta pakai minyak, yang minyaknya ini harus sesuai requestnya, karena kalau tak sesuai dia bakal teriak-teriak. Apakah itu pakai minyak tawon, minyak telon, atau minyak kayu putih, dia selalu minta diperlihatkan dulu botolnya. Terlebih lagi, dia kadang juga minta pakai uang, minta dikerokin hihihi. Soalnya sering lihat aku ngerokin bapaknya, jadi tiru-tiru deh.                                 
  • Suatu malam, ia berangkat tidur. Seperti biasa, kalau ngantuknya belum sampai pada level berat, pasti ada aja yang diminta. Kadang minta mimik susu di botol, kadang liat youtube, kadang minta diceritain. Kali ini dia minta dipijit. Dia segera berposisi tengkurap, dengan kedua tangan mengalasi dagu,  dan minta pakai minyak tawon. Lalu ketika kupijit-pijit dia tiba-tiba teriak "enaaaaaakkk". Walaaah, aku langsung ngakak. Gayamu kuwi lho leee...
  • Dia itu suka sekali minum yakult, suatu ketika waktu minum itu ditanyain sama mbah "mimik apa le, mbah nyuwun?". Lalu ia menjawab "mik akul" katanya sambil nyodorin ke mbah. "Moh le, kecut". Komentarnya adalah "ncut..ncut..egel" (kecut-kecut seger). Lalu di lain waktu kalau aku bilang "hiii..yakult e dinginn", jawabnya "ingiin api naaak" ( dingin tapi enak).
  • Pagi-pagi bangun tidur aku merasa perut perih karena laper, aku pun bergumam "duh laper e", eh dia denger langsung nyahut "apa bun?", "bunda laper", jawabku. Langsung saja dia menimpali "maem a!", aku pun langsung nguyel2 dia karena gemes  (11/7/15).
  • Sore itu aku sedang sibuk mencuci, tiba-tiba Ken mendatangiku sambil menangis dan mengusap lidahnya berkali-kali. Kutanya kenapa dia ga jawab malah tambah kejer dan makin keras menggosok lidahnya. Segera kubasuh muka dan mulutnya pakai air, tapi tetep nangis. Kupikir ada rambut di lidahnya, tapi ternyata tidak. Kulihat sebagian tangannya ada sedikit kotoran, aku terpikir apakah dia habis makan sesuatu yang pedas atau pahit…aku mulai agak khawatir, takut dia nelen sesuatu yang beracun. Kuminta ia untuk muntah, meski aku gak yakin dia paham dengan instruksiku. Ternyata ia mudeng juga, meski hanya berhasil nglepeh liurnya. Kemudian mulailah ia terbatuk-batuk dan akhirnya muntah beneran. Setelah muntah, kuminumi air putih berkali-kali. Barulah ia tenang. Kutanyai "Ken maem apa tadi, pedes?" "Engga", jawabnya. "Pahit?" "Iya"! Lalu mengajakku keluar dan menuju ke satu sudut halaman. Dia berhenti di depan salah satu pot tanaman dan menunjukkan padaku. "Iki lho!" Aku pun terpana, "Ken maem daun ini?" tanyaku. "Iya!" jawabnya. Aku pun langsung terbahak geli, masyaallah..anakku ternyata habis makan daun kamboja jepang!! (20/7/15)
  • Demam akik ternyata melanda anakku juga, meski belum mudeng apa itu batu akik, tapi kosa kata batu akik sudah masuk ke daftar katanya. Dan yang bikin aku ketawa itu tadi pagi, ketika kami melewati dapur kebetulan radio di dapur nyala dan ada penyiar yang cuap-cuap tentang batu akik. Tiba-tiba dia bilang "Lho bun, batu akik!" "Batu akik ki apa?" tanyaku. "Bla..bla..bla.. Sing erbang uwur anget ae", aku hanya terkekeh sambil ber-ooo ria. Entah apa yang ada di pikirannya tentang batu akik (4/8/2015)
  • Kemarin lusa kami sekeluarga tilik keponakan yang sakit di RS dan pulangnya mampir belanja. Habis belanja kami hendak makan di warung bakso. Nah waktu perjalanan ke tempat makan ini, keponakanku minum teh botol. Ken melihat dan rupanya pingin minuman itu, tapi keponakanku ga boleh, eh tiba-tiba aja Ken berujar "Dik Ken mimik eh teh e ning nggon aem akso ae og". Aku pun terkekeh, ternyata dia sudah paham kalau di warung bakso juga bisa pesen es teh. (5/8/2015)
  • Siang itu perutku sakit, dan dia baru saja bangun tidur siang. Untuk mencegah dia rewel yang ga penting, aku bilang "Duh, bunda perut e sakit," "ga, pa pa," sahutnya. "Duh, sakittt" ujarku lagi sambil nyengir. "Lha kenek apa?" tanyanya. Hihi ternyata dia sudah paham sakit itu ada sebabnya. (7/8/2015)
  • Kemarin aku dan Ken habis dari Ngawi naik bus, lalu dijemput peip di Palur. Sebelum pulang kami mampir dulu di tempat makan. Waktu aku selesai makan, peip belum selesai lalu aku pamit ke toko depan sebentar beli susu. Nah di toko Ken melihat mainan mobil-mobilan, kepengin deh, lalu minta dibelikan. Berhubung mobil-mobilan itu harganya ratusan ribu, maka mulailah jurus tawar aku keluarkan. Bunda: "Dik Ken nek mundut mobil, uang e ga cukup nggo tumbas susu. Ngko bengi ga bisa mimik kempong pong pong". Ken: (terlihat agak gamang, tapi tetap nunjuk mobil-mobilan). Bunda: "Bunda uange cuma dikit, dik Ken pilih mobil apa susu?". Ken: "mobil. Bunda: "OK, tumbas mobil, tapi ngko bengi nek nangis nyuwun mik kempong ga duwe susu lho ya!". Ken: "Iya, ngko susune sing numbasne bapak" Bunda: (Oh noooo, anakku kok udah tricky giniii ) (28/8/15)

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri