Solo: Si Mungil yang Menawan

       Kota Solo yang mempunyai nama resmi Surakarta ini sudah menjadi rumah kedua bagiku. Tak terasa ternyata 10 tahun (2002-2012) aku tinggal di kota mungil ini selama kuliah dan kerja. Setelah itu meski tidak tinggal di Solo tapi masih sering juga ke Solo, secara tempat tinggalku sekarang masih tetanggaan dengan Solo. Aku bilang Solo itu kota mungil karena wilayahnya memang tidak terlalu luas, dari satu ujung ke ujung lainnya lumayan dekat. Kalau naik motor diboncengin suami, cuma butuh waktu setengah jam dari ujung timur ke ujung barat, dari ujung selatan ke utara (tapi kalau yang naik motor aku mungkin butuh sehari kali ya, soalnya aku belum terampil naik motor hehe). Menghabiskan waktu cukup lama di Solo memberiku banyak kesan dan kenangan.
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
      Ya, gara-gara UNS ini lah aku tinggal di Solo (dan gara-gara UNS juga aku ketemu jodohku hehe). Banyak orang yang salah dengan kepanjangan nama UNS ini, mereka menyangka UNS adalah singkatan dari Universitas Negeri Surakarta/Solo.Memang sih UNS berstatus universitas negeri, tapi bukan itu namanya.Dalam ijazahku tertera dengan jelas "Universitas Sebelas Maret". Ga tau kenapa singkatannya bukan USM ya? hehe ...
Kop Ijazah
UNS merupakan universitas favorit di Solo, mahasiswanya ribuan dari seantero Indonesia bahkan juga dari mancanegara. Tetapi mayoritas adalah anak-anak daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat. Aku punya temen orang Jakarta, Bekasi, Bandung, Riau, Lampung, Kalimantan, Papua dan lain-lain. Kuliah di UNS asyik tauu. Bayarnya murah (dibanding di kota-kota besar) tapi ga murahan juga kok. Dosenku dulu pada lulusan luar negeri, Inggris, Amerika, Australia (aku kuliah di fakultas sastra). Suasananya menyenangkan, karena areanya luas banget jadi terasa longgar dan banyak pepohonan besar-besar.
Ngomong-ngomong tentang pepohonan, musim yang paling dinanti anak-anak adalah musim angsana berbunga. Ketika pohon angsana yang berderet-deret menaungi jalanan bareng-bareng berbunga, bau segar menyeruak, dan ketika bunga-bunga itu berguguran. wooow ...jalanan penuh bunga-bunga kuning bak permadani, cakep banget dehhh ... (hiks...jadi kangen).

  • Kuliner
       Pertama kali tinggal di Solo, malem-malem aku dibuat merinding ketakutan. Dari jalanan yang sudah sepi terdengar suara cing ...cing ...krincing ...krincing .... dalam hati aku berpikir, "Ya Allah apa itu suara kendaraan Nyi Rara Kidul?" .... lama aku tak bisa tidur memikirkan suara itu. Hingga keesokan harinya aku tanya kepada teman, dan ternyata itu adalah suara pedagang sate ayam keliling #huufh. Solo terkenal dengan cita rasa masakan yang cenderung manis. Awal-awalnya sempet shock culture of food juga aku, dari kebiasaan menyantap makanan Ngawi yang pedes dan asinnya nendang, ke makanan Solo yang pedesnya cuma sayup-sayup. Syukurlah ada bebek Slamet dan warung Spesial Sambal, kalau pas kebelet pengin makan pedes hehe.
       Yang khas dari Solo adalah keberadaan warung hiks, di manapun anda berada pasti nemu dah warung ini. Hiks buka sore hari hingga larut malam dan yang khas dari hiks adalah nasi kucing. Nasi bungkus yang seperti menu kucing ini (nasi sekepal tangan, sambal dan secuil bandeng) sampe membuat ibukku heran bukan kepalang, dan menuduh nasi inilah biang kerok aku ga gemuk-gemuk xixixi. Padahal ya, kalau makan nasi ini ga cuma satu bungkus, bisa dua atau tiga plus nambah lauk pauk yang lain.
      Nasi liwet juga merupakan makanan khas Solo. Makanan ini hanya bisa ditemui pagi-pagi (buat sarapan) atau malam. Nasi liwet merupakan nasi gurih yang diberi sayur labu siem, telur rebus, suwiran ayam dan disiram dengan areh (kepala santan).
      Wedang ronde adalah minuman khas kota ini. Bercitarasa pedas, karena memakai jahe, maka minuman ini paling nikmat diseruput pas dingin-dingin ....sluruuppp. Tapi meski hawa ga dingin pun juga tetep enak kok, apalagi gratis hehe.
Wedang Ronde
Isi wedang ronde ini adalah kolang-kaling, kacang tanah, dan bulet-bulet (ga tau bahannya :D) yang isinya bubuk kacang. Satu hal yang harus diinget adalah jangan pesen makanan pedas barengan wedang ronde. Karena sama-sama berasa pedas terbakar deh nih lidah ...  Aku dulu biasa beli di area Alun-Alun Kidul sepulang kerja sambil nikmati udara sore. Alun-Alun Kidul yang biasa disingkat Alkid ini rame banget kalau sore, banyak yang jualan makanan.
Selat Solo
 Kalau suamiku paling suka sama selat solo. Makanan ini bercitarasa manis, agak asem dikit, segar deh pokoke. Isinya ada kentang, selada, tomat, bawang merah, bistik, wortel, buncis, telur, kuah manis, dan disiram dengan mayonaise. Tipe makanan sehat lah pokoknya ... Aku dulu sering beli di sebelah barat kampus UNS, yang pagernya ijo (lupa aku nama tempatnya #pisss)

  • Pusat Bisnis
 Temen kakakku pernah berujar " Di Solo itu enak, kamu bisa menikmati suasana lokal yang adem ayem dengan nongkrong bareng  berbagai kalangan di hiks, dan juga bisa menikmati suasana wah di restoran-restoran kelas atas". Sedangkan temenku juga pernah bilang "Solo itu kecil tapi lengkap". Yah, sebagai sebuah wilayah yang cuma setingkat kotamadya, Solo bisa dibilang sangat lengkap. Mau apa aja ada. Hendak kulakan apa aja rasaya ada, apalagi yang berbahan kain (maksudnya yang sebangsa baju gitu hehe)...Solo gudangnya. Mau naik apa aja ada, dari becak, odong-odong, bis tingkat, sepur klutuk, kereta ekonomi, kereta eksekutif, bus dengan berbagai jurusan, pesawat, komplit pokoke. Mau ke Singapura? Dari Solo ada penerbangan langsung ke sono.
Sepur Klutuk
Bandara Adi Soemarmo





























Semakin aku bercerita, semakin terasa banyak yang belum dicertain. Oh Solo ... Solo .... rasanya aku lebih mengenalmu daripada kota asalku sendiri (soalnya rumah ortuku jauh dari kota kabupaten hehe)

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri