Sunday, November 27, 2011

Jenguk Kaka di Gontor

1 Muharram 1433 H, kakak katanya lagi libur. minta dijenguk.
maka meluncurlah kita (Aku, Kang RW, plus Lik Agus) ke Ponpes Gontor putri 1 di Sambirejo, Mantingan, Ngawi. dengan bekal rambutan setenggok, acara menjenguk jadilah acara piknik yang menyenangkan. ketemu keponakan di bawah rindangnya pohon trembesi.
Beberapa keluarga lain juga terlihat bergerombol-gerombol tersebar di area taman luar pondok. tentu momen yang menyenangkan bisa ketemu dengan keluarga, meski hanya sesaat. cukup untuk mengobati kepenatan santri dalam belajar sehari-harinya.

Sunday, October 2, 2011

Bau Pasar ..

Seumur-umur di Solo baru kali ini aku nyemplung Pasar Gede. Kalau lewat sih sudah tidak terhitung lagi. Kebetulan hari ini tadi aku keliling daerah Gladag, cari kain di Pasar Beteng, beli ikan, tak ketinggalan makan mi kesukaan, Mie Gajah Mas. Ketika dari Beteng mau ke Pasar Ikan, aku keinget ga punya sayur buat masak besok, aku ajak Kang RW mampir di Pasar Gede yang berseberangan dengan Pasar Ikan. Jadi, sekalian aja satu parkir bisa ke tiga tujuan.

Motor diparkir di Pasar ikan, lalu jalan nyebrang ke Pasar Gede. Meski agak kurang yakin apa masih ada yang jualan (karena sudah sore), tapi aku cukup bersemangat. Sejarah je ...pertama kali ke pasar yang konon cukup terkenal ini.. hoho. Di pintu masuk pasar pertama aku lihat ada penjual perkakas rumah tangga seperti centong, pisau, sendok sayur dan teman-temannya. Orang-orang masih cukup banyak yang berseliweran, ayem lah hati ini, berarti masih ada yang jualan. Terlihat di lorong depan sendiri ada penjual sayur-sayuran. Begitu masuk dalam bangunan, hidung ini mulai cungar cungir. "Kok pesing gini ya pasar" gumamku. Dengan agak menahan napas aku lanjutin keliling. Kebanyakan pedagang memang sudah tidak ada alias tutup. Tapi masih cukup bila mau belanja sesuatu.Paling banyak yang masih buka adalah pedagang buah.

Baru keliling dua lorong aku merasa sudah ga nyaman sama sekali. Campuran antara bau pesing yang cukup menyengat, kecoak dan apegnya sisa-sisa dagangan. Kuajak Pip untuk segera keluar. Aku tidak jadi beli apa-apa. Aku masih terus berpikir "apakah bau itu ada sejak pagi ketika banyak aktivitas jual-beli atau waktu sore saja karena kumpulan sisa-sisa aktivitas seharian?! Tak terbayang jika berbau begitu sejak pagi .. benar-benar tempat yang ga nyaman. Kubayangkan pasar-pasar di kampung sana, Pasar Gentong, Pasar Jogorogo. Meski ga bagus tapi lumayan, ga bau. Enak buat belanja.

Pikiranku tentang bau di pasar itu masih tetap melekat,.Ketika makan di Mie Gajah Mas sehabis dari Pasar Gede, aku melihat serombongan turis Belanda rame-rame naik becak dari depan pasar itu. Terlihat wajah-wajah antusias mereka dengan kayuhan abang-abang becak. Kawasan yang sangat potensial sebenernya untuk dikembangkan. Dengan kunci, Kebersihan.

Monday, July 4, 2011

Tanpa Kuah, Mas!


Menu andalanku pada hari Minggu sore selalu adalah makanan dari warung Padang Embun Pagi. Kenapa? Alasannya adalah karena jarang sekali tempat makan lain yang buka di sekitar sini.hehe... Sering juga beli di situ di lain hari, tetapi Minggu sore bisa dikatakan "selalu". Kemaren, seperti biasa aku membeli untuk dibawa pulang. Lalu aku bilang ke mas yang siap melayani ku. Namun begitu aku mengutarakan menu yang kumaksud, komentar mas nya adalah "Emangnya enak, Mbak?". Aku agak tersentak, tumben kok dikomentarin. Bukannya tiap kali beli di situ menu ku juga seperti itu? dan mas nya biasanya dah apal. Lalu ku perhatikan si mas pelayan, sepertinya dia orang baru. Mungkin sekali ini kali dia mendengar pilihan menu yang agak aneh. Emangnya apa sih yang aku pesan?

Waktu itu setelah mengambil nasi, terjadi dialog kira-kira seperti ini:
Mas pelayan : Pake apa Mbak ini?
Aku : Ehmm... pake ayam goreng, sambel ijo plus daun singkong dan tanpa kuah.
Mas pelayan : Haa...tanpa kuah, emangnya enak?
Aku : Ya enak lah (dengan agak sewot)
Mas pelayan : Tanpa kuah enak?
Aku : Aku ngga suka nasi yang basah-basah
Mas pelayan : Oooo....

Mungkin memang aneh makan nasi Padang tanpa menu khasnya yang berkuah-kuah kental dan berlemak itu. Akan tetapi justru kuah-kuah seperti itu aku kurang menyukainya. Kata perutku sih bikin neg. Jadi nasi sama sambal pun terasa lebih top markotop. Seperti juga waktu pertama kali (dan mungkin yang terakhir karena aku tak minat untuk makan yang kedua kalinya) beli sate Padang. Aku nyengir waktu liat dan ngrasain kuahnya. lintrek-lintrek. Ya sudah akhirnya aku makan dagingnya aja, dengan sebisa mungkin membersihkannya dari saus yang hmmmmmm itu.

Friday, June 3, 2011

Pantai Klayar




 

Berada di wilayah Kabupaten Pacitan, Pantai Klayar meruakan salah satu tujuan wisata yang sedang naik daun. Pantai ini terletak di sebelah barat kota Pacitan, tepatnya di Kecamatan Donorojo.




Friday, April 1, 2011

Cute calendar

Sebenarnya kalender ini adalah hadiah dari pembelian dompetku. Lucu, imut . Jadi suka meneliti angka2nya buat ngitung..ngitung kapan hari liburnya hehe...

Tuesday, March 22, 2011

Lagu " Dancing in the moonlight"

Sawatara dina kepungkur, iseng-iseng nonton video link ning wall e kanca facebook. Video preview film "four lion". Ning kono ana lakon nyanyi lagu "dancing in the moonlight" rame-rame ana njero mobil. Sajake kok nyenengke banget, nyanyekne lagu iku rame-rame karo kanca. Terus wae aku nggoleki ana youtube, lan ngunduh lagu iku. Eladalah bareng tak rungokne sing kebayang ning pikiranku kok malah dolanan jamuran ndik jaman cilik.
Terus wae pikiranku nglambrang marang jaman cilikan. Kelingan senenge manawa wayah mbulan e gede. Gegojegan bungah ana latar karo kanca-kanca sakbarakan. Dolanan jamuran, dhelikan lan liya-liyane. Jaman durung kecanduan hiburan elektronik. Jaman nalika isih raket karo alam.
Ora krasa lagu "dancing in the moonlight" iku ngancani aku nganti turu sewengi utuh, aku lali ora mateni komputer hehe

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts