Ken di Usia 20 Bulan

     Dari jaman hamil, cita-citaku itu hendak mendokumentasikan segala perkembangan Ken dalam bentuk tulisan sejak lahir, buat kenang-kenangan. Ya minimal tiap satu bulan lah. Tapi apa daya, ternyata tidak kesampaian. Baru kali ini aku bisa mewujudkannya, dan ternyata tahu-tahu Ken sudah berumur 20 bulan tanggal 30 Desember kemarin huahaha. Ohooooo, ke mana aja sih aku 20 bulan ini? #nanya-sama-sayur-bayem.
   Yeeaahhh, overall perkembangan Ken bagus, hampir sama dengan tabel perkembangan anak kecuali satu hal. Masalah berat badan. Kalau orang-orang di luar sana sibuk mikirin gimana diet yang bagus agar bisa turun berat badan, justru kami (Ken dan emaknya) sibuk mikirin gimana bisa nambah berat badan ini.
Ken dan emaknya emang sama-sama cungkring...duh ...duh ...So, bagaimanakah perkembangannya sampai 20 bulan ini?
  • Lagi demen banget main sepeda roda dua, padahal belum bisa nuntun ataupun naik. Lhah terus kepriben? Ya emaknya ini yang jadi korbannya, nuntunin sepeda, dia nya yang mendorong. Kalau sudah main sepeda gini susah banget berhenti, padahal emaknya udah ngos-ngosan dan iapun sudah bermandikan keringat dan wajahnya memerah. Kalau mau berhenti pasti ada dramanya, dia pake nangis-nangis gitu. Jadi kalau emaknya lagi ga mood nuntun sepeda, sepedanya diumpetin..hihihi.
  • Nge-fans sama pak sayur. Lagi asyik-asyiknya main mobil-mobilan atau dikelonin emaknya buat bobok pagi tiba-tiba ada bel motor dari luar teeett ...teett ...teett .. langsung terlonjaklah si bocil sambil teriak gegap gempita "Pak ayuung ... pak ayung ... men ...men" maksudnya "itu ada pak sayur, ayo beli permen"
  • Sangat ingin mandiri. Melihat emaknya melakukan sesuatu, dia pengin juga bisa dan tidak mau dibantuin, contohnya saja: ikut ngupas mangga, ngiris sayuran, nyapu dll sambil bilang "wewe ...wewe", maksudnya "dewe ... dewe (aku lakukan sendiri)"
  • Tidak takut keramas. Dulu tiap diguyur kepalanya nangis-nangis ga jelas, sampai emaknya ikut basah kuyup. Sekarang udah happy-happy aja diguyur kepalanya, reaksinya paling berkata "hoooahhhm" sambil mengerjap-ngerjapkan mata.
  • Bobok tanpa nenen. Meskipun belum konstan setiap hari, tapi sudah mulai sering bobok sendiri tanpa nenen. Cukup dipuk-puk atau diusap-usap punggungnya. Malah kalau pengin ngerjain emaknya, minta dipijit pinggangnya (nunjuk-nunjuk pinggang) sambil bilang "nyak ...nyak .." maksudnya "mau dipijat pakai minyak kayu putih/telon" ..jiiaahhh ...
  • Sudah bisa berhitung dengan benar dari angka 6-10, jadi kalau ngitung tiba-tiba nam, uju, apan, ilan, uluh.. 
  • Suka nonton youtube. Tiba-tiba aja nylingkrik di kursi, terus nyeklekin stavolt.. sambil teriak-teriak "eyok tek ..eyok tek (ndelok truk )" maksudnya "lihat truk di youtube". Bocil ini suka banget sama alat transportasi, rata-rata anak cowok emang gitu sepertinya.
    Khusuk nonton mobil di youtube
  • Narsis tingkat kecamatan. Suka banget melihat foto-foto dan videonya sendiri. Kalau habis difoto, langsung lari ke yang memfoto sambil bilang "yok ..yok ..yok (ndelok..ndelok) ..maksudnya "Lihat ...aku lihat hasil fotonya"
  • Sudah memiliki keahlian memberi aba-aba markir mobil. Begitu melihat mobil hendak jalan atau mau parkir, dengan sigap dan lantang dia akan teriak-teriak "teyuus ...teyuuss ..pool ... anaan ..teyuuss ...hoop", aku sampai terkikik kalau melihat semangatnya, pakai tangan diayun-ayun segala. Beberapa hari ini dia bisa ngomong "pol", sebelumnya dia bisanya "pong"
  • Giginya sudah 16, aku selalu berusaha untuk menyikatnya secara teratur. tapi sepertinya teledor juga aku, ada kerusakan sedikit pada gigi atas depannya.
  • Kosakatanya umur 20 bulan ini sudah lumayan, meski kalau cerita masih sering menggunakan bahasa planet. Bahasanya gado-gado antara Jawa dan Indonesia. Di antaranya yaitu: apak, unda, mbah, akdhe, atung, ati, pas (kipas), ape (hp), elas (gelas), ndok (sendok), aju (baju), athok (kathok), ampu (lampu), atu (sepatu), andang (sandal), anyu (banyu), abun (sabun), tek (truk), mobing (mobil), otong (motor), pit, atu (watu), angan (tangan), ambut (rambut), wak (iwak), eong (kucing), anuk (manuk), abed (lovebird), ajah (gajah), acan (macan), embek, cak (cicak), bebek, anas (panas), ngiin (dingin), moh, njem (pinjem), uwun (nyuwun), anduk, adoh, nono (kono), duduk, ndong (gendong), alon (balon), api, alan (jalan), eken (neker), openg (topeng), lan (bulan), upu (kupu), iso (pisau), lem (pelem), elung (telur), mimik, maem, pinipin (upin ipin), mpah (tumpah), les (teles). ayiih (ngalih), odok ono (radha rana), adep ana (madhep rana), eyuk (jeruk), entas (kertas), uyisan (tulisan), edotan (sedotan), ayik (jarik), eyek (nderek), ndak (tindak), ayo, moh, nyak (minyak), ci angan (cuci tangan), ola (bola), ayungan (payungan), aduk-adukan (mengaduk-aduk), angun (bangun), olat (sholat), dan masih banyak lagi sepertinya, tapi saya lupa.

Comments

  1. hehe... melihat langsung perkembangan anak, memang seru ya...

    ReplyDelete
  2. Bahasa planetnya kadang bikin kita harus berpikir keras tp jg tertawa ya mbak... hehe

    ReplyDelete
  3. haha iya mak, aq kadang sampe terkikik2 dengerinnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri