Cara Berhenti Merokok

      Apakah kamu, ayahmu, adikmu, kakakmu atau tetanggamu termasuk ahli hisap alias perokok? Nah kalau iya, seharusnya segera berhenti saja. Karena konon kata orang, merokok itu tidak maedahi alias tak berguna dan justru mendatangkan banyak efek buruk. Lihat saja peringatan yang tercantum di bungkus rokok atau di iklan-iklan rokok yang sekarang "merokok membunuhmu", hayooo ngeri ga sih? 
     Meski peringatannya sudah sengeri itu, namun masih banyak orang yang tidak peduli. Dimanapun kita berada, ahli hisap ini selalu menghantui hihihi.. :D. Di rumah, di jalan, di bus, di kantor-kantor, di sawah, di ruang kelas, di WC, bahkan di tempat-tempat yang dilarang pun tak sedikit yang nekat klepas-klepus, contoh, di rumah sakit. Seringkali aku menemui orang merokok di lingkungan rumah sakit, meski peringatan "Dilarang Merokok" terpampang dimana-mana. 
Sumber: uonews.uoregon.edu

     Ketidakpedulian para perokok terhadap kesehatan diri mereka sendiri dan lingkungan mungkin disebabkan karena bahaya merokok tidak kasat mata, alias tidak terjadi secara langsung. Kalau dampak negatif rokok terjadi secara langsung orang pasti mikir untuk berhenti kali ya. Aku jadi teringat debatku sama kakak yang setting waktunya aku dah lupa, pokoknya dulu sekali, tentu saja debatnya berkaitan dengan rokok ya. Waktu itu kalau ga salah aku mengingatkan tentang bahaya rokok, nah langsung dia memaparkan bukti-bukti dan hasil surveinya "Lha kae Pakdhe W kae, ngrokok saka jaman ra enak teka saiki umur 70 luwih yo sehat-sehat wae, jik kuat macul" (Lihat saja Pakdhe W itu, merokok dari jaman baheula sampai sekarang umur 70 lebih juga sehat-sehat aja malah masih kuat mencangkul). Alhasil aku cuma bisa ngikik prihatin mendengarnya.
     Meski kakak dan bapakku belum bisa berhenti merokok, Alhamdulillah Peip sudah lulus. Dulunya ia perokok dari aliran garis keras yang paling radikal. Sehari bisa habis berbatang-batang, apalagi kalau sudah ngumpul dengan kawan-kawan. Duuhh sampai ngeri lihat asbaknya.Memang berat perjuangan Peip untuk berhenti merokok, karena sudah masuk kategori kecanduan. Namun karena tekad yang kuat, bercerai dengan rokok pun bisa diwujudkan. Inilah beberapa hal yang dilakukan Peip untuk berhenti merokok:
  1. Niat. Segala sesuatu berawal dari niatnya bukan. Nah, di sini niat yang kuat dan ketetapan hati sangat dibutuhkan. Katakan pada otak dan berpikirlah kalau kamu memang mau berhenti merokok. Adanya satu motivasi akan memudahkan kamu untuk segera berhenti. Motivasi utama Peip waktu itu adalah karena aku hamil, dan motivasi kedua adalah untuk pengiritan... ;)
  2. Tindakan. Segera setelah punya niat yang kuat itu, berhentilah merokok dan berpisahlah dengannya. Jangan pegang-pegang lagi, jangan sampai menyediakan rokok di kantong, apalagi mengendus-endus rokok punya bapak hahahaha....
  3. Pencegahan. Ketika ada godaan yang datang dari dalam diri sendiri seperti mulut terasa kecut menagih jatah asap, segeralah minum air jeruk nipis, atau langsung menghisap irisan jeruk nipis, dijamin tambah kecuttt. hihihi .... Emang iya jeruk nipis kecut, tapi bisa meredam keinginan untuk merokok.
*peringatan: tips di atas sangat manjur diterapkan oleh Peip, namun untuk orang lain belum dijamin karena tergantung kondisi, situasi, dan psikologi orang tersebut #halahhhh

Comments

  1. Kalau suami saya sebelum menikah langsung saya tantang dulu. Menikah dengan saya, cerai dengan rokok. Kadang sih, kalau kumpul dengan teman-temannya masih merokok. Saya ingatkan saja, seharusnya dulu bikin perjanjian atau sekalian buat mahar aja ya..hihihi..

    ReplyDelete
  2. haha bagus juga tu idene mak Rizka, buat mahar. Emang hrs bertekad kuat kalau mau berhenti merokok tuh, soalnya yaitu kumpul sama teman gitu bs bikin pengin lagi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri