Sunday, December 1, 2013

Solo: Si Mungil yang Menawan

       Kota Solo yang mempunyai nama resmi Surakarta ini sudah menjadi rumah kedua bagiku. Tak terasa ternyata 10 tahun (2002-2012) aku tinggal di kota mungil ini selama kuliah dan kerja. Setelah itu meski tidak tinggal di Solo tapi masih sering juga ke Solo, secara tempat tinggalku sekarang masih tetanggaan dengan Solo. Aku bilang Solo itu kota mungil karena wilayahnya memang tidak terlalu luas, dari satu ujung ke ujung lainnya lumayan dekat. Kalau naik motor diboncengin suami, cuma butuh waktu setengah jam dari ujung timur ke ujung barat, dari ujung selatan ke utara (tapi kalau yang naik motor aku mungkin butuh sehari kali ya, soalnya aku belum terampil naik motor hehe). Menghabiskan waktu cukup lama di Solo memberiku banyak kesan dan kenangan.
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
      Ya, gara-gara UNS ini lah aku tinggal di Solo (dan gara-gara UNS juga aku ketemu jodohku hehe). Banyak orang yang salah dengan kepanjangan nama UNS ini, mereka menyangka UNS adalah singkatan dari Universitas Negeri Surakarta/Solo.Memang sih UNS berstatus universitas negeri, tapi bukan itu namanya.Dalam ijazahku tertera dengan jelas "Universitas Sebelas Maret". Ga tau kenapa singkatannya bukan USM ya? hehe ...
Kop Ijazah
UNS merupakan universitas favorit di Solo, mahasiswanya ribuan dari seantero Indonesia bahkan juga dari mancanegara. Tetapi mayoritas adalah anak-anak daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat. Aku punya temen orang Jakarta, Bekasi, Bandung, Riau, Lampung, Kalimantan, Papua dan lain-lain. Kuliah di UNS asyik tauu. Bayarnya murah (dibanding di kota-kota besar) tapi ga murahan juga kok. Dosenku dulu pada lulusan luar negeri, Inggris, Amerika, Australia (aku kuliah di fakultas sastra). Suasananya menyenangkan, karena areanya luas banget jadi terasa longgar dan banyak pepohonan besar-besar.
Ngomong-ngomong tentang pepohonan, musim yang paling dinanti anak-anak adalah musim angsana berbunga. Ketika pohon angsana yang berderet-deret menaungi jalanan bareng-bareng berbunga, bau segar menyeruak, dan ketika bunga-bunga itu berguguran. wooow ...jalanan penuh bunga-bunga kuning bak permadani, cakep banget dehhh ... (hiks...jadi kangen).

  • Kuliner
       Pertama kali tinggal di Solo, malem-malem aku dibuat merinding ketakutan. Dari jalanan yang sudah sepi terdengar suara cing ...cing ...krincing ...krincing .... dalam hati aku berpikir, "Ya Allah apa itu suara kendaraan Nyi Rara Kidul?" .... lama aku tak bisa tidur memikirkan suara itu. Hingga keesokan harinya aku tanya kepada teman, dan ternyata itu adalah suara pedagang sate ayam keliling #huufh. Solo terkenal dengan cita rasa masakan yang cenderung manis. Awal-awalnya sempet shock culture of food juga aku, dari kebiasaan menyantap makanan Ngawi yang pedes dan asinnya nendang, ke makanan Solo yang pedesnya cuma sayup-sayup. Syukurlah ada bebek Slamet dan warung Spesial Sambal, kalau pas kebelet pengin makan pedes hehe.
       Yang khas dari Solo adalah keberadaan warung hiks, di manapun anda berada pasti nemu dah warung ini. Hiks buka sore hari hingga larut malam dan yang khas dari hiks adalah nasi kucing. Nasi bungkus yang seperti menu kucing ini (nasi sekepal tangan, sambal dan secuil bandeng) sampe membuat ibukku heran bukan kepalang, dan menuduh nasi inilah biang kerok aku ga gemuk-gemuk xixixi. Padahal ya, kalau makan nasi ini ga cuma satu bungkus, bisa dua atau tiga plus nambah lauk pauk yang lain.
      Nasi liwet juga merupakan makanan khas Solo. Makanan ini hanya bisa ditemui pagi-pagi (buat sarapan) atau malam. Nasi liwet merupakan nasi gurih yang diberi sayur labu siem, telur rebus, suwiran ayam dan disiram dengan areh (kepala santan).
      Wedang ronde adalah minuman khas kota ini. Bercitarasa pedas, karena memakai jahe, maka minuman ini paling nikmat diseruput pas dingin-dingin ....sluruuppp. Tapi meski hawa ga dingin pun juga tetep enak kok, apalagi gratis hehe.
Wedang Ronde
Isi wedang ronde ini adalah kolang-kaling, kacang tanah, dan bulet-bulet (ga tau bahannya :D) yang isinya bubuk kacang. Satu hal yang harus diinget adalah jangan pesen makanan pedas barengan wedang ronde. Karena sama-sama berasa pedas terbakar deh nih lidah ...  Aku dulu biasa beli di area Alun-Alun Kidul sepulang kerja sambil nikmati udara sore. Alun-Alun Kidul yang biasa disingkat Alkid ini rame banget kalau sore, banyak yang jualan makanan.
Selat Solo
 Kalau suamiku paling suka sama selat solo. Makanan ini bercitarasa manis, agak asem dikit, segar deh pokoke. Isinya ada kentang, selada, tomat, bawang merah, bistik, wortel, buncis, telur, kuah manis, dan disiram dengan mayonaise. Tipe makanan sehat lah pokoknya ... Aku dulu sering beli di sebelah barat kampus UNS, yang pagernya ijo (lupa aku nama tempatnya #pisss)

  • Pusat Bisnis
 Temen kakakku pernah berujar " Di Solo itu enak, kamu bisa menikmati suasana lokal yang adem ayem dengan nongkrong bareng  berbagai kalangan di hiks, dan juga bisa menikmati suasana wah di restoran-restoran kelas atas". Sedangkan temenku juga pernah bilang "Solo itu kecil tapi lengkap". Yah, sebagai sebuah wilayah yang cuma setingkat kotamadya, Solo bisa dibilang sangat lengkap. Mau apa aja ada. Hendak kulakan apa aja rasaya ada, apalagi yang berbahan kain (maksudnya yang sebangsa baju gitu hehe)...Solo gudangnya. Mau naik apa aja ada, dari becak, odong-odong, bis tingkat, sepur klutuk, kereta ekonomi, kereta eksekutif, bus dengan berbagai jurusan, pesawat, komplit pokoke. Mau ke Singapura? Dari Solo ada penerbangan langsung ke sono.
Sepur Klutuk
Bandara Adi Soemarmo





























Semakin aku bercerita, semakin terasa banyak yang belum dicertain. Oh Solo ... Solo .... rasanya aku lebih mengenalmu daripada kota asalku sendiri (soalnya rumah ortuku jauh dari kota kabupaten hehe)

Wednesday, September 4, 2013

Tembang Dolanan Jawa

      Masyarakat Jawa mengenal tembang atau lagu dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk mengiringi kegiatannya atau untuk permainan. Berikut ini beberapa contoh lagu untuk anak-anak, khususnya yang ditemukan di daerahku (Jawa Timur).
1. Kidang talun
    Lagu ini dinyanyikan untuk permainan jari layaknya sebuah hewan kijang.

    Kidang talun
    mangan kacang talun
    mil ketemil mil ketemil
    si kidang mangan lembayung

2. Ongkang
     Lagu ini dinyanyikan untuk permainan ongkang-ongkang, yaitu mengayun anak menggunakan kaki.

     Ongkang-ongkang belongkang
     Jo mangan tai sakkrenjang
     Mangano gedang selirang
     Yo surak-surak horeeeeee
   

3. Gogorang
     Lagu ini dinyanyikan ketika memandikan anak kecil, khususnya ketika mencuci rambut anak perempuan.

     Gogorang ...gogorang
     Sing abang kelia, sing ireng balekna
     rembyak-rembyak teka bokong

4. Blek etek
    Lagu ini merupakan lagu untuk permainan jari

   Blek etek ...blek etek
   Nyaimu mbeleh kethek
   Sir gedebug ceklek

Monday, September 2, 2013

Resep Madumangsa

Madumangsa
         Kalau tahu madumangsa, maka ingatanku pun melayang ke masa kecil. Pada sekitar tahun 1990an madumangsa masih banyak ditemukan ketika lebaran tiba. Ya, madumangsa adalah salah satu makanan khas lebaran di tempatku. Penganan ini merupakan sejenis jenang dengan rasa manis dengan sedikit asam karena terbuat dari tape ketan hitam. Dulu hampir setiap rumah menyajikannya ketika lebaran. Aku dulu seringnya kebagian mbantuin kakak mbungkusin madumangsa dengan kertas minyak yang ujung-ujungnya udah dibuat sliwir-sliwir.  
         Namun makin ke sini semakin jarang ditemui keberadaan madumangsa di piring-piring saji lebaran. Mungkin orang-orang sekarang sudah ga sabar untuk membuatnya. Sebenarnya bahannya sederhana saja, namun memang prosesnya cukup panjang. Nah bagi temen temen yang ingin membuat madumangsa, berikut ini resep yang saya dapat dari kakak saya, hitung-hitung sambil melestarikan makanan tradisional. 
Bahan:
- tape ketan hitam
- gula merah
- gula putih
- santan
- vanili
- garam

Cara membuat:
Rebus gula merah dan gula putih, kemudian tambahkan santan, vanili dan sedikit garam.Setelah itu masukkan tape ketan yang sudah diperas airnya. Aduk terus hingga adonan mengental seperti jenang. Angkat dan biarkan sampai dingin. Bungkus dengan plastik lalu lapisi dengan kertas minyak. Madumangsa siap untuk disajikan.

Sunday, June 2, 2013

PD Kecil Tetap Bisa Beri ASI Eksklusif

       Akhir-akhir ini makin banyak ibu-ibu yang sadar tentang pentingnya ASI bagi bayi. Sehingga banyak yang bercita-cita untuk memberikan ASI eksklusif, begitu pula aku. Sejak hamil, aku merencanakan untuk memberi ASI saja pada bayiku hingga 6 bulan. Namun keadaan PD ku yang bisa dibilang kecil banget membersitkan rasa khawatir juga, kalau-kalau ASI ku ga cukup buat bayiku. Namun, suamiku terus meyakinkan aku bahwa aku pasti bisa. Temen di kantor juga bilang kalau ukuran PD ga berpengaruh pada produksi ASI, yang penting niat dan yakin. Aku pun berusaha meyakin-yakinkan diriku (Soalnya hingga akhir kehamilan PD ga bertambah besar secara signifikan).
      Lalu tibalah saat kelahiran Ken pada 30 April kemarin. Meskipun baru keluar sedikit, Ken kuberi ASI. Pokoknya entah keluar atau tidak, tiap Ken nangis dia kuberi ASI. Hingga hari ke empat ASI masih keluar dikit (bikin kekhawatiranku muncul kembali). Karena khawatir inilah yang membuat aku tak berdaya dan membiarkan eyang Ken memberikan susu formula untuknya ketika ia menangis kenceng (klo ingat masih suka nyesel. Sebenernya aku sama sekali ga menyiapkan beli dot dan sufor, namun klinik tempatku melahirkan memberi bonus/promo dot dan sufor).
    Pada hari ke lima PD ku mengeras dan terasa kencang banget, nah sejak itulah ASI ku lancar jaya. Bisa menyuplai Ken hingga kenyang pokoke :). Buat calon-calon ibu yang lain yang seperti aku, punya PD kecil, tak usah khawatir. Insyaallah, ASI pasti bakal keluar. Yang diperlukan hanyalah niat, keyakinan, berpikir positif, dan keteguhan hati. Jadi ketika bayi menangis tetaplah teguh untuk memberikan ASI. Jangan khawatir, bayi yang baru lahir masih punya bekal nutrisi dari dalam kandungan sebelumnya. Jadi ketika 3 harian ASI belum melimpah, insyaallah bayi ga pa pa kok. Di sinilah perlunya keteguhan hati itu, karena ketika bayi nangis, orang-orang di sekitar kita mungkin risih ato merasa kasihan karena bayi ga kenyang. sehingga akan menyarankan untuk memberi sufor, pisang ato apalah ..... Jadi kuatkan tekad dan katakan tidak (jangan seperti aku, yang pasrah aja. padahal ASI akhirnya keluar juga). Untuk itu penting sekali support dan pengetahuan dari orang-orang di sekitar kita agar kita bisa ngasih ASI eksklusif.

Belanja Kebutuhan Dasar Bayi

Menyiapkan segala pernak-pernik dan kebutuhan bayi yang akan lahir merupakan keasyikan tersendiri bagi ibu hamil.Memilih pakaian-pakaian kecil aneka warna bikin semangat di masa-masa akhir kehamilan. Jadi waktu suami menawarkan akan berbelanja sendiri tanpa aku, terang aja aku ga mau. Secara ya, aku yakin banyak perlengkapan bayi yang nama dan bentuknya aja ia kurang tahu. Belum lagi selera dan model belum tentu cocok.
Dan akhirnya kami belanja pakaian dan perlengkapan bayi di sebuah toko grosir perlengkapan bayi di barat Pasar Klewer (Solo). Tepatnya di sebelah barat tembok kraton, tokonya hadap ke timur. Berikut ini beberapa barang yang kubeli beserta range harganya (Maret 2013) untuk gambaran teman-teman lain yang hendak belanja keperluan bayi.

1. Celana panjang (3 buah 30.000 + 3 buah 20.000)
2. Celana pendek (1 lusin 46.000)
Popok
3. Baju pendek (3 buah 24.500 + 3 buah 26.000 + 3 buah 25.000)
4. Baju tanpa lengan (3 buah 23.500)
5. Baju panjang (3 buah 28.000)
6. Selimut bayi (29.000)
7. Popok kain (1 lusin 45.000 + 1 lusin 25.000)
8. Gurita (1/2 lusin sekitar 15.000)
9. Kain bedong (1/2 lusin sekitar 54.000 + 3 buah 40.000)
10.Kaos tangan dan kaki (masing-masing 3 pasang 7.500)
11.Waslap (3 buah sekitar 9.000)
12. Topi (12.000 + 7.000)
13. Kasur bayi serta bantal guling (60.000)
14. Krodong nyamuk (25.000)
15. Perlak (22.000)
16. Wadah bedak (16.000)
17. Jarit gendong (28.000)
18. Stagen (40.000)
19. Hanger jemuran lipat 20 sticks (27.000)

Selain itu ada juga beberapa barang yang aku beli di sebuah swalayan:
1. Handuk (33.750 + 28.150)
2. Minyak telon (16.400)
3. Alkohol (8.050)
4. Kain kasa (6.300)
5. Kapas bulat ( 2 plastik 13.100)
6. Sabun bayi (1 set 15.225)
7. Baskom plastik (5.275)
8. Bantal peyang (12.750)

Thursday, April 25, 2013

Demam Bros

Jumat kepungkur pengajian ibu-ibu kantor diisi acara gawe kerajinan kang awujud bros saka kain. Seneng aku yen ana acara praktik gawe kerajinan ngono kuwi, amerga dasare aku ki seneng gawe barang sing butuh ketlatenan, pating prenil cilik-cilik. Nalika ning omah weruh kain perca sak pirang-pirang (mas ku usaha konveksi kaos) dadi kepikiran nyoba gawe bros saka kain perca. Kanthi modal dom, bolah, lan kain .....tadaaaa .... kaya ngene iki hasile..
Bros kembang saka kain perca
Nalika tak dudohne kanca-kancaku, pada seneng karo sing bentuk kembang werna kuning. Iku saka kain katun sisa gawe kaos. Nanging maneka kembang ana gambar iku durung isa dienggo, amerga pancen lagi wangune thok, durung ana prangkat kaya tho peniti bros lan hiasan liyane. Makane wingi kepengin banget tuku alat lem tembak. Lan sidane mau mulih sangka kantor mampir menyang Jalan Kalilarangan, Solo, sing pancen ana toko-toko piranti gawe kerajinan. Mlebu salah sijine toko trus takon apa ana alat lem tembak, jare mbak-mbak penjagane ana. Lega. Ngingeti maneka bahan, ning ati kemecer pengin nukoni kabeh lan gawe maneka karya...hehe ..

Ning sidane aku mung tuku bahan iki:
- alat lem tembak: 26.500
- isi lem tembak cilik:1.000
- manik-manik gede: 3.000 (@1000)
- peniti bros selusin: 1.100
- kain flanel 30x30 cm: 2.500


Saiki siap nyoba gawe maneka bros saka kain perca.

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts