Membawa Batita Naik Bus

Pagi tadi aku dan Ken melakukan perjalanan Ngawi - Solo cuma berdua saja. Meski bukan pertama kalinya naik bus, tapi ini perjalanan pertama naik kendaraan umum cuma berdua dengan jarak cukup jauh. So, aku menyiapkan beragam amunisi untuk membuat perjalanan kali ini cukup nyaman dan smooth.

Preparation:
           Aku memilih menggunakan tas backpack yang pakai kantong-kantong di luar. Tas backpack akan memudahkan kita bermanuver, seperti ngejar bus, naik bus, berjalan di dalam bus dengan kondisi bus berjalan, dan melompat turun bus.Tas backpack akan membuat beban kita seimbang dan melekat erat pada kita. Beda dengan tas tenteng yang gampang melorot, apalagi bila barang bawaan kita cukup berat. Ingat karena beban kita ga cuma tas, tapi bertambah dengan menggendong anak juga lhoo...
          Selain itu kantong-kantong pada backpack ini penting untuk menaruh barang-barang agar mudah dijangkau.Perhatikan kebutuhan si kecil selama di perjalanan. Aku menyiapkan air putih, susu, makanan ringan, mainan, permen, diaper, baju ganti anak, tisu kering dan basah dan kantong plastik. Letakkan air minum dan tisue di tempat yang mudah dijangkau. Oh iya, taruh juga uang sebesar ongkos kendaraan di kantong luar biar kalau mau bayar ke pak kondektur ga perlu ngubek-ngubek dompet di dalam tas.

The Journey:
      Seperti dugaanku sebelumnya, kemungkinan hari Kamis penumpang tak akan sepadat hari Senin pagi, ternyata benar adanya. Masih banyak bangku kosong ketika kami naik. Aku memilih bangku 2 seats yang kosong. Ken sangat antusias melihat-lihat sekitarnya. Karena tadi aku ga sempat sarapan aku keluarkan arem-arem yang aku beli sebelum naik bus. Eh ternyata Ken mau, Ya sudah kurelakan arem-arem yang sebiji itu. Aku ga kepikiran kalau Ken mau, jadi cuma beli sebiji. Akhirnya sibuklah dia makan arem-arem hingga masuk daerah Sragen. Padahal untuknya, aku siapin roti.

Liat-liat Ahhh ..
Sibuk Maem
Bosen dengan arem-arem dia berdiri menghadap jendela melihat berbagai kendaraan di luar. Capek berdiri dia mulai merajuk, kukeluarkan minumannya. Setelah minum lalu sibuk main mobil-mobilan. Dia pun anteng bermain mobil-mobilan di jendela dengan suara berisik ngeeeengg .... ngeeengg ...
      Ketika keluar dari daerah Sragen rupanya dia sudah capek main mobil-mobilan, dan iapun kembali merajuk. Kukasih minum dia ga mau, lalu kukeluarkan jurus pamungkasku ....taadaaa .... PERMEN. Ya, dia langsung sibuk maem permen mint yang ijo. Memang sih, sering-sering memberi permen ga bagus, tapi sekali-sekali dalam kondisi darurat begini ga apa-apa kaan .. #caripembenaran.
     Syukur Alhamdulillah hingga akhirnya turun di Palur, Ken masih anteng ngenyot permennya yang ga habis-habis..dan kalau begini, Ken siap untuk perjalanan yang lebih jauuh nih bapaaaakkkk!! #ngarep




Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri