Tuesday, May 27, 2014

Cara Berhenti Merokok

      Apakah kamu, ayahmu, adikmu, kakakmu atau tetanggamu termasuk ahli hisap alias perokok? Nah kalau iya, seharusnya segera berhenti saja. Karena konon kata orang, merokok itu tidak maedahi alias tak berguna dan justru mendatangkan banyak efek buruk. Lihat saja peringatan yang tercantum di bungkus rokok atau di iklan-iklan rokok yang sekarang "merokok membunuhmu", hayooo ngeri ga sih? 
     Meski peringatannya sudah sengeri itu, namun masih banyak orang yang tidak peduli. Dimanapun kita berada, ahli hisap ini selalu menghantui hihihi.. :D. Di rumah, di jalan, di bus, di kantor-kantor, di sawah, di ruang kelas, di WC, bahkan di tempat-tempat yang dilarang pun tak sedikit yang nekat klepas-klepus, contoh, di rumah sakit. Seringkali aku menemui orang merokok di lingkungan rumah sakit, meski peringatan "Dilarang Merokok" terpampang dimana-mana. 
Sumber: uonews.uoregon.edu

     Ketidakpedulian para perokok terhadap kesehatan diri mereka sendiri dan lingkungan mungkin disebabkan karena bahaya merokok tidak kasat mata, alias tidak terjadi secara langsung. Kalau dampak negatif rokok terjadi secara langsung orang pasti mikir untuk berhenti kali ya. Aku jadi teringat debatku sama kakak yang setting waktunya aku dah lupa, pokoknya dulu sekali, tentu saja debatnya berkaitan dengan rokok ya. Waktu itu kalau ga salah aku mengingatkan tentang bahaya rokok, nah langsung dia memaparkan bukti-bukti dan hasil surveinya "Lha kae Pakdhe W kae, ngrokok saka jaman ra enak teka saiki umur 70 luwih yo sehat-sehat wae, jik kuat macul" (Lihat saja Pakdhe W itu, merokok dari jaman baheula sampai sekarang umur 70 lebih juga sehat-sehat aja malah masih kuat mencangkul). Alhasil aku cuma bisa ngikik prihatin mendengarnya.
     Meski kakak dan bapakku belum bisa berhenti merokok, Alhamdulillah Peip sudah lulus. Dulunya ia perokok dari aliran garis keras yang paling radikal. Sehari bisa habis berbatang-batang, apalagi kalau sudah ngumpul dengan kawan-kawan. Duuhh sampai ngeri lihat asbaknya.Memang berat perjuangan Peip untuk berhenti merokok, karena sudah masuk kategori kecanduan. Namun karena tekad yang kuat, bercerai dengan rokok pun bisa diwujudkan. Inilah beberapa hal yang dilakukan Peip untuk berhenti merokok:
  1. Niat. Segala sesuatu berawal dari niatnya bukan. Nah, di sini niat yang kuat dan ketetapan hati sangat dibutuhkan. Katakan pada otak dan berpikirlah kalau kamu memang mau berhenti merokok. Adanya satu motivasi akan memudahkan kamu untuk segera berhenti. Motivasi utama Peip waktu itu adalah karena aku hamil, dan motivasi kedua adalah untuk pengiritan... ;)
  2. Tindakan. Segera setelah punya niat yang kuat itu, berhentilah merokok dan berpisahlah dengannya. Jangan pegang-pegang lagi, jangan sampai menyediakan rokok di kantong, apalagi mengendus-endus rokok punya bapak hahahaha....
  3. Pencegahan. Ketika ada godaan yang datang dari dalam diri sendiri seperti mulut terasa kecut menagih jatah asap, segeralah minum air jeruk nipis, atau langsung menghisap irisan jeruk nipis, dijamin tambah kecuttt. hihihi .... Emang iya jeruk nipis kecut, tapi bisa meredam keinginan untuk merokok.
*peringatan: tips di atas sangat manjur diterapkan oleh Peip, namun untuk orang lain belum dijamin karena tergantung kondisi, situasi, dan psikologi orang tersebut #halahhhh

Sunday, May 25, 2014

Le, Bapak Sayang Kowe




Tatapan Cinta Bapak Anak
Ken, itulah nama buah hati kami. Dia hadir ketika usia pernikahan kami menginjak 1,5 tahun. Tak terkira kebahagiaan yang kami rasakan, karena memiliki anak merupakan satu kado yang istimewa. Aku sampai tak percaya rasanya ketika akhirnya dapat menimang tubuh mungilnya, "oh, kado ulang tahunku yang paling super" (kebetulan Ken lahir dekat dengan hari lahirku). Begitu juga dengan Peip -suamiku- ia gembira bukan kepalang menyambut kehadiran Ken. Hal ini bisa dimaklumi karena kakak pertamanya belum dikaruniai anak meski pernikahannya kini sudah berumur 6 tahun dan kakak keduanya dikaruniai anak dengan retardasi mental. Sehingga Peip sering memanggil Ken dengan sebutan Anugerah.




http://cintamonumental.blogspot.com/







Thursday, May 15, 2014

Pertumbuhan Gigi Bayi

         Gigi merupakan bagian tubuh bayi yang cukup lambat terbentuknya. Setelah berbulan-bulan si kecil hadir di dunia ini, gigi baru mulai bermunculan. Itupun tak berbarengan, melainkan satu-satu :). Tapi meski belum punya gigi, si kecil tetep manis kan senyumnya ..... sangat manis dan imut bahkan. Ngomongin tentang gigi, Ken yang paling jago dah di antara temen-temen sebayanya. Di umurnya yang 12 bulan giginya udah 8 aja, yaitu 4 gigi atas dan 4 gigi bawah. Bandingin nih sama temennya. Safana 13m (4 gigi), Sabanta 10m (2 gigi), Nauval 8m (2 gigi), Rafa 10m (0 gigi).
        Jika dilihat dari data gigi Ken dan kawan-kawan (halahhh ...) pertumbuhan gigi anak memang beragam. Ken sendiri mulai tumbuh gigi waktu umur 5m, dimulai dari gigi bawah tengah. Uniknya gigi tumbuh secara berpasangan, yaitu dua dua. Meskipun berpasangan, munculnya tidak bareng langsung. Ada jeda beberapa hari. Dari pasangan dua-dua itu, gigi Ken selalu yang kiri dulu munculnya. Yang tidak kalah unik adalah gigi Nauval, anak temenku yang jauh di Riau sana. Pertama kali muncul adalah 2 gigi taring. Pada bisa bayangin ga sih? Soalnya ketika dikasih tahu aku susah membayangkan. Gigi bagian depan masih ompong, tapi ada dua gigi taringnya....hiiii...#disambit_emaknya. Gambar berikut merupakan urutan munculnya gigi Ken.
Urutan pertumbuhan gigi Ken
       Misteri dibalik pertumbuhan gigi bayi ini belum bisa kuungkap hohoho. Seorang kawan bilang, mungkin penyebabnya karena konsumsi suplemen kalsium saat kehamilan. Tapi ide tersebut sepertinya terbantahkan, mengingat aku dan Bunda Sabanta periksa kehamilannya di dokter yang sama, so suplemennya juga sama.. yaitu zat besi dan kalsium. Apalagi aku dulu sering kelupaan minum suplemen tersebut hehe, jadi tingkat pengkonsumsian kalsiumku tidak terlalu tinggi juga.
    Setiap melihat perkembangan anak, senang sekali hati ini, ... namuuunnn.... ada juga akibat sampingan yang harus diemban.Akibat yang kualami dari pertumbuhan gigi Ken yang cepat ini ada 2. Pertama-tama adalah kesakitan waktu nenenin. Entah karena gusinya gatal atau bagaimana, ada suatu masa dimana Ken seneng banget gigit  waktu nenen. Sakitnya jangan ditanya, karena giginya udah ada yang atas dan bawah....berggghhh #sampai njerit beneran aku. Rasanya begitu galau ketika dia minta nenen. Takut kalau digigit lagi. Semacam ada trauma gitu hahaha. Tapi demi anugrah tercinta, tetep aja dikasih sambil tak lupa berdoa semoga ga digigit hihi.Akibat yang kedua adalah harus telaten merawat giginya sejak umur 5,5m. Agar gigi anak selalu sehat dan kuat, tentu perawatan sejak dini penting banget dilakukan.

Update: karena berbagai kesibukan, aku lupa mendokumentasikan gigi ke- 9 sampai ke-16. Dan ini sekarang sedang numbuh gigi ke 17 dan 18, yaitu gigi geraham bawah. Seperti biasa muncul dua, tapi lebih dulu yang bagian kiri.

Monday, May 5, 2014

Lontong

       Semua sudah pada tahu kan ya makanan bernama lontong ini? Lontong terbuat dari beras yang dibungkus daun pisang kemudian direbus hingga lunak. Mungkin di beberapa daerah penyebutannya berbeda, seperti di Ngawi makanan ini disebut t├Ępo. Bahan dan cara masaknya sama, yang membedakan adalah bentuk bungkusannya.Kalau lontong bentuknya bulat panjang, sementara tepo berbentuk pendek dan seperti limas.
      Dengan berbahan beras dan bertekstur lembut, lontong menjadi sangat flexibel, bisa dimakan dengan berbagai pelengkap menjadi beragam kuliner yang berbeda. Bisa jadi lontong pecel, lontong tahu kecap, lontong sayur, lontong sate, lontong opor, lontong bakso dll. Pokoke lontong serba bisa deh! Sampai-sampai ada lontong yang jago banget berargumen, yaitu Cak Lontong hehehehe.
     Pagi ini seperti minggu kemaren aku membekali Peip yang hendak balik ke Solo lontong dan sambal sate kacang. Dia udah ketularan aku aja, lontong maniak. Proses memasaknya lumayan lama. Dimulai dari kemarin jam 3 sore bungkusin, terus merebus dari jam 4 sampe jam 9 malem, Alhamdulillah jadi semua lontongnya, ga ada yang jebol bungkusnya juga.Dulu emang suka gagal waktu bikin lontong, salah satu penyebabnya karena ga pas takaran beras yang dibungkusin, sehingga lontong jadi keras banget atau berasnya ga bisa mengembang karena kebanyakan isi. Sebab lain karena daun pembungkusnya robek, sehingga lontong jadi mblenyek, karena kemasukan banyak air.

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts