Tanpa Kuah, Mas!


Menu andalanku pada hari Minggu sore selalu adalah makanan dari warung Padang Embun Pagi. Kenapa? Alasannya adalah karena jarang sekali tempat makan lain yang buka di sekitar sini.hehe... Sering juga beli di situ di lain hari, tetapi Minggu sore bisa dikatakan "selalu". Kemaren, seperti biasa aku membeli untuk dibawa pulang. Lalu aku bilang ke mas yang siap melayani ku. Namun begitu aku mengutarakan menu yang kumaksud, komentar mas nya adalah "Emangnya enak, Mbak?". Aku agak tersentak, tumben kok dikomentarin. Bukannya tiap kali beli di situ menu ku juga seperti itu? dan mas nya biasanya dah apal. Lalu ku perhatikan si mas pelayan, sepertinya dia orang baru. Mungkin sekali ini kali dia mendengar pilihan menu yang agak aneh. Emangnya apa sih yang aku pesan?

Waktu itu setelah mengambil nasi, terjadi dialog kira-kira seperti ini:
Mas pelayan : Pake apa Mbak ini?
Aku : Ehmm... pake ayam goreng, sambel ijo plus daun singkong dan tanpa kuah.
Mas pelayan : Haa...tanpa kuah, emangnya enak?
Aku : Ya enak lah (dengan agak sewot)
Mas pelayan : Tanpa kuah enak?
Aku : Aku ngga suka nasi yang basah-basah
Mas pelayan : Oooo....

Mungkin memang aneh makan nasi Padang tanpa menu khasnya yang berkuah-kuah kental dan berlemak itu. Akan tetapi justru kuah-kuah seperti itu aku kurang menyukainya. Kata perutku sih bikin neg. Jadi nasi sama sambal pun terasa lebih top markotop. Seperti juga waktu pertama kali (dan mungkin yang terakhir karena aku tak minat untuk makan yang kedua kalinya) beli sate Padang. Aku nyengir waktu liat dan ngrasain kuahnya. lintrek-lintrek. Ya sudah akhirnya aku makan dagingnya aja, dengan sebisa mungkin membersihkannya dari saus yang hmmmmmm itu.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Brantas

Ken Belajar Hiking di Air Terjun Srambang

Mengunjungi Keraton Solo : Ken Ribet Sendiri