Sunday, June 2, 2013

PD Kecil Tetap Bisa Beri ASI Eksklusif

       Akhir-akhir ini makin banyak ibu-ibu yang sadar tentang pentingnya ASI bagi bayi. Sehingga banyak yang bercita-cita untuk memberikan ASI eksklusif, begitu pula aku. Sejak hamil, aku merencanakan untuk memberi ASI saja pada bayiku hingga 6 bulan. Namun keadaan PD ku yang bisa dibilang kecil banget membersitkan rasa khawatir juga, kalau-kalau ASI ku ga cukup buat bayiku. Namun, suamiku terus meyakinkan aku bahwa aku pasti bisa. Temen di kantor juga bilang kalau ukuran PD ga berpengaruh pada produksi ASI, yang penting niat dan yakin. Aku pun berusaha meyakin-yakinkan diriku (Soalnya hingga akhir kehamilan PD ga bertambah besar secara signifikan).
      Lalu tibalah saat kelahiran Ken pada 30 April kemarin. Meskipun baru keluar sedikit, Ken kuberi ASI. Pokoknya entah keluar atau tidak, tiap Ken nangis dia kuberi ASI. Hingga hari ke empat ASI masih keluar dikit (bikin kekhawatiranku muncul kembali). Karena khawatir inilah yang membuat aku tak berdaya dan membiarkan eyang Ken memberikan susu formula untuknya ketika ia menangis kenceng (klo ingat masih suka nyesel. Sebenernya aku sama sekali ga menyiapkan beli dot dan sufor, namun klinik tempatku melahirkan memberi bonus/promo dot dan sufor).
    Pada hari ke lima PD ku mengeras dan terasa kencang banget, nah sejak itulah ASI ku lancar jaya. Bisa menyuplai Ken hingga kenyang pokoke :). Buat calon-calon ibu yang lain yang seperti aku, punya PD kecil, tak usah khawatir. Insyaallah, ASI pasti bakal keluar. Yang diperlukan hanyalah niat, keyakinan, berpikir positif, dan keteguhan hati. Jadi ketika bayi menangis tetaplah teguh untuk memberikan ASI. Jangan khawatir, bayi yang baru lahir masih punya bekal nutrisi dari dalam kandungan sebelumnya. Jadi ketika 3 harian ASI belum melimpah, insyaallah bayi ga pa pa kok. Di sinilah perlunya keteguhan hati itu, karena ketika bayi nangis, orang-orang di sekitar kita mungkin risih ato merasa kasihan karena bayi ga kenyang. sehingga akan menyarankan untuk memberi sufor, pisang ato apalah ..... Jadi kuatkan tekad dan katakan tidak (jangan seperti aku, yang pasrah aja. padahal ASI akhirnya keluar juga). Untuk itu penting sekali support dan pengetahuan dari orang-orang di sekitar kita agar kita bisa ngasih ASI eksklusif.

Belanja Kebutuhan Dasar Bayi

Menyiapkan segala pernak-pernik dan kebutuhan bayi yang akan lahir merupakan keasyikan tersendiri bagi ibu hamil.Memilih pakaian-pakaian kecil aneka warna bikin semangat di masa-masa akhir kehamilan. Jadi waktu suami menawarkan akan berbelanja sendiri tanpa aku, terang aja aku ga mau. Secara ya, aku yakin banyak perlengkapan bayi yang nama dan bentuknya aja ia kurang tahu. Belum lagi selera dan model belum tentu cocok.
Dan akhirnya kami belanja pakaian dan perlengkapan bayi di sebuah toko grosir perlengkapan bayi di barat Pasar Klewer (Solo). Tepatnya di sebelah barat tembok kraton, tokonya hadap ke timur. Berikut ini beberapa barang yang kubeli beserta range harganya (Maret 2013) untuk gambaran teman-teman lain yang hendak belanja keperluan bayi.

1. Celana panjang (3 buah 30.000 + 3 buah 20.000)
2. Celana pendek (1 lusin 46.000)
Popok
3. Baju pendek (3 buah 24.500 + 3 buah 26.000 + 3 buah 25.000)
4. Baju tanpa lengan (3 buah 23.500)
5. Baju panjang (3 buah 28.000)
6. Selimut bayi (29.000)
7. Popok kain (1 lusin 45.000 + 1 lusin 25.000)
8. Gurita (1/2 lusin sekitar 15.000)
9. Kain bedong (1/2 lusin sekitar 54.000 + 3 buah 40.000)
10.Kaos tangan dan kaki (masing-masing 3 pasang 7.500)
11.Waslap (3 buah sekitar 9.000)
12. Topi (12.000 + 7.000)
13. Kasur bayi serta bantal guling (60.000)
14. Krodong nyamuk (25.000)
15. Perlak (22.000)
16. Wadah bedak (16.000)
17. Jarit gendong (28.000)
18. Stagen (40.000)
19. Hanger jemuran lipat 20 sticks (27.000)

Selain itu ada juga beberapa barang yang aku beli di sebuah swalayan:
1. Handuk (33.750 + 28.150)
2. Minyak telon (16.400)
3. Alkohol (8.050)
4. Kain kasa (6.300)
5. Kapas bulat ( 2 plastik 13.100)
6. Sabun bayi (1 set 15.225)
7. Baskom plastik (5.275)
8. Bantal peyang (12.750)

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts