Wednesday, January 7, 2015

Singkong Goreng Super Sedap

Singkong goreng
Januari .... hawa nya sejuuukkk ... karena hujan sehari-hari.... terus kalau hujan enaknya ngapain? Ya kalau aku sukanya duduk di teras ngeliat hujan ditemani teh panas sama gorengan. Biar kata gorengan kurang baik buat kesehatan, tapi rasanya berat untuk meninggalkan. Nah salah satu gorengan yang sedap ... sedap ...sedap itu ya ini, singkong goreng kress. Sebenarnya aku buat ini  udah agak lama, tapi baru sempat cerita sekarang. Waktu itu ibu mertua beli singkong di pak sayur. Pertamanya mau aku buat kolak, tetapi kok kayaknya ntar yang makan aku sendiri. Kebanyakan pada suka gorengan. Ya sudah mau aku bikin blanggreng saja. Tapi blanggreng yang kubuat biasanya agak keras, karena singkong dikukus. Lalu tiba-tiba aku ingat resep kentang goreng ala frenchfries yang biasa kubuat. Jadi kuterapkan saja resep frenchfries buat singkong. Mangga teman-teman yang mau coba, gampiiiiilllll banget nget, dan hasilnya juaraaa! Renyah di luar dan lembut di dalam. Asal tahu ya, bumer (ibu mertua) sampai hampir menghabiskan sepiring singkong sendiri :) dan kemudian tiga hari berturut-turut minta dibuatin lagi... lagi ...dan lagiiiiiii ...

Bahan:
  • Singkong
  • Garam
  • Margarin
  • Tepung terigu 
Cara:
  • Kupas singkong, potong-potong dan belah jadi beberapa bagian lalu cuci bersih.
  • Didihkan air, masukkan garam dan margarin. Karena aku masaknya tidak memakai ukuran tertentu jadi teman-teman bisa mengira sendiri. Jumlah air tergantung singkongnya, pokoknya singkong terendam semua dalam air. Untuk air 1 liter, kira-kira garamnya setengah sendok makan dan margarin 1 sdm.
  • Masukkan singkong dan rebus hingga matang sedikit mblodor. Duh ... bahasa Indonesianya apa ya? Maksudnya tuh, level di atasnya matang ... singkongnya jadi lunak merekah-rekah.
  • Jika sudah mulai mblodor, angkat dan tiriskan.
  • Taburi singkong panas dengan tepung terigu hingga merata. Biarkan sejenak sampai agak dingin.
  • Goreng hingga keemasan, lalu sajikan hangat-hangat.

Friday, January 2, 2015

Ken di Usia 20 Bulan

     Dari jaman hamil, cita-citaku itu hendak mendokumentasikan segala perkembangan Ken dalam bentuk tulisan sejak lahir, buat kenang-kenangan. Ya minimal tiap satu bulan lah. Tapi apa daya, ternyata tidak kesampaian. Baru kali ini aku bisa mewujudkannya, dan ternyata tahu-tahu Ken sudah berumur 20 bulan tanggal 30 Desember kemarin huahaha. Ohooooo, ke mana aja sih aku 20 bulan ini? #nanya-sama-sayur-bayem.
   Yeeaahhh, overall perkembangan Ken bagus, hampir sama dengan tabel perkembangan anak kecuali satu hal. Masalah berat badan. Kalau orang-orang di luar sana sibuk mikirin gimana diet yang bagus agar bisa turun berat badan, justru kami (Ken dan emaknya) sibuk mikirin gimana bisa nambah berat badan ini.
Ken dan emaknya emang sama-sama cungkring...duh ...duh ...So, bagaimanakah perkembangannya sampai 20 bulan ini?
  • Lagi demen banget main sepeda roda dua, padahal belum bisa nuntun ataupun naik. Lhah terus kepriben? Ya emaknya ini yang jadi korbannya, nuntunin sepeda, dia nya yang mendorong. Kalau sudah main sepeda gini susah banget berhenti, padahal emaknya udah ngos-ngosan dan iapun sudah bermandikan keringat dan wajahnya memerah. Kalau mau berhenti pasti ada dramanya, dia pake nangis-nangis gitu. Jadi kalau emaknya lagi ga mood nuntun sepeda, sepedanya diumpetin..hihihi.
  • Nge-fans sama pak sayur. Lagi asyik-asyiknya main mobil-mobilan atau dikelonin emaknya buat bobok pagi tiba-tiba ada bel motor dari luar teeett ...teett ...teett .. langsung terlonjaklah si bocil sambil teriak gegap gempita "Pak ayuung ... pak ayung ... men ...men" maksudnya "itu ada pak sayur, ayo beli permen"
  • Sangat ingin mandiri. Melihat emaknya melakukan sesuatu, dia pengin juga bisa dan tidak mau dibantuin, contohnya saja: ikut ngupas mangga, ngiris sayuran, nyapu dll sambil bilang "wewe ...wewe", maksudnya "dewe ... dewe (aku lakukan sendiri)"
  • Tidak takut keramas. Dulu tiap diguyur kepalanya nangis-nangis ga jelas, sampai emaknya ikut basah kuyup. Sekarang udah happy-happy aja diguyur kepalanya, reaksinya paling berkata "hoooahhhm" sambil mengerjap-ngerjapkan mata.
  • Bobok tanpa nenen. Meskipun belum konstan setiap hari, tapi sudah mulai sering bobok sendiri tanpa nenen. Cukup dipuk-puk atau diusap-usap punggungnya. Malah kalau pengin ngerjain emaknya, minta dipijit pinggangnya (nunjuk-nunjuk pinggang) sambil bilang "nyak ...nyak .." maksudnya "mau dipijat pakai minyak kayu putih/telon" ..jiiaahhh ...
  • Sudah bisa berhitung dengan benar dari angka 6-10, jadi kalau ngitung tiba-tiba nam, uju, apan, ilan, uluh.. 
  • Suka nonton youtube. Tiba-tiba aja nylingkrik di kursi, terus nyeklekin stavolt.. sambil teriak-teriak "eyok tek ..eyok tek (ndelok truk )" maksudnya "lihat truk di youtube". Bocil ini suka banget sama alat transportasi, rata-rata anak cowok emang gitu sepertinya.
    Khusuk nonton mobil di youtube
  • Narsis tingkat kecamatan. Suka banget melihat foto-foto dan videonya sendiri. Kalau habis difoto, langsung lari ke yang memfoto sambil bilang "yok ..yok ..yok (ndelok..ndelok) ..maksudnya "Lihat ...aku lihat hasil fotonya"
  • Sudah memiliki keahlian memberi aba-aba markir mobil. Begitu melihat mobil hendak jalan atau mau parkir, dengan sigap dan lantang dia akan teriak-teriak "teyuus ...teyuuss ..pool ... anaan ..teyuuss ...hoop", aku sampai terkikik kalau melihat semangatnya, pakai tangan diayun-ayun segala. Beberapa hari ini dia bisa ngomong "pol", sebelumnya dia bisanya "pong"
  • Giginya sudah 16, aku selalu berusaha untuk menyikatnya secara teratur. tapi sepertinya teledor juga aku, ada kerusakan sedikit pada gigi atas depannya.
  • Kosakatanya umur 20 bulan ini sudah lumayan, meski kalau cerita masih sering menggunakan bahasa planet. Bahasanya gado-gado antara Jawa dan Indonesia. Di antaranya yaitu: apak, unda, mbah, akdhe, atung, ati, pas (kipas), ape (hp), elas (gelas), ndok (sendok), aju (baju), athok (kathok), ampu (lampu), atu (sepatu), andang (sandal), anyu (banyu), abun (sabun), tek (truk), mobing (mobil), otong (motor), pit, atu (watu), angan (tangan), ambut (rambut), wak (iwak), eong (kucing), anuk (manuk), abed (lovebird), ajah (gajah), acan (macan), embek, cak (cicak), bebek, anas (panas), ngiin (dingin), moh, njem (pinjem), uwun (nyuwun), anduk, adoh, nono (kono), duduk, ndong (gendong), alon (balon), api, alan (jalan), eken (neker), openg (topeng), lan (bulan), upu (kupu), iso (pisau), lem (pelem), elung (telur), mimik, maem, pinipin (upin ipin), mpah (tumpah), les (teles). ayiih (ngalih), odok ono (radha rana), adep ana (madhep rana), eyuk (jeruk), entas (kertas), uyisan (tulisan), edotan (sedotan), ayik (jarik), eyek (nderek), ndak (tindak), ayo, moh, nyak (minyak), ci angan (cuci tangan), ola (bola), ayungan (payungan), aduk-adukan (mengaduk-aduk), angun (bangun), olat (sholat), dan masih banyak lagi sepertinya, tapi saya lupa.

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts