Monday, January 18, 2010

Tak Akrab

Matahari pagi bersinar cerah, udara masih cukup sejuk. Waktu menunjukkan pukul 7.30 ketika saya melewati serombongan kecil anak SD yang rupanya sedang jalan-jalan menikmati pagi. Dilihat dari postur mereka, kemungkinan mereka adalah anak-anak kelas 2 atau 3. Mereka jalan berbaris dengan santai, sambil saling berceloteh riang. Sepertinya mereka dalam rangka pelajaran olahraga, karena mengenakan stel an baju olah raga. Persis di belakangnya ada ibu guru yang mengawalnya. Si ibu guru ini menaiki sepeda motor.
Sejenak langsung aku terpikir, kenapa ya kok ibu guru nya naik motor? Kenapa ga jalan bareng –bareng aja? Ga mau capek? Lha wong murid nya aja yang masih kecil bisa kok. Alangkah indahnya jika guru itu bisa jalan bareng-bareng bersama murid nya sambil bercanda dan bercerita. Ibu guru menerangkan tentang alam sekitar yang di lewati mungkin. Sehingga keakraban antara murid dan guru bisa terwujud. Sehingga bisa merubah imej guru bukan merupakan seseorang yang harus ditakuti. Memang murid harus menghormati guru, tapi bukan berarti murid guru harus berada dalam hubungan yang kaku dan berjarak.
Guru harus bisa berperan menjadi teman dan sahabat bagi murid. Apalagi guru bagi anak – anak kecil, harus bisa memberi ketenangan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Bukan menjadi imej sebagai orang galak yang kerjaannya marah-marah kalau murid tidak bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan. Dengan gambaran kejadian di atas tadi hanya akan menguatkan kesan bahwa guru adalah sosok superior, dan murid inferior.

Wednesday, January 13, 2010

Si Mas yang Pemaaf

Beberapa waktu yang lalu, persis di depan saya ada ABG cowok dengan mengendarai motor nyebrang sembarangan, sehingga ada mas2 yg dari arah belakangnya gedandapan menghindari, dan akhirnya jatuh. Si ABG selamat sampai sebrang. dengan muka setengah bingung si ABG mendekati si mas yg nyungsep. Setelah bisa mendirikan motornya, dengan nada yang tak begitu tinggi si mas hanya bilang, "lain kali klo nyebrang ati2", ..Beberapa kali kata itu terlontar dan diakhiri degan menepuk bahu si ABG. saya pun terharu, mas nya baik sekali. Meskipun tidak cedera tetapi saya yakin kejadian itu cukup membuat badannya pegel linu karena menghantam aspal dan tertindih sepeda motornya.

Tak banyak aku menjumpai orang yang sangat berlapang dada/pemaaf seperti mas nya itu. Rata-rata, seperti yang sering saya dengar, orang yang merasa dirugikan sebisa mungkin akan memuntahkan kekesalan pada orang yang menyebabkannya rugi tersebut. Bahkan, tak jarang pula dengan kejadian seperti diatas mengakibatkan pertengkaran dan adu jotos di jalanan.

Namun sikap si mas tadi hmmm benar-benar tidak saya duga sebelumnya, karena saya sudah deg-deg an dulu menyaksikannya, mengira bakal ada pertengkaran. Indah memang kalau saling memaafkan, meskipun sebenarnya si mas tadi sah - sah saja untuk marah-marah, namun dia tidak melakukan itu. Dengan memaafkan itu martabat si mas sama sekali ga jatuh, justru malah membumbung tinggi. tetap semangat ya mas..saya doakan hidupmu akan dimudahkan oleh Allah, karena kau juga memudahkan urusan orang lain.

Ibu Rumah Tangga Penuh Semangat di Usia Cantik

Umur kami terpaut cukup jauh, yakni 11 tahun, tapi entah kenapa banyak orang-orang yang keliru mengenali kami. Terutama simbah-simbah d...

popular posts