Ramadhan dan Bedug Masjid

        Ramadhan sebentar lagi datang. Pengalaman ramadhan di waktu kecil rasanya tak pernah hilang dari ingatanku. Kami selalu menyambut ramadhan dengan suka cita. Aku menikmati masa kanak-kanak pada tahun 90-an di sebuah kampung kecil jauh dari hingar bingar kota. Nah berhubung waktu itu belum ada listrik, jadi keberadaan bedug sangatlah diperlukan, agar seantero dusun bisa tahu jika tiba waktu sholat. Apalagi saat ramadhan, suara bedug Magrib yang bertalu-talu sangat dinantikan. Berkaitan dengan bedug ini aku punya 2 pengalaman yang selalu bikin aku senyum. Yang pertama ketika kelas 1 SD, aku belum terlalu kuat puasa. Aku ingin sekali puasaku sampai bedug berbunyi, tapi perutku rasanya sudah tak kuat lagi. Akupun merajuk pada ibu untuk membunyikan bedug, agar aku bisa segera berbuka. Akan tetapi tentu saja ibu gak mau, kan bukan wewenang ibu, apalagi emang belum waktunya tiba. Aku pun akhirnya menangis hihi.
       Terbatasnya hiburan karena belum ada listrik membuat aku lebih banyak bermain dengan teman-teman. Masjid kecil kampung menjadi salah satu hiburan kami. Kenapa? Karena di masjid lah kita bisa bertemu dengan banyak teman, mengaji lalu diakhiri dengan bermain. Kalau di rumah aja kan cuma bengong gelap-gelapan. Jadi meskipun mengaji hanya diterangi lampu ublik, kami tak pernah mengeluh atau gimana gitu. Biasa aja. Tetep ceria. Apalagi saat ramadhan, masjid menjadi rumah kedua kami. Shalat lima waktu di masjid, shalat tarawih juga di masjid yang kemudian dilanjutkan dengan tadarus sampai jam 11-12an. Suatu siang habis dhuhur, aku dan temanku tidak langsung pulang. Kami bermain-main dulu di masjid bahkan merencanakan tidur siang di masjid. Entah siapa yang memulai tiba-tiba kami bernyanyi sambil memukul-mukul bedug. Semangat sekali sampai-sampai kami memukul dengan keras dan tiba-tiba datang seorang tetangga yang rumahnya dekat masjid sambil marah-marah. Karena kaget kita pun langsung terdiam. Aku malu banget jadinya hehehehe





      

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang