Thursday, December 17, 2015

Aneka Es Lilin dan Es Loli

    Musim penghujan sudah datang ya, tapi kalau siang masih suka panas banget karena hujan baru datang pada waktu sore. Nah akhirnya aku suka bikin es loli atau es lilin deh buat makanan selingan Ken. Mengingat dia itu suka banget es krim, tapi kalau sering-sering beli ya emaknya kerepotan juga gitu, (kerepotan leh njereng-njereng duit) maka aku coba-coba bikin es krim sendiri namun endingnya adalah Es Lilin teman-teman hahaha.

Thursday, December 10, 2015

#KamisMemories | Radio Baterai

            Beberapa waktu lalu aku ditelpon ibuk, beliau pesan minta dicariin radio baterai. Itu lhoo, radio yang dayanya pakai 2 - 4 batu baterai yang segede gula jawa. Mengapa jaman modern kayak gini malah nyarinya yang model jadul? Padahal kan radio sekarang makin canggih, bisa disambungin pakai usb segala, atau bisa di charge pakai listrik. Kata ibuku sih biar enak, bisa dibawa kemana-mana. Akhirnya aku mengunjungi salah satu toko elektronik di kota Solo, 13 tahun yang lalu aku pernah juga beli radio di situ. Ternyata sekarang toko itu tidak lagi menjual radio, dan menyarankan kami untuk pergi ke Pasar Elektronik Ngarsopuro. Wah, aku baru tahu tempat itu, padahal sering lewat juga. Alhamdulillah,

Monday, December 7, 2015

#SeninRajin | Membuat Kerudung Aplikasi

Nah ini ceritanya aku melihat sisa-sisa kain, mau dibuang kok ya eman-eman. Mau disimpen kok ya numpuk-numpuk di kamar yang sempit ini. Lalu aku inget dulu pernah baca di web nya siapa gitu, tentang kerudung dengan aplikasi yoyo, kayaknya hasilnya cantik banget. Aku cari-cari lagi, eh ketemu. Ya sudah aku cari-cari kerudung polos, dan akhirnya aku mulai berkutat dengan jarum dan benang. Tapi pada akhirnya aku malah tidak pakai yoyo hehe, soalnya ga punya kain motif ternyata, so cuma pakai tile sisa latihan bikin baju dulu. Apa saja sih yang diperlukan untuk membuat kerudung aplikasi ini?

Thursday, December 3, 2015

Mie Kriuk Kriuk

         Hari ini Ken banyak bermain bareng temen-temen sekitar rumah yang belum sekolah. Jadi aku lumayan fokus buat beresin pekerjaan rumah, sehingga cepat selesai. Kalau lagi ga ada teman main, maunya aku menemaninya bermain terus. Jadilah pekerjaan simpel pun selesainya bisa berjam-jam karena diselingi ini-itu. Meskipun lumayan membantu, tapi aku juga lihat-lihat teman mainnya. Kalau agak kurang sreg, dalam artian temannya itu suka kasar, atau kata-katanya buruk aku membatasi untuk tak terlalu lama berinteraksi. Kebetulan di sekitar rumah anaknya cewek-cewek, jadi perangainya lebih soft. Aku tak terlalu khawatir melepasnya sendiri untuk beberapa saat.
        Nah mie kriuk kriuk ini dibuat untuk camilan Ken sama temen-temen TPA-nya kemarin sore. Namanya juga anak-anak, mereka tuh suka aktif bereksplorasi kalau udah selesai gilirannya belajar ngaji. Nah biar anteng ga ganggu-ganggu kawannya, kubawain ini aja, murah meriah..haha
         Buat teman-teman yang mati gaya karena stok camilan di rumah lagi habis, tapi males mau keluar rumah, camilan ini boleh dicoba. Buatnya gampang banget. Pakai bahan-bahan yang ada di dapur aja.

Mie Kriuk


Bahan:
- Mie telor 1 bungkus (isi dua keping)
- Margarin 1 sendok
- Garam 1/2 sdt

Cara:
-  Masukkan mie telor dalam air mendidih
- Tambahkan margarin dan garam
- Rebus kurang lebih 3 menit lalu tiriskan
- Lalu goreng mie dalam minyak panas

Taraaa...jadilah mie kriuk kriuk, enak banget kalau dicocol saus sambel.

Tuesday, November 24, 2015

Simponi Hujan di Tahun 90-an

Tanaman Uwi

           Aku tinggal di sebuah dukuh kecil di tengah sawah, jauh dari keramaian dan pusat hiburan. Hujan adalah hiburan. Aku sangat senang dengan hujan. Kami biasa main kejar-kejaran di bawah derasnya curahan air dari langit, perosotan di tanah becek, atau sekadar menari-nari di halaman. Jika tak sempat bersentuhan, maka aku sering menikmatinya di serambi belakang rumah sambil makan jagung rebus dan menggoda ayam-ayam yang sedang ikut berteduh memakai biji jagung rebusku dengan main dok neng ceret topeng.
        Hujan adalah kehidupan. Hujan memberi kami cadangan air bening dengan mudah dengan hanya menampungnya di teras rumah. Biasanya kami harus mengangkutnya dari sungai. Halaman belakang yang musim kemarau lalu kosong, sekarang sudah penuh dengan pucuk-pucuk uwi, gembili, suweg, lengkuas, jahe, kunyit, temulawak juga puyang. 
       Hujan memunculkan laron-laron dari sarangnya, yang segera terbang ketika lepas dari jumputan tangan kami yang menangkapinya begitu keluar sarang. Tak lupa kami mengintip tanah basah di dekat pohon-pohon untuk mengambil berbagai jamur untuk lauk sarapan. Sejenak pandangan kami ke atas, ada bunga-bunga anggrek liar tersenyum dengan indahnya.
        Dari kejauhan terdengar suara pak tani berdendang dari atas bajak sapi nya, bahagia karena sawah bisa dikerjakan lagi. Memang sawah kami adalah sawah tadah hujan. (... hingga sekarang. Semoga hujan segera datang. Amin.)

                     Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway November Rain

                                        Presented by Keina Tralala


Saturday, October 31, 2015

Gotong-Royong dalam Pernikahanku

       Di berbagai kebudayaan, pernikahan merupakan salah satu upacara adat yang penting, sehingga kebanyakan diselenggarakan dengan aneka upacara yang meriah, banyak makanan dan mengundang banyak orang. Karena menjadi perhelatan yang cukup besar, maka tentu tak bisa hanya mengandalkan tenaga pihak keluarga saja untuk menangani berbagai keperluan acara. Di sinilah peranan gotong-royong diperlukan, yaitu bekerja sama membantu kegiatan upacara pernikahan, istilahnya di desaku. adalah rewangan (perbantuan). Di desa gotong royong ini masih eksis, karena biasanya penduduk satu desa saling kenal dengan baik jadi tak segan-segan untuk meminta tolong. Beda dengan di kota yang tak saling kenal, penduduk berasal dari berbagai wilayah, dan pekerjaan yang menyita waktu menyebabkan gotong-royong susah untuk dilakukan. Sehingga kini banyak menyerahkan urusan pernikahan kepada EO.

Wednesday, October 28, 2015

Bagaimana Cara Makan Mundu?

   Beberapa waktu yang lalu, aku ke pasar diantar ay. Ketika melewati kios-kios kelontong, tiba-tiba aku dicolek ay "itu buah apa ya?" tanyanya sambil nunjuk ke dagangan simbah tua. Kulihat ada buah berwarna kuning, pasti itu yang dimaksud. "Kayaknya itu mundu deh, kamu mau nyobain?" kataku. Akhirnya belilah buah kuning itu tiga ribu rupiah, dapat banyak, 10 butir lebih. Kiranya si ay tak sabar mencicipi buah yang baru kali ini diliatnya, ketika kutinggal belanja, eh dia njedodot di depan sebuah toko yang tutup, dan mencicipi itu buah. Begitu aku menyusulnya dan melihat dia makan aku langsung nimbrung,, minta bagianku. Tanpa pikir panjang kugigit langsung..dan aww aww aww...aku meringis..asem bener saudara-saudara. Jadi inget tadi memang simbah bakulnya pesan makannya kalau udah empuk buahnya.
Mundhu

    Aku dulu udah pernah nyicipin kayaknya, tapi sudah lupa rasanya. Pas aku kecil ada satu pohon di samping rumah, tapi jarang berbuah. Sekilas seperti jeruk ya pada gambar di atas? Bisa mirip banget karena mundhu nya sudah agak layu, jadi kulitnya agak keriput kayak kulit jeruk. Gedenya memang sebesar jeruk sih. Pas masih seger kemarin, kulitnya halus banget, mengkilat gitu. Aromanya enak banget, harum seperti mangga matang. Tapi rasanya cukup asam. Bijinya gede-gede sebanyak 3-4 buah, saling menempel. Nah daging yang nempel di biji ini lumayan manis, tapi sayangnya cuma tipis. Sementara yang nempel di kulit, dagingnya lumayan tebal, tapi asem nya ampun- ampun. Nah yang kumakan waktu di pasar itu rupanya keliru, aku makan kulitnya hahaha..


      Makan buah mundhu ini harus serba hati-hati pokoknya, daging kulitnya asam banget. Sementara kalau makan daging biji, jangan sampai ngegigit lapisan kulit bijinya. Beeuuhh pahit nyetek rasanya... Meski begitu, seneng juga nyobain buah yang cukup langka ini.
   

Saturday, August 29, 2015

Evolusi Penamaan Anak dalam Masyarakat Jawa di Kampungku

        Salah satu blogger bikin giveaway tentang nama yang berkesan. Nah aku jadi ingat punya draft tentang evolusi penamaan anak khususnya dalam masyarakat Jawa di kampungku. Hihihi sok-sok an bikin penelitian, well, meskipun sampelnya acak adut, tapi setidaknya bisa memberi sedikit gambaran tentang perkembangan nama dalam masyarakat Jawa. Nanti kalau jaman antah berantah tulisan ini masih ada, bisa buat pengingat ooo nama orang dulu kayak begini-begini thoh. Tulisan ini dulu terinspirasi ketika aku menyadari bahwa nama anak-anak kecil di kampungku kebanyakan sudah berbau "luar"

Tuesday, August 11, 2015

Batitaku 27 Bulan

Di umurnya yang ke 27 bulan ini, perkembangan yang paling nampak adalah bahasanya. Dia sudah makin bisa berkomunikasi dua arah. Jadi sudah bisa diajak ngobrol, meski yaaa, kadang ga nyambung, xixixi. Contoh bisa diajak ngomong adalah:
Suatu kali habis berenang dia makan permen mil**kuat, #lhoh.., tiba-tiba saja permennya jatuh, lalu kutanyai.
Ken: ( nyolek aku dan ngasih lihat permennya yang jatuh)
Bunda: "Lho permen e kok isa ceblok ki dik Ken ngingeti apa?"
Ken : Ngingeti wong-wong kae lho, (kebetulan emang sore itu kolam renangnya ramai, banyak orang berlalu lalang).

Monday, July 20, 2015

Ken's moments

Kadang-kadang dengan polosnya si bocil bisa bikin aku gemes dan ketawa ngakak. Sekarang sudah bisa ngeyel atau ngerjain biyung e ini. Contohnya, habis sahur aku tidur-tiduran nemenin dia yang kebangun dan minta minum susu. Tidur-tiduran ternyata bikin aku liyer-liyer lagi. Tapi aku langsung terbangun kaget ketika merasa ada yang mengusik bibirku, ternyata eh ternyata... Si Ken lagi berusaha memasukkan dot nya yang sudah habis isinya ke mulutku. Hiihi ni anak emang suka ga rela kalau liat aku tidur. Seringnya juga kalau aku ketiduran dia bakal nyayang-nyayang pipiku biar aku bangun....

Friday, July 10, 2015

Batitaku 26 Bulan

Niatnya mau nulis perkembangan Ken tiap bulannya, tapi ternyata belum bisaaahh. Ya sudah, ini dirapel cerita bulan ke 25 dan 26. Ada peristiwa apa aja? Biar kuingat-ingat dulu..hoho

  • Sangat pintar berargumen. Aku agak terkaget-kaget campur geli juga kalau nemuin peristiwa seperti berikut ini. Kejadiannya sudah beberapa kali tetapi dalam situasi yang berbeda. Intinya, kalau dibilangin udah lihai cari alasan. Waktu itu aku lagi masak di dapur,  Si bocil Ken ikut sibuk juga main di dapur. Dia ikut-ikutan ambil air dalam wadah, tapi tanpa kusangka disiramkannya ke lantai dapur. Aku bilang "Lho dik Ken, jangan, ntar jadi licin, kalau kepeleset sakit lho". Eh dia jawab sambil praktekin jalan di lantai yang menggenang air itu "Engga bun, lho ga kepeleset". Alamaaak aku jadi speechles deh.

Friday, June 26, 2015

Ubii Main Petak Umpet

       Hai kakak Ubii, kenalin namaku Ken. Bundaku selalu ngikutin ceritamu lho di blognya Mami Gesi, jadi kadang aku diliatin fotonya kakak Ubii sama bunda. Nah untuk ulang tahun kakak Ubii yang ke-3 ini, bundaku bikin gambar untuk kakak, aku pengin gambar juga sih, tapi jadinya malah garis-garis ruwet. Selain sebagai hadiah ulang tahun, gambar ini juga hadiah buat kakak yang berhasil melewati operasi implan koklea.

Ubii Main Petak Umpet

      Ini ceritanya kakak Ubii nanti udah pinter jalan dan adik udah lahir, terus dah bisa main berdua. Wah pasti seru deh nanti bakal ada temannya bermain! Tapi mainnya lucu, kakak Ubii nutup matanya ga rapet, terus adik juga, sembunyi tapi bilang-bilang. Ya ga pa pa ya, kan masih kecil.... Yang penting kakak ubii dan adik enjoy, bermain bersama, belajar bersama dan  fun bersama-sama. Selamat ulang tahun ya kakak Ubii, sehat selalu, dan semoga selalu diberi keberkahan sama Tuhan.




Saturday, June 20, 2015

Menyapih karena Minyak Angin

       Ini adalah cerita kelulusan my little boy dari nge-ASI. Sejak dulu aku memang merencanakan hendak menyapih Ken ketika umur 2 tahun. Jadi sejak umur 18 bulan aku sudah sounding terus bahwa nanti ia bakalan mimik pake gelas, ngga mimik bunda lagi. Dan responnya adalah, dia selalu menggeleng dan bilang "emoh". Hingga tepat umur 24 bulan, aku masih belum tahu mau memulai darimana. Si bocahnya masih minta terus, aku nya juga enjoy aja ngasihnya. Jadi ya masih jalan terus. Hingga akhirnya  ....
       Berawal dari suatu petang tanggal 31 Mei kemarin ketika aku merasa tak enak badan, perut berasa begah dan kepala terasa berat. Untuk membuat tubuh lebih nyaman, aku oleskan minyak angin ke leher dan perut. Habis Isya,  Ken mengajak bobok, seperti biasa dia kalau mau bobok pasti minta nenen. Nah, waktu mau nenen dia bilang matanya kepedesan (oh rupanya kena uap minyak angin) dan minta nenennya ditutup.  Langsung terbersit dalam pikiranku, Ohooo, kesempatan buat menyapih nih!!! Ini umurnya kebetulan sudah 2 tahun 1 bulan.

Sunday, June 14, 2015

Ramadhan dan Bedug Masjid

        Ramadhan sebentar lagi datang. Pengalaman ramadhan di waktu kecil rasanya tak pernah hilang dari ingatanku. Kami selalu menyambut ramadhan dengan suka cita. Aku menikmati masa kanak-kanak pada tahun 90-an di sebuah kampung kecil jauh dari hingar bingar kota. Nah berhubung waktu itu belum ada listrik, jadi keberadaan bedug sangatlah diperlukan, agar seantero dusun bisa tahu jika tiba waktu sholat. Apalagi saat ramadhan, suara bedug Magrib yang bertalu-talu sangat dinantikan. Berkaitan dengan bedug ini aku punya 2 pengalaman yang selalu bikin aku senyum. Yang pertama ketika kelas 1 SD, aku belum terlalu kuat puasa. Aku ingin sekali puasaku sampai bedug berbunyi, tapi perutku rasanya sudah tak kuat lagi. Akupun merajuk pada ibu untuk membunyikan bedug, agar aku bisa segera berbuka. Akan tetapi tentu saja ibu gak mau, kan bukan wewenang ibu, apalagi emang belum waktunya tiba. Aku pun akhirnya menangis hihi.
       Terbatasnya hiburan karena belum ada listrik membuat aku lebih banyak bermain dengan teman-teman. Masjid kecil kampung menjadi salah satu hiburan kami. Kenapa? Karena di masjid lah kita bisa bertemu dengan banyak teman, mengaji lalu diakhiri dengan bermain. Kalau di rumah aja kan cuma bengong gelap-gelapan. Jadi meskipun mengaji hanya diterangi lampu ublik, kami tak pernah mengeluh atau gimana gitu. Biasa aja. Tetep ceria. Apalagi saat ramadhan, masjid menjadi rumah kedua kami. Shalat lima waktu di masjid, shalat tarawih juga di masjid yang kemudian dilanjutkan dengan tadarus sampai jam 11-12an. Suatu siang habis dhuhur, aku dan temanku tidak langsung pulang. Kami bermain-main dulu di masjid bahkan merencanakan tidur siang di masjid. Entah siapa yang memulai tiba-tiba kami bernyanyi sambil memukul-mukul bedug. Semangat sekali sampai-sampai kami memukul dengan keras dan tiba-tiba datang seorang tetangga yang rumahnya dekat masjid sambil marah-marah. Karena kaget kita pun langsung terdiam. Aku malu banget jadinya hehehehe





      

Tuesday, June 2, 2015

Menggoreng Kopi secara Tradisional

Menggoreng kopi sendiri sudah menjadi tradisi di kampungku, meski sekarang sudah banyak terdapat kopi instan di warung-warung, tetapi pamor kopi buatan sendiri masih tetap tinggi. Untuk acara-acara besar pastilah tak ketinggalan menyiapkan bubuk kopi ini. Suamiku pertama kali lihat kami memproses sendiri bubuk kopi merasa agak keheranan juga, karena di tempatnya tidak ada yang membuat bubuk kopi sendiri. Bagi kami yang hidup di desa memang terbiasa mengolah bahan makan sendiri, ini tak lepas dari sejarah masa lalu, yang mana di desa tak ada penjual ini itu. Jadi kalau mau sesuatu ya harus bikin sendiri.

Thursday, May 28, 2015

Persyaratan Pendaftaran Ponpes Gontor

PENDAFTARAN KULLIYATUL MU'ALLIMIN/MU'ALLIMAT AL-ISLAMIYAH (KMI)

  • Syarat-syarat Pendaftaran
  1. Menyerahkan 2 lembar fotokopi STTB atau SKL yang telah dilegalisir
  2. Surat keterangan sehat dari dokter di Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) Pondok Modern Darussalam Gontor.
  3. Menyerahkan pasfoto berukuran 4x6 (4 lembar) dan 3x4 (2 lembar) untuk putra; sedangkan untuk putri pasfoto berjilbab putih, berlatar belakang biru, 4x6 (2 lembar) dan 3x4 (8 lembar).
  4. Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran.
  5. Menyerahkan 1 lembar fotokopi akta kelahiran untuk putra, sedangkan untuk putri 3 lembar fotokopi akta kelahiran.
  6. Menyerahkan 1 lembar fotokopi KTP walisantri/yang mewakilinya (khusus putra)
  7. Menyerahkan 1 lembar fotokopi kartu keluarga (khusus putri)
  8. Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan
NB: Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan saat mendaftar di kantor KMI atau Panitia Ujian Masuk KMI

  • Syarat-syarat Penerimaan
  1. Berijazah SD atau MI atau yang sederajat untuk masuk kelas biasa dengan masa belajar 6 tahun; dan berijazah SLTP atau MTs atau yang sederajat untuk masuk kelas intensif dengan masa belajar 4 tshun.
  2. Mempunyai dasar agama, yakni: dapat mengerjakan ibadah sehari-hari dengan baik, dapat membaca al-Quran dengan baik, dan dapat membaca dan menulis Arab dengan lancar.
  3. Lulus dalam ujian masuk dan psycotest
  4. Sanggup bertempat tinggal di asrama yang telah disediakan.

  • Waktu dan Cara Pendaftaran
Pendaftaran calon pelajar (capel) Pondok Modern Darussalam Gontor dilaksanakan pada:
  1. Untuk putra: Tanggal 23-27 Ramadhan 1436 dan 3-10 Syawwal 1436 bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo.
  2. Untuk putri: Tanggal 23-27 Ramadhan 1436 dan 3-14 Syawwal 1436 bertempat di Pondok Modern Gontor Putri 2, Sambirejo, Mantingan, Ngawi.       
  • Waktu Ujian Masuk KMI
  1. Ujian lisan; UNTUK PUTRA tanggal 23-27 Ramadhan 1436 dan 3-10 Syawwal, sedangkan UNTUK PUTRI tanggal 23-27 Ramadhan 1436 dan 3-14 Syawwal 1436.
  2. Ujian tulis; UNTUK PUTRA tanggal 11 Syawwal 1436, sedangkan UNTUK PUTRI tanggal 15 Syawwal 1436.
Pendaftaran capel Pondok Modern Darussalam Gontor diadakan secara langsung di kampus (tidak bisa dilaksanakan melalui korespondensi, telepon, atau internet)


  • Materi Ujian Masuk KMI
  1. Ujian masuk KMI meliputi ujian syafahi (ujian lisan) dan ujian tahriri (ujian tulis). Materi ujian syafahi meliputi psycotest, membaca al-Quran, Tajwid, dan praktik ibadah (ibadah qauliyah dan ibadah 'amaliyah); sedangkan materi ujian tahriri mencakup imla' (dikte tulisan arab), Bahasa Indonesia, berhitung soal dan angka (matematika dasar setra kelas 6 SD).
  2. Tidak ada perbedaan antara materi ujian yang diujikan kepada calon pelajar lulusan SD (sederajat) dengan calon pelajar yang berasal dari lulusan SLTP (sederajat).

NB: Dalam pelaksanaan ujian masuk KMI tidak diadakan ujian susulan (waktu pelaksanaan ujian bisa berubah sewaktu-waktu).


  • Program Ujian Lanjutan dan Ujian Penempatan Kelas
* Bagi calon pelajar yang telah lulus Ujian Masuk KMI diberi kesempatan untuk mengikuti Program Ujian Lanjutan, yaitu ujian akselerasi ke kelas yang lebih tinggi jika memenuhi syarat-syarat tertentu, di antaranya memiliki kemampuan dengan bekal keilmuan yang cukup untuk duduk di kelas yang lebih tinggi dari kelas 1 KMI.

* Secara khusus, bagi calon pelajar putra dari kelas intensif yang telah lulkus ujian masuk KMI akan mengikuti Ujian Penempatan Kelas (Placement Test) setelah terdaftar sebagai siswa KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. Adapun materi yang akan diujikan pada ujian ini meliputi Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris.


sumber: kalender dari Ponpes Darussalam Gontor tahun 2015

Thursday, May 21, 2015

Mencukur Sendiri Rambut Anak

          Ken pertama kali potong rambut umur 4 bulan di tempat tukang cukur yang memang sudah termasyur mencukur rambut bayi. Kemudian potong rambut berikutnya dan berikutnya dilakukan sendiri oleh mbah kung. Nah giliran tambah gedhe, lha kok potong rambut susahnya minta ampun. Sudah dibujuk-bujuk tetap ga mau, malah lari-larian. Mau duduk anteng, eh baru satu guntingan udah gelang-geleng kepala, tangan bergerilya di rambut, terus lari sambil bilang "eli bun eli..!" (geli bun geli)... Alhasil cukuran rambutnya acak-acakan, karena melalui proses yang panjang. Lha gimana satu kepala nyukurnya bisa sampai tiga hari.
        Karena males pakai acara membujuk-bujuk dan lari-larian, maka kemarin kuputuskan untuk memotong sendiri rambutnya ketika ia tidur siang. Gampang banget kok, tinggal kres-kres .... no money, no drama and norak banget hasilnya hahaha. Berikut ini caranya:

Pertama-tama siapkan alat cukurnya, yaitu gunting yang tajam beserta sisir.            
Kemudian sisipkan sisir ke rambut, lalu potong sesuai ukuran yang diinginkan. Sisir di sini fungsinya selain untuk menjaga agar gunting tidak mengenai kulit kepala, juga sebagai penanda atau batas panjang rambut yang diinginkan.

Potong merata di semua bagian kepala, nah ini aku susahnya waktu memotong bagian belakang, karena Ken tidurnya telentang. Mau dimiringin takut bocahe bangun, jadi nunggu sampai dia miring sendiri deh. 


Nah, buat temen-temen yang hendak memotong sendiri rambut anaknya, berikut ini tipsnya:
  • Berikan alas kain pada bantal yang hendak digunakan anak
  • Persiapkan gunting yang tajam beserta sisir kecil
  • Tunggu sampai anak tertidur lelap
  • Pastikan pencahayaan di ruangan cukup terang (agar hasilnya tidak pitak pitak)
  •  Jangan menarik gunting sebelum gunting benar-benar memotong rambut sampai putus (jika masih ada sebagian kecil rambut yang belum putus maka kalau gunting ditarik akan menyebabkan kulit kepala ikut tertarik, dan itu sakit)
  • Lindungi muka dan telinga anak dari ceceran rambut

Friday, May 8, 2015

Membuat Mainan Sendiri


Ken itu kalau mainan gampang bosen, mainan baru paling cuma dimainin sehari dua hari. Habis itu mumbruk gitu aja ga disentuh, baru beberapa lama kemudian ia tertarik lagi, dan memainkannya lagi, lalu ditinggal lagi. Makanya itu mainan juga harus sering-sering diupdate, wah ga kalah sama antivirus ya. Tetapiii kalau harus sering-sering update mainan, dompet emaknya juga harus selalu diupdate isinya haha. Maka yang terjadi akhirnya adalah ...... Ken diakalin emaknya. Mainannya dibuatin sendiri memakai barang-barang tak terpakai di rumah. Emaknya memang aliran go green garis keras, padahal aslinya mah kepingin ngirit aja hehe.
Boneka jari
                                       
Dulu waktu membuat mainan-mainan ini tidak berniat untuk mempostingnya, jadi tidak kufoto tutorialnya sekalian. Tapi yang jelas membuatnya gampang banget. Tinggal membuat pola yang diinginkan di kain flanel lalu menjahitnya. Udah, titik. Sementara yang dibawah ini adalah cikal bakal bola kain. Bahannya kain katun, dakron dan alat jahit. Gampang juga bikinnya.

Bola kain


gambar gajah ini terbuat dari kertas kardus bekas. Buatnya gampang, dan kalau rusak tidak sayang-sayang. Uniknya di bagian kaki bisa diselipin kertas, jadi gambarnya bisa berdiri. Coba deh gambar karakter kesukaanmu dan warnai yang menarik. Tutorialnya banyak jika mau mencari di google.

Monday, May 4, 2015

2 Tahun Sudah Bisa Apa?

Tanggal 30 April kemarin, tanpa terasa sudah genap dua tahun umurmu, Pangeran kecil. Meski hanya ada ucapan dari beberapa orang, tanpa pesta, tanpa perayaan, bahkan tanpa buceng tironan, bukan berarti aku tidak menyayangimu. Aku sendiri pun tak pernah merayakan ulang tahun, jadi perayaan ulang tahun memang bukan tradisiku. Meski begitu momen ini bisa kita manfaatkan untuk mengkaji apa yang telah kita lakukan pada waktu yang lalu, untuk membuat perbaikan di masa yang akan datang.

Sekarang ini kau semakin kritis, banyak bertanya, banyak meminta, sering nge'les' dan banyak bercerita. Tetapi semua itu justru membuatku bahagia. Aku senang kamu bercerita meski kalimat belum begitu sempurna. Maafkan aku selalu tertawa ketika kamu mengatakan hal-hal yang di mataku terlihat konyol, padahal kamu merasa sudah mengatakan suatu kebenaran, contohnya;
* Waktu habis magrib, cuaca dingin, aku mencari sesuatu di dalam kulkas, kamu ikut melongok dan melihat tumpukan es batu.
Kamu: Bun, mimik es teh!
Aku.  : yahmene kok mimik es teh, dingin, sesuk wae nek wis padhang. (Maksudku untuk menjelaskan besok kalau sudah siang)
Kamu: Kuwi lampune wis padhang, bun. (Jawabmu sambil menunjuk ke lampu)
Aku: ...ajdgdtdhddj!!!!!

* Setelah mengobrak-abrik kotak serbaguna punya mbah, kau datang kepadaku sambil membawa bodrexin.
Kamu: Bun, mimik obat ilik.
Aku.   : Iki dimimik nek dik Ken sakit.
Kamu: Dik Ken iki kakine akit (katamu sambil menyodorkan kaki yang memang agak sakit terantuk sesuatu).
Aku: (_ngakak_) .... Dudu sakit kaki, dimimik nek dik ken sakit panas, okay?
Kamu: (melongo)
Aku dan Kamu

Ketika ada di tempat mbah seperti sekarang, lalu ditanya bapak kemana, jawabmu begini: Apak nja, ali uang, mbas mbil-mbilan, men, usu, akul (Bapak kerja, cari uang, nggo tumbas mobil-mobilan, permen, susu, yakult). Kesenanganmu yang lain ketika ikut aku masak di dapur mbah adalah uleg-ulegan, deplok-deplokan, dan main abu. Seperti kemarin abu kau masukkan penggorengan lalu kau aduk-aduk. Untung saja minyaknya udah ga bagus, jadi ga pa pa deh, aku biarkan saja. Dan aku pun tertawa ngakak ketika kau tiba-tiba teriak "gosong,...gosong". Pastilah kau menirukan kebiasaanku ketika menggoreng. Terbukti juga kau senang mengambil telur di kulkas, lalu mengketuk-ketukkan ke meja dapur.

Permainan yang paling kau sukai adalah mobil-mobilan, jadi tak heran kau juga senang sekali lihat video mobil di youtube, sampai-sampai kuota internet jebol mobol-mobol..haha. Di toko mainan pun mobil-mobilan lah yang selalu kau ambil. Menuntun sepeda juga jadi kegemaranmu, meski belum bisa nuntun sendiri. Akan tetapi tak jarang aku sering beralasan ketika kau ajak aku menuntun sepeda hihi. Main petak umpet dan kejar-kejaran juga jadi permainan favoritmu, sampai aku susah mengajakmu berhenti padahal aku sudah kecapekan.

Akhir-akhir ini kau suka ikut wudhu lalu sholat, yah sholatmu masih sekadar berdiri, membungkuk dan sujud. Tetapi aku girang bukan kepalang kamu bisa melakukan itu. Bahkan ketika kuminta kau berdoa setelah sholat, kau tengadahkan kedua tangan dan berkata"amin". Saking semangatnya beberapa hari lalu ketika hendak mandi, baju udah dicopot semua eh kamu mlah wudhu terus lari ke tempat sholat... Duh duh sholat kok telanjang tho dik..dik..

Kalau lagi mood juga, ditanyain ini mau jawab, tapi kalau lagi ga mood, pasti ngaco pakai bahasa planet.
Bunda: Tuhan?
Ken: Awwah (Allah)
Bunda: Nabi?
Ken: uamat (Muhammad)
Bunda: Agama?
Ken: isyam (Islam)
Bunda: Kitab?
Ken: Al unan (Alquran)

Aku harap kau selalu diberi kesehatan, tumbuh optimal, menjadi anak sholeh, kreatif, mandiri, pemberani, ramah, dan dermawan. Amiin.


Sunday, April 19, 2015

Membuat Aplikasi pada Kaos Anak

Kapan hari itu aku diberi kaos anak 3 biji, dengan ukuran dan warna yang sama. Kaos sisa produksi dari usaha konveksi, ya mayan lah bisa untuk ganti-ganti. Soalnya dalam sehari Ken itu bisa ganti baju berkali-kali. Tapi karena 3 baju itu sama maka aku mikir 'wah ntar dikira anakku ga pernah ganti nih, kok bajunya sama terus hoho'. Langsung aku kepikiran untuk memberi aplikasi gambar-gambar, selain biar beda antara baju satu dan satunya juga agar baju lebih rame.
   Cara dan bahannya sangat sederhana, dengan memakai kain-kain yang ngga kepakai dan alat jahit tangan, jadilah baju anak jadi warna-warni. Berikut alat dan bahan yang diperlukan:

  • Kain warna-warni
  • Gunting
  • Jarum
  • Benang
  • Jarum pentul
Caranya:
  1. Buat pola-pola gambar yang diinginkan
  2. Gunting kain sesuai bentuk pola
  3. Jahit kain yang sudah berbentuk ke kaos di tempat yang diinginkan
  4. Jadi deh,
  5. Simple kan? Hahaha
Ini hasil yang kudapat setelah njinggleng beberapa lama; 



Gimana teman-teman hasilnya? Lumayan buat ngisi waktu kosong, ini kemarin aku buatnya sampe tak otong-otong ke Semarang. Waktu itu aku diminta menemani kakak yang baru punya baby, selama tiga minggu. Jadi dari rumah udah feeling bakalan ga bisa internetan di sana, jadi untuk membunuh sepi, aku bawa project ini. 

Thursday, April 16, 2015

Go Green dan Irit Beda Tipis

         

     
Sekarang kan gerakan go green lagi booming tuh, nah demi meringankan beban bumi dari kerusakan, tak ada salahnya kalau kita-kita ikutan juga kan? Bagaimana caranya? Yaitu dengan cara mengontrol perilaku kita sehari-hari. Selain sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, imbasnya juga membuat kita bisa menghemat pengeluaran,....apalagi yang emak-emak pasti suka kan kan kan? Tapi mungkin bagi orang yang sibuk, hal-hal berikut dianggap kurang efisien, karena memang memerlukan tenaga lebih dan kesabaran. Jadi ini semata-mata pengalamanku, ibu rumah tangga, yang tinggal di desa, bukan bagian dari #momwar, okeh ...
     Berikut ini adalah kebiasaanku yang kuniatkan untuk go green atau juga sengaja untuk ngirit. Dan setelah kupikir-pikir ternyata aksi go green dan irit itu bedanya setipis rambut dibelah tujuh, alias hampir sama. Jadi kalau lagi malu mengakui sedang ngirit, maka alasan yang bisa dikemukakan adalah sedang melakukan aksi go green...hahahaha. So, apa sajakah itu?

  • Bayi pakai popok kain. Ketika Ken masih bayi, pospak hanya kupakaikan ketika bepergian, itupun bepergiannya belum tentu seminggu sekali. Di rumah pakai popok atau celana kain biasa. Resikonya ya ngompol di berbagai sudut rumah. Kebetulan rumahku tidak pakai gelaran karpet, jadi ya gampang saja. Bekas ompol di lap pel basah. Udah, gitu aja. Sekarang mari kita tilik dari segi irit dan go green nya. Iritkah? Tentu saja. Jika saja pospak isi 9 harganya 16 ribu, maka dalam sebulan budget pospak adalah sekitar 112 rb, itu dengan asumsi sehari pakai 2 pospak. Nah, kalau pakai celana kain, dengan 16 ribu saja kita sudah bisa beli attack untuk mencuci sebulan, ga cuma baju dan celana anak, tapi ya gombal-gombal e bapak dan emaknya juga. Kemudian kalau ditilik dari segi go green, jika sehari pakai 2 pospak maka dalam sebulan bakal ada 60 sampah pospak. Itu baru satu anak, bayangkan kalau satu RT pakai pospak semua, terus satu RW, terus satu kelurahan, terus terus terus.... Gunung pospak pasti tak terelakkan lagi kan? Lalu pertanyaannya, tugas siapakah mengurai sampah pospak itu? 
  • Bayi minum ASI. Sejak lahir sampai sekarang, Ken memang minum ASI dan kurang suka dengan susu formula. Bukan maksudku nge-judge ibu-ibu yang memberi susu formula lho ya, aku melakukan ini karena memang aku di rumah, jadi tidak ada halangan bagiku untuk memberi ASI. Bayi haus tinggal sorongin tuh ASI, beres. Irit? Pasti. Dengan asumsi susu formula harga 90 ribu untuk 5 hari, maka sebulan kita bisa mengamankan sekitar 540 ribu. Dengan memberi ASI, otomatis tidak nyampah kaleng, kardus atau alumunium foil kemasan susu.
  • Hemat listrik dan air, seperti yang dihimbau oleh PLN dan PDAM, sebagai makhluk yang irit, aku perlu mengaplikasikan juga himbauan ini. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah ini berkaitan dengan ketersediaan sumber daya alam. Jadi ketika kita mau boros listrik mikirnya harus jauh ke depan, bukan karena 'oh saya bisa bayar ini', tapi tentang sumber daya alam minyak bumi dan batu bara yang semakin hari semakin menipis. #sokpinter. Dan imbas secara langsungnya adalah tagihan listrik dan air bakal lebih menipis. Terus kalau bocah inilagi cinta lingkungan atau main air yaaaaa?


  • Memilah sampah. Aku paling hobi nih memilah sampah. Bagaimana caranya? Sampah sisa makanan lempar ke kandang ayam atau kolam ikan. Kantong plastik bersih disendiriin, bisa buat wadah apa gitu di kemudian hari. Plastik kotor atau yang ga bisa dipakai lagi dan benda lain yang bisa terbakar dikumpulin untuk menyulut api di dapur. Sampah besi, kaleng, botol plastik dan kardus dikumpulin buat dijual. Bagi yang tinggal di kota dan sampahnya dibuang ke TPA, memilah sampah juga bagus lho, karena akan memudahkan pemulung ngambilin sampah yang bisa di-recycle..#berdasarkan-imaginasi-sendiri. Lha aku prihatin lihat gelundungan sampah dalam kantong-kantong plastik, berbau menyengat di tempat pembuangan sampah sementara di pinggir jalan. Kebayang kan kalau semua sampah dicampur, sisa nasi, campur plastik-plastik, campur sisa opor, dsb. Campur aduk, dengan bau yang tidak sedap. Yah .. Karena kita yang menghasilkan sampah, maka sebaiknya kita sendiri juga ikut memikirkan sampah yang kita hasilkan. 
  • Reduce, atau meminimalkan konsumsi suatu barang. Aku suka ngeri sendiri lihat tumpukan barang tidak terpakai di rumah. Maka dari itu aku meminimalisir berbagai hal, seperti: Ketika beli sesuatu, kemudian barang itu bisa kutenteng atau dimasukin tas, maka aku tidak mau diberi kantong plastik; jarang beli baju, karena aku merasa bajuku sudah cukup, dan banyak baju yang ternyata jarang kupakai, jadi ketimbang beli menuh-_menuhin lemari, ya mending cuci kering pakai, (padahal seringe pengin baju yang keliatannya bagus, tapi uang e ga ada hahaha). Dengan me-reduce, selain bisa menghemat pengeluaran juga menghemat sumber daya yang dipakai untuk memproduksi suatu barang.
  • Memasak pakai kayu. Berhubung di rumah ada bertumpuk-tumpuk kayu bakar jadi ya sayang kalau dianggurin, sekalian juga untuk menghemat gas elpiji yang harganya terus melambung. Jadinya bener bener hemat, tabung ukuran 12 kg dulu bisa bertahan sampai 6 bulan, karena pemakaiannya terbatas untuk hal-hal kecil seperti goreng telur, atau manasin sayur.
Humm sudah hampir subuh, sementara baru ini yang kuingat, nanti kalau ada hal-hal lain yang kuingat insyaallah bakal kutambahkan. Salam irit yang berkedok go green.. ;)

Friday, April 10, 2015

Tablet pertamaku, Advan Vandroid T1J+

   Tak ada angin dan badai, tiba-tiba beberapa hari yang lalu Peip mengajak ke pameran gadget dan menawarkan untuk membelikan tablet. Oo..oo.. Yang benar saja, ujarku tak yakin. Aku tak yakin karena merasa ga butuh tablet. Sebenernya kalau dikasih ya tiba-tiba merasa butuh sih hihi. Ya gimana, aku sudah punya 2 hp dan ada PC. Dari gadgetku itu aku rasa sudah bisa meng-cover semua hal. Sms, nelpon, WA, bbm, browsing, dll. Jadi buat apa beli tablet, sayang duitnyeeee kan haha #emak-emak banget. Buat beli paket blackberry aja aku eman, apalagi ditambahi ngopeni satu tablet lagi... Duh duh ... Apalagi dari yang pernah kubaca, banyak yang bilang kalau blogging pakai tablet itu seringnya typo. Dengan setengah ikhlas aku katakan tidak pada Peip. Tapi Peip bilang nanti pasti aku butuh ketika bepergian, misal seperti kemarin pas di Semarang 3 minggu. Atau pas ke tempat mbah Ngawi, kan biasanya bisa sampai sebulan di sana.
          Meski merasa ga perlu, tapi aku kok ya manut aja diajak berangkat ke Singosaren plaza..haha. Sampai di sana ternyata pamerannya tidak seperti yang kami perkirakan. Vendor yang buka lapak cuma sedikit sekitar 5 atau 6 gitu. Akhirnya kami malah lihat- lihat di lantai dasar yang memang jadi pusat gadget. Peip menyerahkan pilihan padaku, tapi dengan catatan pilih advan aja. Ini mengingat kemampuan kocek hehe💰. Aku malah jadinya senewen ketika disuruh nyari yang cocok. Lha aku belum siap mau beli tablet #eh..maksudku aku belum punya product knowledge sama sekali. Jadi aku blank dengan fitur fitur tablet. Tapi karena sudah on the spot, ya gimana lagi. Aku mampir di satu konter yang jual tablet, baru nanya harga-harga sebentar, eh si tole rewel. Jalan lagi lah kita.
       Setelah tengok kiri kanan, mampir lagi di satu konter, nanya tentang harga dan spesifikasi dari beberapa produk Advan. Cukup lama aku nanya dan membandingkan fitur-fitur dari beberapa produk 😨. Finally ...jreng jreng....terpilihlah ini tablet AdvanT1J +, rupa-rupanya seri ini merupakan perbaikan dari seri serupa sebelumnya. Berikut ini spesifikasinya:


Display: 7 inch (1024x600) IPS screen
OS: Kitkat 4.4
Processor: Quad core 1.3 Ghz
RAM : 1 GB
Internal memory: 8 GB
Camera: rear 3 Mp, front 2 Mp
Simcard: Dual Simcard
Bluetooth: V.4.0
Wi-fi: 802.11 b/g/n
Battery: 3000 mAh
3G tablet android OS, HSPA+
USB OTG
Aplikasi yang udah ada, browser, calculator, clock, calendar, media player, FM radio, E-book reader, video & audio recorder, GPS, email, google play.



     Dengan merogoh kocek sekitar IDR 1.150.000, maka tablet ini sudah bisa digunakan. Aku belum pernah memakai tablet sebelumnya, jadi tidak bisa membandingkan dengan yang lainnya. Yang jelas performanya sudah sangat lumayan. Lihat youtube pakai wi-fi speedy lumayan lancar. Bisa diinstal berbagai aplikasi dengan mudah, segala sosmed, game, aplikasi foto, bisa untuk nelpon dan sms, dsb, ngeblog juga jadi makin gampang, bisa dimanapun. Tapi yaitu, emang bener, ngetiknya suka typo. Kemudian untuk hasil kamera juga kurang cling. Tapi overall, dibanding dengan harganya, tablet ini sudah sangat lumayan.

Tuesday, April 7, 2015

Persiapan Menyapih

        Akhir bulan ini Ken sudah menginjak usia 24 bulan alias 2 tahun. Hmm rupanya tinggal sebentar lagi tugasku menyusui, padahal rasanya baru aja ngelahirin dia. Ternyata kini dia sudah bukan bayi lagi, sudah jadi bocah. Jujur saja saya merasa agak patah hati juga, bakalan berkurang interaksiku dengannya. Biasanya dikit-dikit nyari bunda nana, nemplok, sepertinya merasa nyaman kalau sudah aku kempit. Ahh .. Bakalan tak ada lagi adegan itu. Tapi ya sudahlah, ini demi kemandiriannya juga. Sudah waktunya dia belajar banyak hal lagi, mengeksplor sekeliling, dan bersosialisasi dengan teman, tanpa harus nemplok-nemplok emaknya ini lagi.
      Sekarang masalahnya adalah, bagaimana caranya agar aku bisa menyapih dengan nyaman antara kedua pihak, emak-anak dan berhasil pas di usianya 2 tahun? Cara nyapih yang lagi hits tidak lain tidak bukan adalah WWL. Tapi sepertinya aku masih perlu cara yang lebih jitu juga aka lebih instan. WWL itu main sabar-sabaran, jadi engga bisa ditarget. Sejak dari Ken umur 1,5 tahun, sebenarnya aku sudah sounding kalau dia sudah gedhe mimiknya pakai gelas saja. Tetapi tanggapannya pasti geleng-geleng kepala dan bilang "emoh .. Mik nda nana wae".
    Sebenarnya sebulan yang lalu aku dapat jalan buat menyapih tanpa harus repot njelasin dan membujuk. Yaitu aku terkena ulat bulu di bawah ketiak dan sebagian dada, alhasil bentol-bentol lah area situ. Ga tau juga kenapa ulat nyasar ke situ. Padahal pakai baju lengan panjang lho. Nah begitu tau bentol, Ken waktu minta nen melihat dengan agak jijik gitu. Lalu aku bilang "bunda lagi sakit, dik ken mimik gelas ya", dia pun setuju, dan habis itu dia ga berani minta nen lagi. Dua hari berhasil menyapihnya, yayyyy! (Sebagai gantinya, tiap mau bobok pakai digendong dulu). Akan tetapi habis itu aku harus ke Semarang untuk menemani kakak iparku yang baru punya baby. Ndelalah di sana dia merasa kurang nyaman, sering rewel. Karena tak enak kalau rewel mulu, akhirnya aku bolehin nen lagi (akunya yang kurang tabah yaa).
        Di semarang 3 minggu, dan pulang dari sana rencananya mau mulai lagi program intensif penyapihan. Eh tapi eh ... Lha kok malah demam, batuk, pilek, tak tega lah mau memulai. Orang dia lemes, rewel mulu, ga mau makan dan minum obat. Satu-satunya asupan yang mau ya ASI, jadi ya ditunda lagi deh sampai bener-bener pulih. And now, my boboi sudah mulai fit, sudah mau makan, batuk pileknya dah hampir sirna. Jadi program bakalan dimulai lagi. Penginnya, nanti pas 2 tahun dah berhasil gitu.
      Ken itu paling butuh nen kalau mau tidur. Jadi planningnya, kalau siang bakal dialihkan perhatiannya lewat main dan berbagai minuman yang menarik. Dia itu tertarik sama minuman yang ada sedotannya dan dibungkus. Jadi bakal aku siapin susu kotak, susu murni, yakult, susu dot dan sari kacang hijau and jus buah yang dibungkus jadi es lilin. Eh, mungkin banyak ibu yang dengan tegas berkata tidak pada dot. Tapi beda dengan aku, aku tuh senengnya bukan ketulungan kalau si boboiken mau minum susu dot nya habis. FYI, dia kurang suka minum susu formula. Sebenarnya kalau makannya lahap gitu saya tak memusingkan tentang susu formula. Tapi makannya juga kurang lahap. Jadi meski pakai dot pun saya malah senang dia mau minum susu buat tambah-tambah nutrisi.
      Nah itu planning buat siang hari, terus malemnya bagaimana? Mengingat tiap kebangun, pasti nen lah yang dicari. Dan dengan keadaan setengah tidur gitu, dia sulit diajak komunikasi dan kompromi, so .…........ (Nyari inspirasi dulu ahh)

Sunday, April 5, 2015

Membiasakan Anak Sholat di Masjid

Sebagai umat muslim, tentu kita tahu bahwa seorang laki-laki afdholnya sholat fardu berjamaah di masjid. Aku cukup sering mengingatkan Peip untuk pergi ke masjid ketika waktu adzan berkumandang, tapi ia masih sibuk dengan aktivitasnya atau ketiduran. Aku sama sekali belum kepikiran dengan my little boboi, hingga satu saat aku mendengarkan radio yang membahas tentang pentingnya mengajak anak untuk sholat di masjid. Meski anak mungkin belum bisa sholat, akan tetapi hal tersebut tetap perlu dilakukan agar anak terbiasa dengan atmosfer masjid, terbiasa pergi ke masjid dan akhirnya menjadikan masjid bagian dari gaya hidupnya.
   Aku pun langsung terhentak, oh my.... Aku punya anak cowok, dan aku punya kewajiban untuk mengajarkan dia untuk sholat di masjid sedini mungkin. Karena katanya mbak si penyiar radio itu, kalau gedhe nanti terlalu canggung, andaikata tiba-tiba disuruh sholat ke masjid. Baiklah, mari kita mulai perjuangan ini. 
   Pertamanya aku meminta Peip mengajak serta si boboi ini sholat berjamaah di mushola seberang jalan. Tapi hasilnya kurang menggembirakan. Katanya si boboi ga mau turun dari gendongan, nangis ketika ditaruh di samping bapake hahaha. Akhirnya sholat lah si bapake sambil gendong. Ya sudahlah, namanya juga pertama kali. Boboi umur 20 bulan. Setelah itu ketika diajak lagi ke mushola ...eh ga mau. Akhirnya beberapa hari kemudian emaknya ini memutuskan untuk cancut taliwanda (turun tangan). Si emak ikut serta sholat di mushola, jadilah si buntut boboi ikut serta. Berbekal dua mainan, sukseslah sampai selesai sholat dia ga nangis. Yah, meski sepanjang sholat dia main truk di sampingku... Tapi paling ngga, dia ga nangis dan ga membuat gaduh. Setelah itu, boboi ga nangis lagi jika diajak ke mushola.
                                                     
Beberapa hal yang musti diperhatikan ketika mengajak anak balita ke masjid adalah, pertama pastikan dia sudah pipis dulu. Tentu ga asyik kan kalau kita harus nyuci karpet karena ompol si kecil (ini pernah kejadian beberapa waktu kemudian ketika boboi sholat bareng bapake), yang kedua jika anak belum bisa tenang mengikuti sholat bawakan dia mainan kesukaannya yang berukuran kecil saja tentunya.
  Itulah pengalamanku mengajak anak balita sholat berjamaah di mushola\masjid. Selamat mencoba man teman.

Wednesday, January 7, 2015

Singkong Goreng Super Sedap

Singkong goreng
Januari .... hawa nya sejuuukkk ... karena hujan sehari-hari.... terus kalau hujan enaknya ngapain? Ya kalau aku sukanya duduk di teras ngeliat hujan ditemani teh panas sama gorengan. Biar kata gorengan kurang baik buat kesehatan, tapi rasanya berat untuk meninggalkan. Nah salah satu gorengan yang sedap ... sedap ...sedap itu ya ini, singkong goreng kress. Sebenarnya aku buat ini  udah agak lama, tapi baru sempat cerita sekarang. Waktu itu ibu mertua beli singkong di pak sayur. Pertamanya mau aku buat kolak, tetapi kok kayaknya ntar yang makan aku sendiri. Kebanyakan pada suka gorengan. Ya sudah mau aku bikin blanggreng saja. Tapi blanggreng yang kubuat biasanya agak keras, karena singkong dikukus. Lalu tiba-tiba aku ingat resep kentang goreng ala frenchfries yang biasa kubuat. Jadi kuterapkan saja resep frenchfries buat singkong. Mangga teman-teman yang mau coba, gampiiiiilllll banget nget, dan hasilnya juaraaa! Renyah di luar dan lembut di dalam. Asal tahu ya, bumer (ibu mertua) sampai hampir menghabiskan sepiring singkong sendiri :) dan kemudian tiga hari berturut-turut minta dibuatin lagi... lagi ...dan lagiiiiiii ...

Bahan:
  • Singkong
  • Garam
  • Margarin
  • Tepung terigu 
Cara:
  • Kupas singkong, potong-potong dan belah jadi beberapa bagian lalu cuci bersih.
  • Didihkan air, masukkan garam dan margarin. Karena aku masaknya tidak memakai ukuran tertentu jadi teman-teman bisa mengira sendiri. Jumlah air tergantung singkongnya, pokoknya singkong terendam semua dalam air. Untuk air 1 liter, kira-kira garamnya setengah sendok makan dan margarin 1 sdm.
  • Masukkan singkong dan rebus hingga matang sedikit mblodor. Duh ... bahasa Indonesianya apa ya? Maksudnya tuh, level di atasnya matang ... singkongnya jadi lunak merekah-rekah.
  • Jika sudah mulai mblodor, angkat dan tiriskan.
  • Taburi singkong panas dengan tepung terigu hingga merata. Biarkan sejenak sampai agak dingin.
  • Goreng hingga keemasan, lalu sajikan hangat-hangat.

Friday, January 2, 2015

Ken di Usia 20 Bulan

     Dari jaman hamil, cita-citaku itu hendak mendokumentasikan segala perkembangan Ken dalam bentuk tulisan sejak lahir, buat kenang-kenangan. Ya minimal tiap satu bulan lah. Tapi apa daya, ternyata tidak kesampaian. Baru kali ini aku bisa mewujudkannya, dan ternyata tahu-tahu Ken sudah berumur 20 bulan tanggal 30 Desember kemarin huahaha. Ohooooo, ke mana aja sih aku 20 bulan ini? #nanya-sama-sayur-bayem.
   Yeeaahhh, overall perkembangan Ken bagus, hampir sama dengan tabel perkembangan anak kecuali satu hal. Masalah berat badan. Kalau orang-orang di luar sana sibuk mikirin gimana diet yang bagus agar bisa turun berat badan, justru kami (Ken dan emaknya) sibuk mikirin gimana bisa nambah berat badan ini.
Ken dan emaknya emang sama-sama cungkring...duh ...duh ...So, bagaimanakah perkembangannya sampai 20 bulan ini?
  • Lagi demen banget main sepeda roda dua, padahal belum bisa nuntun ataupun naik. Lhah terus kepriben? Ya emaknya ini yang jadi korbannya, nuntunin sepeda, dia nya yang mendorong. Kalau sudah main sepeda gini susah banget berhenti, padahal emaknya udah ngos-ngosan dan iapun sudah bermandikan keringat dan wajahnya memerah. Kalau mau berhenti pasti ada dramanya, dia pake nangis-nangis gitu. Jadi kalau emaknya lagi ga mood nuntun sepeda, sepedanya diumpetin..hihihi.
  • Nge-fans sama pak sayur. Lagi asyik-asyiknya main mobil-mobilan atau dikelonin emaknya buat bobok pagi tiba-tiba ada bel motor dari luar teeett ...teett ...teett .. langsung terlonjaklah si bocil sambil teriak gegap gempita "Pak ayuung ... pak ayung ... men ...men" maksudnya "itu ada pak sayur, ayo beli permen"
  • Sangat ingin mandiri. Melihat emaknya melakukan sesuatu, dia pengin juga bisa dan tidak mau dibantuin, contohnya saja: ikut ngupas mangga, ngiris sayuran, nyapu dll sambil bilang "wewe ...wewe", maksudnya "dewe ... dewe (aku lakukan sendiri)"
  • Tidak takut keramas. Dulu tiap diguyur kepalanya nangis-nangis ga jelas, sampai emaknya ikut basah kuyup. Sekarang udah happy-happy aja diguyur kepalanya, reaksinya paling berkata "hoooahhhm" sambil mengerjap-ngerjapkan mata.
  • Bobok tanpa nenen. Meskipun belum konstan setiap hari, tapi sudah mulai sering bobok sendiri tanpa nenen. Cukup dipuk-puk atau diusap-usap punggungnya. Malah kalau pengin ngerjain emaknya, minta dipijit pinggangnya (nunjuk-nunjuk pinggang) sambil bilang "nyak ...nyak .." maksudnya "mau dipijat pakai minyak kayu putih/telon" ..jiiaahhh ...
  • Sudah bisa berhitung dengan benar dari angka 6-10, jadi kalau ngitung tiba-tiba nam, uju, apan, ilan, uluh.. 
  • Suka nonton youtube. Tiba-tiba aja nylingkrik di kursi, terus nyeklekin stavolt.. sambil teriak-teriak "eyok tek ..eyok tek (ndelok truk )" maksudnya "lihat truk di youtube". Bocil ini suka banget sama alat transportasi, rata-rata anak cowok emang gitu sepertinya.
    Khusuk nonton mobil di youtube
  • Narsis tingkat kecamatan. Suka banget melihat foto-foto dan videonya sendiri. Kalau habis difoto, langsung lari ke yang memfoto sambil bilang "yok ..yok ..yok (ndelok..ndelok) ..maksudnya "Lihat ...aku lihat hasil fotonya"
  • Sudah memiliki keahlian memberi aba-aba markir mobil. Begitu melihat mobil hendak jalan atau mau parkir, dengan sigap dan lantang dia akan teriak-teriak "teyuus ...teyuuss ..pool ... anaan ..teyuuss ...hoop", aku sampai terkikik kalau melihat semangatnya, pakai tangan diayun-ayun segala. Beberapa hari ini dia bisa ngomong "pol", sebelumnya dia bisanya "pong"
  • Giginya sudah 16, aku selalu berusaha untuk menyikatnya secara teratur. tapi sepertinya teledor juga aku, ada kerusakan sedikit pada gigi atas depannya.
  • Kosakatanya umur 20 bulan ini sudah lumayan, meski kalau cerita masih sering menggunakan bahasa planet. Bahasanya gado-gado antara Jawa dan Indonesia. Di antaranya yaitu: apak, unda, mbah, akdhe, atung, ati, pas (kipas), ape (hp), elas (gelas), ndok (sendok), aju (baju), athok (kathok), ampu (lampu), atu (sepatu), andang (sandal), anyu (banyu), abun (sabun), tek (truk), mobing (mobil), otong (motor), pit, atu (watu), angan (tangan), ambut (rambut), wak (iwak), eong (kucing), anuk (manuk), abed (lovebird), ajah (gajah), acan (macan), embek, cak (cicak), bebek, anas (panas), ngiin (dingin), moh, njem (pinjem), uwun (nyuwun), anduk, adoh, nono (kono), duduk, ndong (gendong), alon (balon), api, alan (jalan), eken (neker), openg (topeng), lan (bulan), upu (kupu), iso (pisau), lem (pelem), elung (telur), mimik, maem, pinipin (upin ipin), mpah (tumpah), les (teles). ayiih (ngalih), odok ono (radha rana), adep ana (madhep rana), eyuk (jeruk), entas (kertas), uyisan (tulisan), edotan (sedotan), ayik (jarik), eyek (nderek), ndak (tindak), ayo, moh, nyak (minyak), ci angan (cuci tangan), ola (bola), ayungan (payungan), aduk-adukan (mengaduk-aduk), angun (bangun), olat (sholat), dan masih banyak lagi sepertinya, tapi saya lupa.

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts