2 Tahun Sudah Bisa Apa?

Tanggal 30 April kemarin, tanpa terasa sudah genap dua tahun umurmu, Pangeran kecil. Meski hanya ada ucapan dari beberapa orang, tanpa pesta, tanpa perayaan, bahkan tanpa buceng tironan, bukan berarti aku tidak menyayangimu. Aku sendiri pun tak pernah merayakan ulang tahun, jadi perayaan ulang tahun memang bukan tradisiku. Meski begitu momen ini bisa kita manfaatkan untuk mengkaji apa yang telah kita lakukan pada waktu yang lalu, untuk membuat perbaikan di masa yang akan datang.

Sekarang ini kau semakin kritis, banyak bertanya, banyak meminta, sering nge'les' dan banyak bercerita. Tetapi semua itu justru membuatku bahagia. Aku senang kamu bercerita meski kalimat belum begitu sempurna. Maafkan aku selalu tertawa ketika kamu mengatakan hal-hal yang di mataku terlihat konyol, padahal kamu merasa sudah mengatakan suatu kebenaran, contohnya;
* Waktu habis magrib, cuaca dingin, aku mencari sesuatu di dalam kulkas, kamu ikut melongok dan melihat tumpukan es batu.
Kamu: Bun, mimik es teh!
Aku.  : yahmene kok mimik es teh, dingin, sesuk wae nek wis padhang. (Maksudku untuk menjelaskan besok kalau sudah siang)
Kamu: Kuwi lampune wis padhang, bun. (Jawabmu sambil menunjuk ke lampu)
Aku: ...ajdgdtdhddj!!!!!

* Setelah mengobrak-abrik kotak serbaguna punya mbah, kau datang kepadaku sambil membawa bodrexin.
Kamu: Bun, mimik obat ilik.
Aku.   : Iki dimimik nek dik Ken sakit.
Kamu: Dik Ken iki kakine akit (katamu sambil menyodorkan kaki yang memang agak sakit terantuk sesuatu).
Aku: (_ngakak_) .... Dudu sakit kaki, dimimik nek dik ken sakit panas, okay?
Kamu: (melongo)
Aku dan Kamu

Ketika ada di tempat mbah seperti sekarang, lalu ditanya bapak kemana, jawabmu begini: Apak nja, ali uang, mbas mbil-mbilan, men, usu, akul (Bapak kerja, cari uang, nggo tumbas mobil-mobilan, permen, susu, yakult). Kesenanganmu yang lain ketika ikut aku masak di dapur mbah adalah uleg-ulegan, deplok-deplokan, dan main abu. Seperti kemarin abu kau masukkan penggorengan lalu kau aduk-aduk. Untung saja minyaknya udah ga bagus, jadi ga pa pa deh, aku biarkan saja. Dan aku pun tertawa ngakak ketika kau tiba-tiba teriak "gosong,...gosong". Pastilah kau menirukan kebiasaanku ketika menggoreng. Terbukti juga kau senang mengambil telur di kulkas, lalu mengketuk-ketukkan ke meja dapur.

Permainan yang paling kau sukai adalah mobil-mobilan, jadi tak heran kau juga senang sekali lihat video mobil di youtube, sampai-sampai kuota internet jebol mobol-mobol..haha. Di toko mainan pun mobil-mobilan lah yang selalu kau ambil. Menuntun sepeda juga jadi kegemaranmu, meski belum bisa nuntun sendiri. Akan tetapi tak jarang aku sering beralasan ketika kau ajak aku menuntun sepeda hihi. Main petak umpet dan kejar-kejaran juga jadi permainan favoritmu, sampai aku susah mengajakmu berhenti padahal aku sudah kecapekan.

Akhir-akhir ini kau suka ikut wudhu lalu sholat, yah sholatmu masih sekadar berdiri, membungkuk dan sujud. Tetapi aku girang bukan kepalang kamu bisa melakukan itu. Bahkan ketika kuminta kau berdoa setelah sholat, kau tengadahkan kedua tangan dan berkata"amin". Saking semangatnya beberapa hari lalu ketika hendak mandi, baju udah dicopot semua eh kamu mlah wudhu terus lari ke tempat sholat... Duh duh sholat kok telanjang tho dik..dik..

Kalau lagi mood juga, ditanyain ini mau jawab, tapi kalau lagi ga mood, pasti ngaco pakai bahasa planet.
Bunda: Tuhan?
Ken: Awwah (Allah)
Bunda: Nabi?
Ken: uamat (Muhammad)
Bunda: Agama?
Ken: isyam (Islam)
Bunda: Kitab?
Ken: Al unan (Alquran)

Aku harap kau selalu diberi kesehatan, tumbuh optimal, menjadi anak sholeh, kreatif, mandiri, pemberani, ramah, dan dermawan. Amiin.


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri